Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Etalase Amal Nasi Gratis Di Purwokerto (Liputan6.com/Muhammad Ridlo)
Dream - Inovasi dapat muncul dalam bidang apapun. Tidak terkecuali kebiasaan beramal sholeh. Seperti yang terlihat di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.
Sebuah etalase kaca menempati teras di depan kios di komplek Universitas Jenderal Soedirman. Terlihat seperti etalase dagangan makanan.
Memang, etalase itu berisi makanan dan minuman siap santap. Orang mungkin berpikir makanan itu dijual, padahal gratis.
Ya, etalase makanan itu merupakan inovasi dari pengusaha setempat, Slamet Riyadi. Dia punya kebiasaan bersedekah dengan membagikan makanan kepada siapapun kaum dhuafa maupun yang membutuhkan.
Dikutip dari Liputan6.com, Senin 26 November 2018, Slamet menjalankan kebiasaannya sejak lima tahun lalu. Dia membagikan sendiri makanan dan minuman sedekahnya setiap hari.
Alhasil, dia harus menyisihkan waktu untuk bisa memberikan sedekahnya secara langsung. Dia temui tukang parkir, tukang becak, pemulung, dan pengemis untuk memberikan makanannya.
Meski begitu, bukan berarti Slamet tidak menghadapi kendala ketika ingin bersedekah. Contohnya, ketika ada kaum dhuafa yang sangat membutuhkan, Slamet belum menyiapkan makanan dan minuman.
Selain itu, waktu juga kerap menjadi penghalang Slamet untuk membagikan makanan. Sebab, kegiatannya sebagai pengusaha kerap menyita waktu.
Dari kendala itu, muncullah ide membuat tempat khusus seperti kotak amal, namun berisi makanan. Dia pun membuat sebuah etalase nasi gratis, dengan dibubuhkan kalimat 'Siapapun bisa mengambil, siapapun bisa mengisi'.

" Ini biar praktis, selama ini bagi-bagi di jalan.Tapi kendala kalau lagi hujan atau ada kesibukan lain. Makanya saya bikin konsep seperti ini," kata Slamet.
Lambat laun, banyak yang mengetahui etalase amal Slamet. Banyak dhuafa memanfaatkan makanan yang tersedia di etalase tersebut.
Selain itu, banyak juga orang yang bersedekah dengan mengisi etalase amal tersebut. Mereka cukup meletakkan makanan maupun minuman di etalase tersebut.
Makanan dan minuman yang tersedia juga tidak pernah tersisa, ludes dinikmati kaum dhuafa. Kerennya, para dhuafa tidak perlu canggung untuk mengonsumsi makanan tersebut. Tinggal ambil, tak perlu izin.
Kabar etalase amal Slamet kemudian tersebar luas lewat media sosial. Sampai-sampai, seorang warga Makassar menelepon dan memintanya membuatkan dua etalase yang sama dan ditempatkan di dua lokasi di seputar Purwokerto.
" Dia transfer. Suruh dibuatkan dua etalase. Rencana mau saya tempatkan di sekitar Masjid Alun-alun Purwokert dan Sokaraja," kata Slamet.
Kehadiran etalase amal dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Seperti dituturkan oleh tukang parkir di Kampus Unsoed, Sikun.

Sikun bersyukur dengan adanya etalase amal tersebut. Sebelumnya, dia kerap mendapat makanan langsung dari para donatur.
Meski sudah ada etalase amal, menurut Sikun, hal itu tidak lantas menghilangkan kebiasaan sedekah langsung. Masih banyak orang bersedekah dengan membagikan makanan langsung kepada para dhuafa.
Sumber: Liputan6.com/ Muhammad Ridlo
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam