Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Keridhaan suami dan khidmat istri merupakan kunci penting dalam keharmonisan rumah tangga. Ridho suami merupakan bakti yang dibalas istri lewat perilaku kesehariannya.
Hal ini termasuk pada urusan rumah tangga. Hubungan suami istri yang dijalankan secara patut dapat menuai hasil sempurna.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi dari Ummu Salamah RA, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,
" Perempuan mana saja yang meninggal dunia, sedangkan suaminya bersikap ridha atasnya, niscaya ia masuk surga."
Dikutip dari NU Online, khidmat seorang istri pada suami merupakan jalan bagi dia untuk menuntut ridha Allah. Meski begitu, dia tetap diharuskan mendapatkan ridha dari suami, seperti dalam sabda Rasulullah diriwayatkan Ibnu Majah.
Rasulullah SAW bersabda, " … Demi Allah, Zat yang memegang jiwa Muhammad, seorang perempuan belum memenuhi kewajiban Tuhannya hingga ia memenuhi kewajiban terhadap suaminya."
Meski begitu, bukan berarti istri hanya menjadi objek dari keinginan suami. Sang suami tidak dibolehkan memperlakukan istrinya secara semena-mena atas nama khidmat yang diwajibkan dalam Islam.
Ketentuan ini berlaku pada setiap segi dari hubungan suami istri. Tidak terkecuali ketika hubungan intim.
Pasangan suami istri dituntut melaksanakan hubungan intim secara patut, tidak saling memaksa satu sama lain. Sebab, hubungan intim antara suami istri tidak semata soal syahwat, namun juga kesiapan fisik dan mental.
Hasrat seksual tentu tidak hanya ada pada pria melainkan juga wanita. Sehingga, bukanlah hal tabu jika seorang istri 'minta duluan' kepada suami ketika sedang dilanda hasrat menggebu.
Justru para istri yang mempersiapkan diri lebih dulu diganjar kemurahan dari Allah SWT. Bahkan kemurahan yang diberikan Allah kepadanya sangat besar.
Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam kitabnya Uqudul Lujain fi Bayani Huquqiz Zaujain menjelaskan Rasulullah Muhammad SAW pernah berpesan kepada putri kesayangannya, Fatimah, untuk mempersiapkan diri secara ikhlas kepada suami.
Rasulullah SAW bersabda, " Wahai Fatimah, tiada seorang perempuan yang 'menyiapkan' diri untuk suaminya dengan senang hati kecuali seorang (malaikat) menyeru dari langit, 'Mulailah beraksi!' niscaya Allah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang terkemudian."
Sumber: NU Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya