Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Abcnews.go.com)
Dream - Seorang pembom bunuh diri telah menewaskan sedikitnya 70 orang ketika mereka berkumpul untuk berkabung atas terbunuhnya seorang wartawan di Pakistan.
Serangan dahsyat terjadi di sebuah rumah sakit di Quetta, sebuah kota di sebelah barat daya Provinsi Baluchistan yang kerap dilanda kekerasan bersenjata.
Selain 70 orang tewas, pelaku melukai lebih dari 100 pelayat, yang sebagian besar pengacara dan wartawan.
Saat kejadian, mereka sedang berkerumun di depan ruang gawat darurat untuk melihat jasad seorang pengacara terkemuka, yang telah ditembak dan dibunuh di kota itu pada hari sebelumnya.
"Ada banyak yang terluka, sehingga angka kematian mungkin bertambah," kata Rehmat Saleh Baloch, Menteri Kesehatan Provinsi Baluchistan.
© Dream
Dream - Faksi Taliban, Jamaat-ur-Ahrar, mengaku bertanggung jawab atas kekejaman tersebut.
"Faksi Taliban Pakistan, Jamaat-ur-Ahrar, bertanggung jawab atas serangan ini, dan berjanji untuk terus melakukan serangan seperti ini.
"Kami akan merilis laporan video tentang serangan ini segera," kata juru bicara Ehsanullah Ehsan melalui email.
Tayangan televisi menunjukkan kekacauan setelah serangan. Orang-orang panik melarikan diri melewati puing-puing sementara asap memenuhi koridor rumah sakit.
Motif di balik serangan itu tidak jelas. Namun beberapa pengacara telah ditargetkan selama rentetan pembunuhan baru-baru ini di Quetta.
Bilal Anwar Kasi ditembak dan tewas saat dalam perjalanan ke kompleks pengadilan utama kota, pejabat senior polisi Nadeem Shah mengatakan kepada Reuters.
Serangan bunuh diri berikutnya tampaknya ditujukan ke pelayatnya bernama, Anwar ul Haq Kakar, kata seorang juru bicara pemerintah Baluchistan.
"Tampaknya itu adalah serangan yang direncanakan," katanya. Polisi dikerahkan untuk menjaga rumah sakit setelah ledakan itu.
Selain pemberontakan separatis yang telah berlangsung lama dan ketegangan sektarian, Baluchistan juga mengalami angka kriminalitas yang terus meningkat.
Quetta telah lama dianggap sebagai basis Taliban di Afghanistan, yang para pemimpinnya rutin melakukan pertemuan di masa lalu.
Pada bulan Mei, pemimpin Taliban Afghanistan Mullah Akhtar Mansour tewas akibat serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat saat bepergian ke Quetta dari perbatasan Pakistan-Iran.
(Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari