Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemerintah Tak Sungkan Membayar Mahal Untuk Jasa-jasa "unik" (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Meski ada pegawai negeri, pemerintah negara-negara tertentu masih memanfaatkan jasa pihak lain untuk tugas khusus. Bahkan, pemerintah yang bersangkutan tidak segan memberi bayaran selangit agar tugas khusus itu beres.
Contohnya, jasa tulis tangan artistik untuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ada tiga orang juru tulis artistik yang bekerja di Gedung Putih, seperti dikutip dari Metro.
Mereka bertugas membuat tulisan indah untuk undangan makan malam, ucapan selamat dari presiden, dan penghargaan jasa. Setiap tahun, Gedung Putih membayar tiga pegawai ini dengan total gaji US$260 ribu (Rp3,46 miliar).
Pimpinan juru tulis, Patricia Blair menghasilkan uang sebesar US$102.212 per tahun (Rp1,36 miliar). Sementara dua asistennya, Debra Brown sebesar US$90.800 (Rp1,21 miliar) dan Becky Larimer US$70.100 (Rp934,85 juta).
Itu di Amerika Serikat. Lain halnya di Singapura.
Dikutip dari Business Insider, Kementerian Keuangan Singapura menyewa jasa 50 selebgram untuk mempromosikan Anggaran Keuangan Negara 2018. Puluhan influencer ini mempromosikan proses penyusunan anggaran negara di akunnya masing-masing.
Sejak Desember 2017, sudah ada 30 unggahan foto yang 'meminta' pengikut untuk mengeklik situs Kementerian Keuangan, juga memberikan umpan balik terhadap proses penyusunan anggaran.
Misalnya, seorang influencer bernama Cheng Kai Ting memberitahu 21.800 pengikutnya, Pemerintah Singapura menyusun anggaran 2018 untuk membantu warga dan mendukung bisnisnya di sana.
Juru bicara Kementerian Keuangan Singapura mengatakan, kampanye Anggaran Keuangan Negara 2018 ini meraih 225 ribu pengguna Instagram.
Berapa bayaran yang diberikan kepada influencer? Juru bicara menolak untuk memberikan informasi. Dia hanya memberitahu kampanye ini menyasar generasi muda sehingga lebih peduli dengan anggaran negara. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya