Jasad Angeline Terkubur Sambil Peluk Boneka

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 10 Juni 2015 14:23
Jasad Angeline Terkubur Sambil Peluk Boneka
Polisi tidak mau terburu-buru menyimpulkan jika Angeline tewas dibunuh. Penyidik masih menunggu hasil forensik RSUP Sanglah.

Dream - Polda Bali berhasil menemukan Angeline bocah berusia 8 tahun yang dilaporkan hilang misterius. Namun Siswi SDN 12 Sanur itu ditemukan sudah tak bernyawa dan dikubur dekat kandang ayam, halaman belakang rumahnya.

Kapolda Bali, Irjen Ronny F Sompie mengatakan saat digali jasad Angline dibungkus kain dan terdapat boneka kesayangannya.

" Jasadnya terlungkup dalam posisi miring sambil memeluk boneka kesayangannya," kata Kapolda yang berada di lokasi kejadian di Jalan Sedap Malam No 26 Denpasar, Rabu 10 Juni 2015.

Polisi tidak mau terburu-buru menyimpulkan jika Angeline tewas dibunuh. Penyidik masih menunggu hasil forensik RSUP Sanglah.

Warga sekitar terus berdatangan. Mereka penasaran untuk melihat langsung lokasi kejadian. Polisi telah memasang batas police line di areal masuk menuju kandang ayam, tempat biasa Angline membersihkan kotoran ayam.

Sebelumnya, Margareta (50) ibu asuh Angeline melaporkan ke polisi jika anak hilang diculik pada 16 Mei 2015. (Ism) 

  

 

1 dari 3 halaman

Bocah Angeline Ditemukan Tewas Terkubur di Halaman Rumah

Bocah Angeline Ditemukan Tewas Terkubur di Halaman Rumah

Dream - Teka-teki menghilangnya Angeline bocah kelas 2 SD berumur 8 tahun di Bali, akhirnya terkuak. Bocah berparas ayu ini ditemukan tak bernyawa di rumahnya sendiri di Jalan Sedap Malam No 26 Denpasar.

" Jasadnya sudah membusuk. Petugas menemukannya pukul 12.30 WITA," kata Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie di lokasi kejadian, Denpasar, Bali, Rabu 10 Mei 2015.

Ronny menjelaskan, penemuan ini bermula dari kecurigaan petugas Polresta Denpasar yang melihat struktur tanah di pekarangan belakang rumah Angeline, tepatnya di belakang kandang ayam.

" Atas perintah Kapolersta, tanah itu dibongkar dan ditemukan jasad Angeline," imbuh mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini. 

Polisi tidak mau terburu-buru menyimpulkan jika Angeline tewas dibunuh. Penyidik masih menunggu hasil forensik RSUP Sanglah.

Polisi langsung memberikan batas police line di areal masuk menuju kandang ayam, tempat biasa Angline membersihkan kotoran ayam.

Warga sekitar terus berdatangan. Mereka penasaran untuk melihat langsung lokasi kejadian.

Sebelumnya, Margareta (50) ibu asuh Angeline melaporkan ke polisi jika anak hilang diculik pada 16 Mei 2015. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Mahasiswa UI Diduga Pingsan, Lalu Diseret ke Danau

Mahasiswa UI Diduga Pingsan, Lalu Diseret ke Danau

Dream - Polisi menemukan fakta baru terkait tewasnya Akseyna Ahad Dori (18), mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia di Danau Kenanga UI.

" Berdasarkan hasil penyelidikan terbaru, Akseyna diduga kuat tak sadarkan diri saat diterjunkan ke Danau Kenanga Universitas Indonesia. Penyidik juga yakin Akseyna diseret ke danau itu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti di Jakarta, Kamis 4 Mei 2015.

Hasil itu berpegangan dari temuan penyidik, di mana bagian ujung belakang sepatu Akseyna rusak. " Dari situ muncul dugaan akibat Akseyna diseret dalam kondisi tak sadarkan diri," tutur Krishna.

Selain itu, kata dia, hasil forensik menemukan ada luka-luka di bibir, telinga dan kepala korban. Diduga luka-luka itu akibat penganiayaan.

Menurut Krishna, sangat mungkin pembunuhnya memilih membuang Akseyna di danau pada Rabu 25 Mei 2015, hari di mana Akseyna diduga tenggelam. Saat kejadian, malam itu turun hujan dan danau yang biasa ramai para pemancing menjadi sepi.

Ia menambahkan, berdasarkan logika, agak aneh apabila Akseyna memilih bunuh diri di danau sekitar kampus. Danau itu tingginya hanya setinggi telinga korban.

" Kalau dia mau bunuh diri, lebih baik tenggelamkan diri di laut yang dalam" .

Polisi sudah membentuk Satuan Petugas Khusus (Satgasus) yang terdiri dari Reskrim Polres Metro Depok dan Reskrimum Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus tersebut.

Namun ada beberapa bukti yang tak dapat digali lebih dalam dari tempat kejadian perkara (TKP). Sebab TKP Akseyna ditemukan rusak.

" Sekarang kita sedang mengerucut ke pelakunya," kata Krishna. Selengkapnya: Akseyna Diseret ke Danau(Ism)  

3 dari 3 halaman

Eka Mayasari, Mualaf `Srikandi` Masjid Korban Pembunuhan

Eka Mayasari, Mualaf `Srikandi` Masjid Korban Pembunuhan

Dream - Eka Mayasari menjadi korban pembunuhan sadis. Ia ditemukan tergeletak tanpa nyawa di kamar kostnya yang berada di Jalan Janti 62 Karang Jambe, Banguntapan, Bantul, DIY pada Sabtu, 2 Mei 2015.

Saat ditemukan, kondisi jasadnya begitu parah. Beberapa luka tampak pada wajah dan bagian tubuh lainnya.

Gadis berusia 27 tahun ini merupakan lulusan D3 Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada. Ia merupakan seorang mualaf berasal dari Riau.

Kisahnya begitu mengharukan. Eka memutuskan menjadi mualaf setelah berkegiatan bersama komunitas Hamka Darwis. 

Eka kemudian tinggal di Kampung Pedak. Ia kemudian berusaha memenuhi kebutuhannya secara mandiri, meski harus berjualan angkringan.

Selain itu, Eka aktif berkegiatan bersama jamaah Masjid An Nur. Ia pun tercatat sebagai salah satu pengajar Taman Pendidikan Alquran Masjid An Nur.

Untuk mengetahui sosok Eka lebih dalam, selengkapnya di sini. (Ism)

Beri Komentar