Jelang Ramadan, Anies Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 6 April 2021 12:01
Jelang Ramadan, Anies Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas
Anies meminta warga DKI menahan diri untuk tidak berkerumun.

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan wilayahnya cukup berhasil menekan pandemi dalam dua pekan terakhir. Dia berharap tren ini dapat dipertahankan, terutama jelang Ramadan.

" Perjuangan kita masih belum usai, prokes (protokol kesehatan) masih harus dipatuhi, kurangi mobilitas, serta cegah keramaian yang dirasa tidak perlu. Terlebih kita akan memasuki bulan Ramadan 1442 Hijriah," ujar Anies lewat akun media sosialnya.

Seperti keputusan Pemerintah Pusat, DKI juga memperpanjang penerapan PPKM mikro hingga 19 April 2021. Penerapan PPKM cukup efektif menekan laju penyebaran Covid-19.

" Jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk terus meningkatkan imunitas sembari menjalankan ibadah puasa agar terhindar dari risiko keterpaparan," kata Anies.

Lebih lanjut, Anies mengingatkan sanksi pelanggaran PPKM tetap berlaku. Meskipun kasus Covid-19 di Jakarta mengalami penurunan. " Jika menemukan pelanggaran PPKM di Jakarta segera laporkan melalui aplikasi JAKI," kata Anies.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 2 halaman

PPKM Kembali Diperpanjang, Cakupan Diperluas

Dream - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terhitung mulai 5 April 2021 hingga 14 hari ke depan. Cakupan PPKM juga diperluas dengan ditambahkan beberapa provinsi baru.

" Pemerintah memperbesar provinsi yang ikut PPKM dengan data yang ada baik itu terkait kasus sembuh, meninggal, aktif kemudian total kumulatif kasus," ujar Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers usai rapat internal dengan Presiden Joko Widodo, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Airlangga mengatakan terdapat lima provinsi baru yang terkena kebijakan PPKM ini. Lima provinsi tersebut yaitu Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Selatan, Riau dan Papua. " Sehingga secara keseluruhan yang ikut PPKM ada 20 provinsi, itu untuk periode 6 sampai dengan 19 April," kata dia.

2 dari 2 halaman

Zonasi Dipersempit

Selain itu, Pemerintah memperkecil jaring di tingkat desa, yaitu pada level RT RW. Airlangga mengatakan penetapan zonasi tetap berdasar jumlah rumah namun lebih sedikit. 

" Kalau semula zona merahnya lebih dari 10 rumah, Pemerintah sekarang memperkecil di atas lima rumah itu merah," kata Airlangga.

Zona oranye ditetapkan 3-5 rumah. Untuk zona kuning sebanyak 1-2 rumah dan zona hijau kurang dari satu rumah.

" Kriteria ini diperbaiki karena kita ingin melihat yang terkait dengan penularan Covid-19 lebih dicegah lagi," kata dia.

Sedangkan kriteria yang berlaku secara nasional tetap berlaku. Terdapat empat kriteria yaitu kasus kesembuhan, kasus aktif, kasus kematian dan bed occupancy rate (BOR).

" Untuk memudahkan di posko-posko ini berbasis rumah yang dimonitor," terang Airlangga.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar