Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Masyarakat Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah dikejutkan oleh perilaku satu keluarga. Mereka menyimpan jenazah buah hatinya, seorang remaja putri, di dalam rumah selama 2,5 bulan.
Kapolsek Moga, Ajun Komisaris Dibyo Suryanto, membenarkan informasi ini. Dia mengaku mendapat laporan dari kepala desa setempat pekan lalu.
" Lalu, kami bersama Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) mendatangi rumah tersebut didampingi RT dan tokoh agama serta tokoh masyarakat setemapt untuk memastikan adanya peristiwa tersebut," ujar Dibyo.
Dia melanjutkan pihaknya melibatkan tim medis memeriksa kondisi jenazah tersebut. Dari hasil pemeriksaan medis, ternyata remaja tersebut sudah meninggal sekitar 2,5 bulan lalu.
" Dari pemeriksaan diketahui meninggal dunia karena penyakit TB (Tuberkulosis) paru yang dideritanya," kata Dibyo.
Menurut Dibyo, jenazah tersebut disimpan di dalam kamar yang jauh dari tetangga. Keluarga tidak berkeinginan memakamkan lantaran meyakini suatu saat remaja itu akan hidup lagi.
Pihaknya bersama Muspika berusaha membujuk keluarga tersebut agar memakamkan jenazah remaja itu. Sempat terjadi perdebatan cukup alot namun akhirnya pihak keluarga menyatakan bersedia.
Salah satu pihak yang turut dalam upaya tersebut adalah tokoh agama setempat, Ustaz Zaenuri. Dia bersama polisi dan Muspika terus berusaha menyadarkan keluarga tersebut agar mau menerima kenyataan anaknya sudah meninggal.
" Sebagai umat Islam, jasad jenazah agar segera dimakamkan sebagaimana mestinya. Alhamdulillah, pihak keluarga akhirnya mau," kata dia.
Camat Moga, Umroni, menjelaskan berdasarkan catatan medis, remaja itu mengidap TB sejak enam bulan lalu. Seharusnya, remaja itu melakukan pemeriksaan rutin bulanan.
" Namun, sudah 2,5 bulan tidak dilakukannya (pemeriksaan rutin)," kata dia.
Barulah diketahui ternyata remaja itu sudah meninggal. Sementara Umroni mengungkapkan keluarga anak itu diduga menganut aliran kepercayaan tertentu.
" Keluarga tersebut menganut aliran tertentu dan meyakini anaknya itu belum meninggal," ucap Umroni, dikutip dari Sigijateng.id.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya