Jimat Abad ke-9 Ditemukan di Yerusalem, Isinya Mengejutkan

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 22 Juni 2018 17:00
Jimat Abad ke-9 Ditemukan di Yerusalem, Isinya Mengejutkan
Jimat ini diyakini digunakan sejak zaman kuno untuk mencari perlindungan dari orang jahat.

Dream - Para arkeolog di Israel menemukan artefak langka saat melakukan penggalian di sebuah lahan parkir di Kota Daud, Yerusalem. Benda yang terbuat dari tanah liat itu diyakini berasal dari abad ke-9 atau ke-10.

Menurut laman Al Arabiya, sebagaimana dikutip Dream, Jumat 22 Juni 2018, benda itu merupakan sebuah jimat. Gerabah dengan tulisan Arab itu diyakini sebagai jimat yang dulunya dipakai untuk melindungi pemiliknya.

Dugaan itu didasarkan pada kalimat pada tembikar yang disebut sebagai 'Kareem' itu. " Kareem Meyakini Allah. Tuhan semesta adalah Allah," demikian arti kalimat pada artefak itu, sebagaimana diterjemahkan oleh Nitzan Amitai-Preiss, ilmuwan dari Rothberg International School, Hebrew University.

Jimat itu ditemukan di antara lapisan gips selama penggalian di sebuah ruangan kecil di Tempat Parkir Givati di Kota Daud, di Jerusalem Walls National Park.

Namun, para ahli tidak dapat memastikan apakah jimat ini sengaja dikubur atau hilang dari pemiliknya, yang diyakini bernama Kareem, karena memang tidak ada lubang untuk mengikatnya.

Oleh karena itu, para peneliti mengasumsikan jimat ini merupakan bagian dari perhiasan atau benda yang ditaruh pada sebuah wadah.

Menurut Nitzan, penemuan stempel yang terbuat dari batu semimulia dengan tulisan dari zaman Abbasiyah sangat lazim. Namun untuk benda dari tanah liat yang tipis seperti temuan ini sangatlah langka.

Menurut direktur ekskavasi, Yuval Gadot, dari Universitas Tel Aviv, dan Yiftah Shalev dari Antiquities Authority Israel, " Ukuran benda, bentuknya, dan teks di atasnya menunjukkan bahwa itu tampaknya digunakan sebagai jimat untuk berkah dan perlindungan."

Kepada surat kabar Haaretz, mereka mengatakan, " Tujuan dari jimat seperti ini adalah untuk mendapatkan perlindungan pribadi."  Jimat ini diyakini digunakan sejak zaman kuno untuk mencari perlindungan dari orang jahat. 

1 dari 2 halaman

Jimat Pemain Bola Bikin Geger

Dream - Federasi Sepakbola Rwanda (FERWAFA) mengumumkan larangan penggunaan ilmu hitam dalam pertandingan. Aturan ini muncul menyusul adanya 'gol gaib' dalam pertandingan sepakbola antara klub Mukura Victory Sports melawan Rayon Sport.

Gol tercipta di menit-menit terakhir babak pertama, di mana klub Rayon akhirnya menang dengan skor 1-0.

Waktu itu, kiper klub Mukura sedang asyik di luar kotak penalti ketika salah seorang striker dari klub Rayon, Camara, berlari ke arah gawang lawan.

Camara terlihat mengambil sesuatu dari bawah tiang gawang. Dia langsung berlari sebelum aksinya dicegah kiper klub Mukura.

Tetapi, kiper Mukura tidak mampu menghalangi Camara yang terlihat menyerahkan sesuatu kepada pemain di bangku cadangan.

Tidak lama setelah itu, kamera beralih dan menampilkan Camara yang diberi kartu kuning oleh wasit. Tetapi, tidak diketahui apa alasan wasit menjatuhkan kartu kuning.

Insiden aneh itu mengundang kontroversi setelah sebuah gol berhasil dicetak oleh Camara melalui sundulan kepala. Gol itu tercipta meski dalam waktu hanya tersisa empat menit.

Wakil Presiden FERWAFA, Vedaste Kayiranga, menyatakan ilmu hitam dilarang dalam pertandingan.

" Mengingat tidak ada metode ilmiah untuk membuktikan penggunaan ilmu hitam, maka penggunaan ilmu hitam dan yang menyerupainya dilarang dalam pertandingan," kata Kayiranga.

Sumber: siakapkeli.my

2 dari 2 halaman

10 Tahun Dianggap Jimat, Ternyata Mutiara Senilai Rp 1 Triliun

Dream - Nelayan ini tak pernah menyangka batu jimat yang disimpannya selama 10 tahun ternyata harta karun terpendam. Jimat itu ternyata mutiara terbesar yang pernah ditemukan.

Pria yang tak disebutkan namanya itu, menemukan batu 34 Kilogram di pantai Pulau Palawan, Filipinan, 10 tahun yang lalu.

Dia tak pernah tahu jika batu yang ditemukannya itu adalah sebuah mutiara.

Yang lebih mengejutkan, batu temuan tak sengaja itu berukuran 5 kali lebih besar dari rekor batu mutiara sebelumnya.

Mengutip laman metro.co.uk, Rabu, 24 Agustus 2016, batu mutiara itu ditaksi bernilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,32 triliun.

Musibah kebakaran yang menghancurkan rumah kayu di awal tahun ini memaksa nelayan ini untuk pindah ke sebuah memutuskan tinggal di sebuah daerah terpencil, Puerto Princesca. Disinilah dia mengaku menemukan sebuah kerang raksasa yang menyimpan sebuah mutiara berukuran mengejutkan 1 kaki kaki lebar dan 2,2 kaki panjang - mengalahan rekor mutiara terbesar Pearl og Allah dengan berat 6,4 kilogram (Kg) bernilai US$35 juta.

" Nelayan itu melempar jaring ke laut dan tersangku pada sebuah batu besar saat badai menerjang," kata petugas pariwisata setempet, Aileen Cynthia Amurao.

" Dia tahu jaringnya tersangkut sebuah kerang dan memutuskan menyelam untuk menarik jaring sekaligus membawa kerang itu."

Dan setelah 10 tahun, mutiara itu tersimpan rapi di rumah sang nelayan.

" Dia tak tahu berapa harganya dan memutuskan menyimpan di rumah sebagai jimat keberuntungan," ujar Aileen.

Saat ini, pihak gemologist dan lembaga internasional tengah meneliti mutiara raksasa tersebut.

Rekor mutiara terbesar saat ini masih dipegang oleh Pearl of Allah atau dikenal juga sebagai Mutiara Lao Tze, yang ditemukan di Palawan, Filipina, pada 1934. (Sah)

Beri Komentar