Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Joko Widodo Meminta Myanmar Menghentikan Aksi Kekerasan Terhadap Warga Etnis Rohingya (foto: Kemenag.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi kepada etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Jokowi berjanji akan mengatasi krisis kemanusiaan dengan cara bersinergi bersama masyarakat.
“Saya dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar,” ujar Jokowi dalam peryataan tertulisnya di Jakarta, Minggu, 3 September 2017.
Jokowi mengatakan telah mengutus Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno L Marsudi untuk menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Kofi Annan.
“Dan sore tadi (kemarin) Menteri Luar Negeri telah berangkat ke Myanmar, untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk Muslim di Myanmar, dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan,” kata dia.
Jokowi mengatakan juga telah menugaskan Retno untuk terbang ke Dhaka, Bangladesh, dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh.
“Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan,” ucap dia.
Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan peristiwa sangat miris karena terjadi saat berlangsungnya ibadah haji 2017. Meski begitu, dia meminta semua pihak untuk tidak terpancing emosi.
Lukman mengatakan, seperti yang telah disampaikan Jokowi, pemerintah akan terus mendesak Myanmar untuk mengembalikan situasi keamanan dan menghindari kekerasan terhadap warga Rohingya.
“Indonesia siap proaktif untuk ikut membantu penyelesaian masalah Muslim Rohingya di Myanmar,” kata Lukman, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 2 September 2017. (ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari