Kali Pertama Astronot NASA Panggang Kue di Luar Angkasa

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 24 Januari 2020 11:00
Kali Pertama Astronot NASA Panggang Kue di Luar Angkasa
Suhu pemanggangan disesuaikan. Bagaimana rasanya?

Dream - Para astronot untuk pertama kalinya bisa memanggang kue di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Kue tersebut dibuat menggunakan sebuah pemanggang spesial.

Sejarah baru tersebut dirasakan dua astronot, Luca Parmitano dan Christina Koch, yang mendapat kesempatan menguji coba pembuatan kue tersebut.

Pemanggang khusus tersebut akan memasak kue satu per satu dengan suhu optimal.

Berbeda dengan kebiasaan di bumi, dilaporkan Metro.co.uk, para astronot ini harus menyesuaikan waktu panggang. Mereka mencoba memanggang lima kue dengan kondisi panggang berbeda. Empat kue pertama dengan suhu 148 derajat Celcius dan satu kue terakhir di suhu 163 derajat Celcius.

Hasilnya ternyata kue pertama dipanggang selama 25 menit masih kurang matang. Sementara pada tes kedua, aroma kue mulai tercium saat pemanggangan memakan waktu 75 menit.

 

1 dari 5 halaman

Bagaimana Rasanya?

 Pemanggang kue di luar angkasa (Foto: Metro.co.uk)Pemanggang kue di luar angkasa (Foto: Metro.co.uk) © Metro.co.uk

Pemanggang kue di luar angkasa (Foto: Metro.co.uk)

Para astronot menganggap kue keempat dan kelima merupakan hasil panggangan paling sukses. Satu kue dipanggang selama 120 menit dan dibiarkan dingin selama 25 menit. Sementara kue lainnya dipanggang selama 130 menit dan dibiarkan dingin selama 10 menit. Diperkirakan tanpa gravitasi kue akan lebih bulat.

Mary Murphy, pegawai dari NanoRacks yang merancang oven tersebut mengaku senang dengan hasil uji coba uniknya ini.

" Sementara kami memiliki umpan balik visual dan aroma awal dari kru di atas ISS, kami bersemangat untuk terjun sepenuhnya memahami hasil memanggang," ucap dia.

Selanjutnya kue yang dipanggang di luar angkasa itu akan menjalani pengujian tambahan oleh para profesional ilmu makanan untuk diketahui kelayakannya.

2 dari 5 halaman

Tiga Hari Magang di NASA, Pemuda Ini Temukan Planet Baru

Dream - Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) kembali menemukan planet baru. Uniknya, planet itu bukan ditemukan oleh ilmuwan NASA, melainkan lulusan sekolah menengah yang baru magang selama tiga hari.

Nama pemuda magang itu Wolf Cukier. Lulusan Sekolah Menengah Atas Scarsdale, New York, itu bergabung dengan Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland, sebagai pekerja magang musim panas.

Cukier bertugas meneliti variasi-variasi dalam kecerahan bintang yang ditangkap Satelit Transit Exoplanet Survei NASA (TESS) dan mengunggahnya ke proyek sains Planet Hunters TESS.

" Saya sedang melihat melalui data untuk semua yang telah ditandai oleh sukarelawan sebagai biner gerhana, sebuah sistem di mana dua bintang mengelilingi satu sama lain dan dari pandangan kami saling gerhana satu sama lain setiap orbit," kata Cukier, dikutip dari laman NASA, Jumat, 10 Januari 2020.

3 dari 5 halaman

Ukurannya

“ Sekitar tiga hari dalam masa magang, saya melihat sinyal dari sistem yang disebut TOI 1338. Awalnya saya pikir itu adalah gerhana bintang, tetapi salah. Ternyata itu sebuah planet,” kata dia.

TOI 1338 b, seperti yang sekarang disebut, adalah planet sirkumbiner pertama TESS, sebuah dunia yang mengorbit dengan dua bintang. Penemuan ini ditampilkan dalam diskusi panel pada hari Senin, 6 Januari 2020, dalam pertemuan Masyarakat Astronomi Amerika ke-235 di Honolulu.

Sebuah makalah, yang ditulis bersama Cukier bersama dengan para ilmuwan dari Goddard, Universitas Negeri San Diego, Universitas Chicago dan lembaga-lembaga lain, telah diserahkan ke jurnal ilmiah.

Sistem TOI 1338 terletak 1.300 tahun cahaya di konstelasi Pictor. Dua bintang saling mengorbit setiap 15 hari.

Satu bintang punya ukuran sekitar 10 persen lebih besar dari Matahari. Sementara yang lain lebih dingin, redup, dengan ukuran sepertiga massa Matahari.

TOI 1338 b adalah satu-satunya planet yang dikenal dalam sistem tata surya. Planet sekitar 6,9 kali lebih besar dari Bumi, atau antara ukuran Neptunus dan Saturnus. Planet ini mengorbit di bidang yang hampir persis sama dengan bintang-bintang, sehingga dia mengalami gerhana bintang biasa.

4 dari 5 halaman

Uni Eropa Luncurkan Teleskop Pencari Kehidupan Lain di Antariksa

Dream - Badan Antariksa Eropa (ESA) meluncurkan teleskop untuk berburu kehidupan di luar angkasa, CHEOPS, pada Rabu, 18 Desember 2019. CHEOPS digunakan untuk mengukur kepadatan, komposisi, dan besar planet di luar Tata Surya.

" CHEOPS berjarak 710 kilometer jauhnya, tepat di tempat yang kami inginkan, itu benar-benar sempurna," kata Didier Queloz, diakses dari Science Alert.

Queloz dan koleganya, Michel Mayor mengidentifikasi sebanyak 4.000 planet di luar Tata Surya. Planet pertama yang ditemukan 24 tahun lalu diidentifikasi dengan 51 Pegasi b.

Para ilmuwan hari ini memperkirakan ada sekitar 100 miliar galaksi di Semesta.

" Kami ingin melampaui statistik dan mempelajarinya secara rinci," ujar kepala misi, David Ehrenreich.

5 dari 5 halaman

Mencari Peluang Kehidupan

Para astronom tertarik mempelajari kelayakhunian dunia yang jauh. Upaya ini dilakukan bergantung pada kontur sebuah planet berbatu (lebih dekat dengan ukuran Bumi) atau berbentuk gas (lebih dekat dengan ukuran Uranus, Neptunus, Saturnus atau Jupiter).

" CHEOPS akan melakukan pengamatan presisi tinggi ukuran planet saat lewat di depan bintang inangnya," tulis ESA.

" Satelit ini akan fokus pada planet-planet di kisaran ukuran Bumi hingga Neptunus."

CHEOPS nantinya bakal melalui " metode transit" mengukur seberapa banyak bintang inang meredup ketika sebuah planet melintas di depan perspektif wahana itu.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak