Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko membantah kabar mengenai masuknya virus Corona ke Tanah Air. Berdasarkan informasi yang disampaikan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, kata Moeldoko, untuk sementara belum ada temuan masyarakat yang terpapar virus Corona di Indonesia.
" Belum, tadi saya sudah tanya ke Menkes sementara belum," ujar Moeldoko, dilaporkan Merdeka.com, Kamis, 23 Januari 2020.
Moeldoko juga memastikan Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah antisipatif untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. Pengawasan terutama dilakukan di Bandar Udara (Bandara).
" Ada upaya preventif dengan instrumen-instrumen tertentu untuk mendeteksi atas orang-orang yang masuk ke dalam, khususnya dari luar (negeri)," kata dia.
Disinggung kemungkinan pemerintah mengangkap isu virus corona dalam rapat terbatas presiden, Moeldoko mengatakan belum bisa memastikannya.
" Nanti ditunggu saja," kata dia.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
Dream - BUMN Pengelola Bandar Udara di Indonesia, PT Angkasa Pura I, memperketat pengawasan terhadap penumpang internasional yang baru bepergian dari negara-negara terjangkit virus Corona.
Seperti diketahui, virus corona yang masih satu keluarga dengan SARS sedang mewabah di Tiongkok dan membuat sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan.
Dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis 23 Januari 2020, Angkasa Pura I menjalin kerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk mengoptimalkan penggunaan thermal scanner. Alat ini diharapkan bisa mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang yang dipasang pada area kedatangan dan menerbitkan Kartu Kewaspadaan Kesehatan untuk memonitor kesehatan penumpang.
“ Pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang ini merupakan langkah kami untuk mencegah masuknya virus corona melalui wisatawan yang masuk ke Tanah Air, khususnya dari beberapa negara-negara yang telah terjangkit," kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 23 Januari 2020.
Untuk diketahui Bali dan Manado merupakan tujuan destinasi wisatawan terbesar asal China yang datang melalui bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I.
Sepanjang tahun 2019 lalu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dilewati lebih dari dari 1,19 juta penumpang asal China. Sedangkan Bandara Sam Ratulangi Manado dilewati lebih dari 116 ribu penumpang asal China.
“ Memasuki libur Tahun Baru Imlek ini, Bali dan Manado berpotensi mengalami peningkatan kunjungan wisatawan asal China sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaannya,” kata dia.
Perusahaan akan langsung melakukan tindakan jika ditemukan penumpang yang teridentifikasi memiliki kondisi suhu tubuh di atas 38 derajat serta memiliki gejala umum batuk, demam, sesak napas, dan memiliki riwayat perjalanan penerbangan dari China.
Angkasa Pura I akan langsung berkordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk selanjutnya penumpang tersebut akan dilakukan penanganan khusus.
Sekadar informasi, virus corona pertama kali mewabah di Wuhan-China dan telah menyebar ke beberapa negara di Asia seperti Thailand, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Orang yang terjangkit virus corona menunjukkan gejala penyakit umum seperti demam, batuk, sesak napas.
Dalam kondisi lebih parah, virus corona dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan angkut, gagal ginjal hingga menyebabkan kematian.
Faik juga mengingatkan penumpang untuk menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut. Para penumpang juga diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh dan melaporkan kondisinya jika memiliki gejala seperti virus ini.
“ Kami menghimbau kepada setiap penumpang, khususnya bagi Warga Negara Indonesia yang akan Corona,” kata dia.
Dream - Sebaran penyakit misterius di Wuhan, China membuat banyak negara waspada. Virus ini membuat penderitanya mengalami infeksi yang mirip pneumonia. Pada 16 Januari 2020 dilaporkan ada dua orang penduduk Wuhan meninggal karena virus tersebut.
Sementara ada lima orang yang sampai memasuki tahap kritis. Awalnya, tim medis setempat tak mengetahui secara jelas pemicu utama penyakit yang menulari banyak orang tersebut.
![]()
Setelah diteliti ternyata penyakit pneumonia atau sesak napas disebabkan oleh virus corona. Virus ini dianggap berbahaya karena sudah menyebabkan kematian, menjangkiti banyak orang dan tersebar di Thailand dan Jepang.
Berbagai negara, termasuk Indonesia akhirnya mengeluarkan peringatan terkait penularan virus pada warganya yang melakukan perjalanan ke negara-negara yang diketahui terpapar virus corona. Virus tersebut dianggap berbahaya dan sangat menular.
Dikutip dari KlikDokter, menurut dr. Devia Irine Putri, virus ini sebenarnya masih satu keluarga dengan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).
Kata corona pada virus tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Dinamakan corona sesuai dengan bentuk virus tersebut yang jika dilihat menggunakan mikroskop tampak seperti mahkota.

Virus corona pertama kali diisolasi pada 1965. Virus ini diambil dari cairan hidung seorang anak dengan gejala pilek. Biasanya, pilek disebabkan Rhinovirus atau virus influenza. Sayangnya, sampai saat ini dokter masih sulit untuk membedakan antara gejala infeksi rhinovirus, virus influenza, dan coronavirus.
" Coronavirus ini menyerang ke pernapasan. Jadi penyakit ini seperti flu tapi versi yang parahnya kalau bisa dibilang," kata dr. Devia Irine Putri.
Awalnya, virus corona itu ditularkan dari binatang ke manusia.ke orang. Biasanya binatang yang dimaksud adalah dari kucing. Namun, diketahui kalau virus corona saat ini mulai menular dari manusia ke manusia.

Terkait gejalanya, corona virus menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk. Hanya saja, virus ini biasanya menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas. Jika kondisinya sudah parah bisa menyebabkan pneumonia, infeksi di paru-paru hingga kematian.
" Karena mirip flu biasa, penyakit ini sangat berbahaya. Kita biasanya tidak tahu terkena corona atau tidak. Kalau benar-benar terkena, harus segera diisolasi karena takutnya terjadi penyebaran," pesan dr. Devia.
Untuk mencegahnya, hindari pergi ke negara yang sedang terpapar virus. Pastikan cuci tangan, jaga kebersihan, dan gunakan masker.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya