China Karantina Kota Berpenduduk 11 Juta Jiwa Akibat Virus Corona

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 23 Januari 2020 17:00
China Karantina Kota Berpenduduk 11 Juta Jiwa Akibat Virus Corona
Warga diminta tinggal di kota tersebut.

Dream - China mengarantina kota berpenduduk 11 juta jiwa, Wuhan, karena dampak virus korona. Kota Wuhan merupakan lokasi awal mula mewabahnya virus korona.

Laman Metro.co.uk, yang mengutip surat kabar milik pemerintah China, People's Daily, memberitakan bahwa warga Wuhan tidak diizinkan meninggalkan kota mulai pukul sepuluh pagi waktu setempat pada Kamis, 23 Januari 2020. Sementara itu, stasiun kereta api dan bandara akan ditutup.

Bentuk transportasi umum lain, termasuk bus dan feri dari Wuhan, juga akan ditutup dalam beberapa jam mendatang. Pejabat di China telah meminta warga untuk tidak meninggalkan kota berpenduduk sebelas juta itu ‘kecuali ada keadaan khusus’.

Penyebab virus Corona yaitu novel Coronavirus (2019-nCoV), jenis virus baru yang satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS.

1 dari 5 halaman

Siapkan Scanner

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menyiapkan termoscanner di 135 pintu keluar masuk negara Indonesia.

”135 pintu negara baik udara, laut, maupun darat yang jaga petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan. Yang paling awal bisa dideteksi adalah dengan termoscanner untuk mendeteksi suhu tubuh. Kalau ada orang dari luar negeri masuk ke Indonesia dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, maka posturnya terlihat berwarna merah pada termoscanner,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Anung Sugihantono.

Selain itu, bandara-bandara di seluruh Indonesia terutama yang mempunyai penerbangan langsung dari China, sudah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Diantaranya, mengaktifkan thermal scanner, memberikan health alert card dan KIE pada penumpang.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta, Anas Maruf mengatakan semua pintu masuk negara sudah disiapkan termoscanner.

”Dalam kondisi rutin seluruh kedatangan internasional semua selalu dilakukan pemeriksaan termoscanner meskipun tidak ada penyakit yang diwaspadai. Kalau ada penyakit yang diwaspadai maka kita tingkatkan pengamanannya,” ucap Anas.

 

2 dari 5 halaman

Terpapar Virus 'Misterius' Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Dream - Sebaran penyakit misterius di Wuhan, China membuat banyak negara waspada. Virus ini membuat penderitanya mengalami infeksi yang mirip pneumonia. Pada 16 Januari 2020 dilaporkan ada dua orang penduduk Wuhan meninggal karena virus tersebut.

Sementara ada lima orang yang sampai memasuki tahap kritis. Awalnya, tim medis setempat tak mengetahui secara jelas pemicu utama penyakit yang menulari banyak orang tersebut.

Setelah diteliti ternyata penyakit pneumonia atau sesak napas disebabkan oleh virus corona. Virus ini dianggap berbahaya karena sudah menyebabkan kematian, menjangkiti banyak orang dan tersebar di Thailand dan Jepang.

Berbagai negara, termasuk Indonesia akhirnya mengeluarkan peringatan terkait penularan virus pada warganya yang melakukan perjalanan ke negara-negara yang diketahui terpapar virus corona. Virus tersebut dianggap berbahaya dan sangat menular.

 

3 dari 5 halaman

Apa Itu Virus Corona?

Dikutip dari KlikDokter, menurut dr. Devia Irine Putri, virus ini sebenarnya masih satu keluarga dengan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Kata corona pada virus tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Dinamakan corona sesuai dengan bentuk virus tersebut yang jika dilihat menggunakan mikroskop tampak seperti mahkota.

 Flu dan Batuk? Tak Perlu ke Dokter© MEN

Virus corona pertama kali diisolasi pada 1965. Virus ini diambil dari cairan hidung seorang anak dengan gejala pilek. Biasanya, pilek disebabkan Rhinovirus atau virus influenza. Sayangnya, sampai saat ini dokter masih sulit untuk membedakan antara gejala infeksi rhinovirus, virus influenza, dan coronavirus.

" Coronavirus ini menyerang ke pernapasan. Jadi penyakit ini seperti flu tapi versi yang parahnya kalau bisa dibilang," kata dr. Devia Irine Putri.

4 dari 5 halaman

Sesak Napas Parah

Awalnya, virus corona itu ditularkan dari binatang ke manusia.ke orang. Biasanya binatang yang dimaksud adalah dari kucing. Namun, diketahui kalau virus corona saat ini mulai menular dari manusia ke manusia.

 Virus Corona© Shutterstock

Terkait gejalanya, corona virus menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk. Hanya saja, virus ini biasanya menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas. Jika kondisinya sudah parah bisa menyebabkan pneumonia, infeksi di paru-paru hingga kematian.

" Karena mirip flu biasa, penyakit ini sangat berbahaya. Kita biasanya tidak tahu terkena corona atau tidak. Kalau benar-benar terkena, harus segera diisolasi karena takutnya terjadi penyebaran," pesan dr. Devia.

Untuk mencegahnya, hindari pergi ke negara yang sedang terpapar virus. Pastikan cuci tangan, jaga kebersihan, dan gunakan masker.

Selengkapnya baca di sini.

5 dari 5 halaman

Cara Indonesia Cegah Masuknya Virus Corona Jenis Baru

Dream - Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, mengimbau jajarannya untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. Virus jenis baru ini yang menyebabkan MERS dan SARS itu pertama kali dideteksi di Wuhan, China bagian tengah.

Terawan juga meminta semua pintu masuk ke Indonesia, seperti bandara dan pelabuhan, dijaga ketat. Sehingga, kondisi kesehatan orang yang masuk ke Indonesia bisa terpantau. " Semua bandara, semua pelabuhan, dijaga ketat," ujar Terawan dikutip dari Liputan6.com, Kamis 16 Januari 2020.

 © Dream

Menurut Terawan, virus mematikan itu sudah masuk ke Bangkok, Thailand, hingga Jepang. Sehingga dia terus memberikan peringatan kepada jajarannya agar tidak lengah. " Ini warning terus. Saya giatkan karena itu penularannya paling cepat kalau model SARS kaya begitu," ucap dia.

Meski demikian, dokter pensiunan TNI itu belum mengetahui cara menyebarnya virus tersebut. " Model pneumonia dari Wuhan itu modelnya yang mana kita belum tahu. Tapi paling tidak kita harus mewaspadai karena itu bisa berbahaya," kata dia.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam