Dewan Fatwa MUI Bantah Akan Haramkan Netflix

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 23 Januari 2020 14:40
Dewan Fatwa MUI Bantah Akan Haramkan Netflix
Tidak ada yang mewawancarai saya, kata Hasanuddin.

Dream - Ketua Dewan Fatwa Majelis Ulama Majelis Indonesia (MUI), Prof. Hasanuddin AF membantah lembaganya akan mengeluarkan fatwa yang mengharamkan penyedia konten dari luar negeri, Netflix.

" Katanya ada pernyataan saya di medsos ya, itu sama sekali nggak benar. Saya sama sekali belum menyatakan apa-apa," ujar Hasanuddin kepada Dream, Kamis, 23 Januari 2020.

Terkait ramainya pemberitaan, Hasanuddin pun merasa tidak pernah ada yang mewawancarainya terkait rencana MUI akan membuat fatwa haram untuk Netflix.

" Nah itu saya yang nggak ngerti. Kalau memang ada pernyataan saya, kapan itu siapa yang mewawancarai saya? Saya nggak tahu menahu," kata dia.

Bahkan hingga saat ini Hasanuddin mengaku tidak mengetahui secara pasti apa itu Netflix.

" Bahkan Netflix itu sendiri saya belum tahu," kata dia.

1 dari 4 halaman

Dinilai Sebar Konten SARA dan Asusila, Begini Jawab Netflix

Dream - Manajer Komunikasi Netflix, Kooswardini Wulandari, menjawab tudingan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang menyebut tayangan penyedia layanan media streaming itu mengandung unsur pornografi, SARA, dan asusila.

Menurut Kooswardini, sebagai layanan on-demand, Netflix memungkinkan konsumen untuk tidak menjadi anggota dan memutuskan apa yang ingin ditonton.

" Layanan kami mencakup panduan rating dan sinopsis episode untuk membantu anggota membuat pilihan berdasarkan informasi tentang apa yang tepat bagi mereka dan keluarga mereka," kata Kooswardini, Selasa 21 Januari 2020.

Kooswardini mengatakan, Netflix telah mengatur pengawasan dan batasan usia penonton. Tidak hanya itu, Netflix juga memberikan kendali penuh orang tua dengan fitur password atau PIN.

" Fitur kontrol orang tua (parental control) serta PIN untuk mengatur konten pada tingkat-tingkatan usia tertentu di akun Netflix," ucap dia.

 

2 dari 4 halaman

Permintaan Kemkominfo dan YLKI

Sebelumnya diberitakan, YLKI meminta Kemkominfo untuk memblokir Netflix. Kemkominfo diminta tegas karena Netflix menyediakan konten negatif.

" Kewenangan take down di Kemkominfo, seharusnya tanpa perlu menunggu laporan masyarakat dan wajib melakukan monitoring. Kalau itu bertentangan, minimal menegur atau bisa take down Netflix. Jadi, ancaman itu bisa memperkuat posisi tawar Indonesia," tulis Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo.

Plt Kabiro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Ferdinandus Setu mengaku sudah mendengar aduan YLKI terkait konten negatif di Netflix. Kendati, pihaknya akan terlebih dulu melakukan pemantaun mengenai apa yang disinggungkan oleh YLKI.

" Terkait itu, kami perlu mendapatkan film mana atay drama dan seri mana yag persis mengandung muatan yang dilarang karena pasti tidak seluruhnya. Artinya mungkin hanya satu atau dua scene yang mengandung hal itu," kata Ferdinandus.

Ferdinandus melanjutkan, seharusnya Netflix sudah tahu kewajiban untuk memiliki mekanisme penyaringan unsur negatif terkait. Karena kalau tidak, Kemkominfo dapat bertindak tegas untuk memblokir layanan mereka seluruhnya di Indonesia.

" Kalau mereka tidak sediakan mekanisme menghilangkan adegan itu yang melanggar UU ITE maka mau tak mau keseluruhan Netflix tidak bisa beroperasi karena seluruh platform harus sediakan sarana teknis agar konten dilarang UU ITE tak dapat diakses," ucap dia.


Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro

3 dari 4 halaman

Nadiem Makarim Gandeng Netflix

Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kerja sama dengan layanan media streaming digital Netflix. Kerja sama ini ditempuh untuk meningkatkan pertumbuhan perfilman di Indonesia.

" Kami apresiasi Netflix yang memberikan dukungan terhadap pertumbuhan perfilman Indonesia. Kemitraan ini kita lakukan sebagai upaya mendukung dan menginternasionalkan produksi film anak bangsa," kata Mendikbud, Nadiem Makarim, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 9 Januari 2019.

Nadiem mengatakan, kerja sama dengan Netflix ini berfokus pada kemampuan kreatif, di antaranya, penulisan kreatif (creative writing), pelatihan pasca-produksi, serta undangan untuk mengirim konsep cerita film pendek.

Tidak hanya teknis pembuatan film, kerja sama juga mendukung upaya pelatihan bidang keamanan online serta tata kelola industri kreatif.

" Kami percaya, inovasi-inovasi yang terus dihasilkan Kemendikbud seperti ini akan mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif Indonesia, memungkinkan pembuat film Indonesia untuk mengekspor lebih banyak produk kreatif ke luar negeri," kata dia.

4 dari 4 halaman

Film-film Indonesia

Kuek Yu-Chuang Managing Director, Netflix Asia Pacific, mengaku sangat terkesan dengan cerita-cerita film dari Indonesia yang ditayangkan di Netflix. Dengan kerja sama ini diharapkan akan ada lagi film yang mengangkat tema Indonesia.

" Kami percaya akan ada banyak cerita hebat yang dihasilkan dari Indonesia. Melalui inisiatif-inisiatif ini, kami ingin bisa berkontribusi pada pertumbuhan komunitas kreatif di Indonesia. Netflix juga berharap cerita-cerita tersebut bisa membawa tema-tema unik mengenai Indonesia dan dapat dinikmati oleh masyarakat dunia," ucap dia.

Dalam hal kemitraan ini, Kemendikbud dan Netflix akan membuat suatu workshop yang akan diikuti oleh 100 peserta dari penulis naskah film di Indonesia. Nantinya, 15 orang akan diberangkatkan ke Los Angeles, California.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam