Pegawai di Gedung BRI Diduga Terpapar Virus Corona Ternyata Radang Tenggorokan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 23 Januari 2020 17:18
Pegawai di Gedung BRI Diduga Terpapar Virus Corona Ternyata Radang Tenggorokan
Hasil diagnosa pegawai Huawei itu diperoleh setelah dilakukan penanganan medis di rumah sakit terdekat..

Dream - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) melakukan sistem pengendalian risiko karena dugaan salah satu karyawan di Gedung BRI II di Bendungan Hilir, Jakarta.

Corporate Secretary Bank BRI, Hari Purnomo, dalam keterangan tertulisnya memastikan perusahaan tengah melakukan investigasi terhadap dugaan salah satu karyawan Huawei Indonesia yang berkantor di Gedung tersebut terpapar virus Corona.

" Pekerja Huawei yang demam telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis serta diagnosa kebenaran terkena virus Corona," tulis Hari, Kamis, 23 Januari 2020.

BRI juga telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh karyawan yang bekerja di Gedung BRI I dan II untuk selalu memakai masker. 

" Bank BRI senantiasa mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perkantoran bagi para pekerja BRI sebagaimana yang tercantum pada peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 48 Tahun 2016," kata dia.

1 dari 5 halaman

Huawei

Sementara itu, official statement PT Huawei Tech Investment menyebut, karyawan Huawei yang diketahui mengalami demam tersebut merupakan pegawai dari Tiongkok yang sedang mengunjungi kantor Huawei di Jakarta.

" Kami dengan tanggap telah mengantarkan karyawan tersebut segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit," ucap dia.

Terkait penyakit yang diidap pegawainya tersebut, Huawei belum bisa memastikan apakah karyawan tersebut terjangkit virus Corona atau tidak. Huawei masih menunggu konfirmasi dari pihak rumah sakit

" Begitu kami menerima konfirmasi, kami akan menginformasikan kembali," ucap dia.

Huawei menyebut, pembagian masker di kantornya sebagai langkah dan prosedur kepedulian kami terhadap kesehatan di lingkungan kerja.

2 dari 5 halaman

Hasil Diagnosa Ternyata Radang Tenggorokan

Informasi terbaru dari manajemen BRI menyatakan pegawai yang awalnya diduga terkena virus corona ternyata terserang radang tenggorokan.

Hari mengatakan, informasi tersebut diperoleh setelah perusahaan yang telah berkoordinasi dengan Huawei mendapat penjelasan hasil diagnosa dokter.

Saat mengetahui pegawai mengalami demam diketahui Huawei langsung melarikannya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penangan medis.

" Dan dari hasil diagnosa rumah sakit, dinyatakan bahwa pekerja tersebut terserang radang tenggorokan," ujar Hari dalam keterangan tersebut.

Bank BRI kembali menegaskan perusahaan selama ini selalu mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perkantoran bagi para pekerja BRI sebagaimana yang tercantum pada peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 48 Tahun 2016. (Sah)

3 dari 5 halaman

Virus Misterius Menyebar di China, Asia Waspada

Dream - Sejumlah negara di Asia memperketat bandar udara internasionalnya. Kondisi ini dilakukan setelah otoritas kesehatan China melaporkan 44 kasus 'pneumonia virus yang tidak diketahui asalnya`.

Yuen Kwok-yung, seorang ahli mikrobiologi di Universitas Hong Kong, mengatakan, infeksi virus di Wuhan tampak mirip dengan wabah flu burung 1997 dan epidemi SARS di Cina. Dia mengatakan ada kemungkinan bahwa hewan juga membawa virus dalam wabah terbaru.

" Saat ini kami masih belum mengidentifikasi sesuatu yang signifikan," kata Yuen yang mendesak masyarakat untuk tidak khawatir, dilaporkan Nikkei, Senin, 6 Januari 2020.

SARS, atau sindrom pernafasan akut yang parah, yang muncul di Cina selatan pada akhir 2002, menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan membunuh 775 orang di seluruh dunia..

Saat ini, Hong Kong, Makau, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia mengambil langkah-langkah darurat. Termasuk kontrol kesehatan yang lebih ketat di perbatasan dan pemeriksaan suhu penumpang semua penerbangan dari Wuhan, di provinsi Hubei, China, tempat wabah itu bermula.

Pejabat China mengatakan, sebanyak 11 pasien berada dalam kondisi kritis dengan gejala infeksi saluran pernapasan, termasuk demam dan kesulitan bernafas.

 

4 dari 5 halaman

Terus Diuji

 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Pergi ke Hong KongHal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Pergi ke Hong Kong © © MEN

Sementara itu, otoritas kesehatan di Hong Kong bersiaga siaga tinggi menyusul lima kasus pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan demam setelah mengunjungi Wuhan, sekitar empat jam dengan kereta api dari Hong Kong.

Dua dari pasien telah keluar dari rumah sakit setelah pemulihan penuh. Hasil tes pasien ketiga negatif SARS, influenza, dan flu burung. Dua lainnya sedang menunggu hasil tes.

" Tidak ada kasus pneumonia serius yang terkait dengan wabah Wuhan telah dilaporkan di Hong Kong sejauh ini," kata Sophia Chan, Sekretaris Kementerian Pangan dan Kesehatan Hong Kong, Kamis, 2 Januari 2020.

5 dari 5 halaman

Pencegahan Pemerintah Sejumlah Negara

 Wisata Menarik di Bandara Changi SingapuraWisata Menarik di Bandara Changi Singapura © © MEN

Pemerintah Hong Kong telah meluncurkan pencegahan, termasuk memasang sistem pencitraan termal tambahan di Bandara Internasional Hong Kong. Selain itu, pemerintah Hong Kong meningkatkan langkah-langkah untuk membersihkan dan mendisinfeksi kereta ekspres yang masuk dan pesawat dari Wuhan.

" Investigasi masih dilakukan dan pihak berwenang belum dapat mengkonfirmasi patogen apa yang menyebabkan penyakit ini," seorang penasihat senior Organisasi Kesehatan Dunia di China.

Di Taiwan, pihak berwenang telah meningkatkan upaya penyaringan perbatasan penerbangan dari Wuhan. Sementara itu, otoritas Bandara Changi Singapura, mengawasi para pelancong yang datang dari Wuhan sejak Jumat, 3 Januari 2020. Kementerian Kesehatan Malaysia juga meluncurkan langkah-langkah untuk memeriksa gejala seperti demam di semua perbatasan internasional.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna