Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) melakukan sistem pengendalian risiko karena dugaan salah satu karyawan di Gedung BRI II di Bendungan Hilir, Jakarta.
Corporate Secretary Bank BRI, Hari Purnomo, dalam keterangan tertulisnya memastikan perusahaan tengah melakukan investigasi terhadap dugaan salah satu karyawan Huawei Indonesia yang berkantor di Gedung tersebut terpapar virus Corona.
" Pekerja Huawei yang demam telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis serta diagnosa kebenaran terkena virus Corona," tulis Hari, Kamis, 23 Januari 2020.
BRI juga telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh karyawan yang bekerja di Gedung BRI I dan II untuk selalu memakai masker.
" Bank BRI senantiasa mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perkantoran bagi para pekerja BRI sebagaimana yang tercantum pada peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 48 Tahun 2016," kata dia.
Sementara itu, official statement PT Huawei Tech Investment menyebut, karyawan Huawei yang diketahui mengalami demam tersebut merupakan pegawai dari Tiongkok yang sedang mengunjungi kantor Huawei di Jakarta.
" Kami dengan tanggap telah mengantarkan karyawan tersebut segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit," ucap dia.
Terkait penyakit yang diidap pegawainya tersebut, Huawei belum bisa memastikan apakah karyawan tersebut terjangkit virus Corona atau tidak. Huawei masih menunggu konfirmasi dari pihak rumah sakit
" Begitu kami menerima konfirmasi, kami akan menginformasikan kembali," ucap dia.
Huawei menyebut, pembagian masker di kantornya sebagai langkah dan prosedur kepedulian kami terhadap kesehatan di lingkungan kerja.
Informasi terbaru dari manajemen BRI menyatakan pegawai yang awalnya diduga terkena virus corona ternyata terserang radang tenggorokan.
Hari mengatakan, informasi tersebut diperoleh setelah perusahaan yang telah berkoordinasi dengan Huawei mendapat penjelasan hasil diagnosa dokter.
Saat mengetahui pegawai mengalami demam diketahui Huawei langsung melarikannya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penangan medis.
" Dan dari hasil diagnosa rumah sakit, dinyatakan bahwa pekerja tersebut terserang radang tenggorokan," ujar Hari dalam keterangan tersebut.
Bank BRI kembali menegaskan perusahaan selama ini selalu mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perkantoran bagi para pekerja BRI sebagaimana yang tercantum pada peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 48 Tahun 2016. (Sah)
Dream - Sejumlah negara di Asia memperketat bandar udara internasionalnya. Kondisi ini dilakukan setelah otoritas kesehatan China melaporkan 44 kasus 'pneumonia virus yang tidak diketahui asalnya`.
Yuen Kwok-yung, seorang ahli mikrobiologi di Universitas Hong Kong, mengatakan, infeksi virus di Wuhan tampak mirip dengan wabah flu burung 1997 dan epidemi SARS di Cina. Dia mengatakan ada kemungkinan bahwa hewan juga membawa virus dalam wabah terbaru.
" Saat ini kami masih belum mengidentifikasi sesuatu yang signifikan," kata Yuen yang mendesak masyarakat untuk tidak khawatir, dilaporkan Nikkei, Senin, 6 Januari 2020.
SARS, atau sindrom pernafasan akut yang parah, yang muncul di Cina selatan pada akhir 2002, menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan membunuh 775 orang di seluruh dunia..
Saat ini, Hong Kong, Makau, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia mengambil langkah-langkah darurat. Termasuk kontrol kesehatan yang lebih ketat di perbatasan dan pemeriksaan suhu penumpang semua penerbangan dari Wuhan, di provinsi Hubei, China, tempat wabah itu bermula.
Pejabat China mengatakan, sebanyak 11 pasien berada dalam kondisi kritis dengan gejala infeksi saluran pernapasan, termasuk demam dan kesulitan bernafas.

Sementara itu, otoritas kesehatan di Hong Kong bersiaga siaga tinggi menyusul lima kasus pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan demam setelah mengunjungi Wuhan, sekitar empat jam dengan kereta api dari Hong Kong.
Dua dari pasien telah keluar dari rumah sakit setelah pemulihan penuh. Hasil tes pasien ketiga negatif SARS, influenza, dan flu burung. Dua lainnya sedang menunggu hasil tes.
" Tidak ada kasus pneumonia serius yang terkait dengan wabah Wuhan telah dilaporkan di Hong Kong sejauh ini," kata Sophia Chan, Sekretaris Kementerian Pangan dan Kesehatan Hong Kong, Kamis, 2 Januari 2020.

Pemerintah Hong Kong telah meluncurkan pencegahan, termasuk memasang sistem pencitraan termal tambahan di Bandara Internasional Hong Kong. Selain itu, pemerintah Hong Kong meningkatkan langkah-langkah untuk membersihkan dan mendisinfeksi kereta ekspres yang masuk dan pesawat dari Wuhan.
" Investigasi masih dilakukan dan pihak berwenang belum dapat mengkonfirmasi patogen apa yang menyebabkan penyakit ini," seorang penasihat senior Organisasi Kesehatan Dunia di China.
Di Taiwan, pihak berwenang telah meningkatkan upaya penyaringan perbatasan penerbangan dari Wuhan. Sementara itu, otoritas Bandara Changi Singapura, mengawasi para pelancong yang datang dari Wuhan sejak Jumat, 3 Januari 2020. Kementerian Kesehatan Malaysia juga meluncurkan langkah-langkah untuk memeriksa gejala seperti demam di semua perbatasan internasional.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya