Pasien 03 dan 10 Negatif Covid-19, RSPI Tunggu Hasil Tes Kedua

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 12 Maret 2020 18:02
Pasien 03 dan 10 Negatif Covid-19, RSPI Tunggu Hasil Tes Kedua
Kondisi pasien nomor 3 dan 10 stabil.

Dream - Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi, Prof dr Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, mengatakan, dua pasien yang virus corona, Covid-19, kasus-3 dan kasus-10 telah dinyatakan negatif.

Hasil itu didapat dari pemeriksaan laboratorium pertama. Sebelumnya, kedua pasien ini sempat dinyatakan positif Covid-19.

" Jadi pasien nomor 10 yang nasional itu di kita, jadi yang sudah konferensi negatif itu pasien nomor 3 dan nomor 10," ujar Syahril, dilaporkan Merdeka.com, Kamis, 12 Maret 2020.

Syahril menuturkan, apabila hasil laboratorium kedua dari kasus 3 dan 10 itu negatif, maka kedua pasien itu diperbolehkan untuk pulang atau kembali bersama keluarga.

Saat ini, kondisi orang itu dalam keadaan baik dan kondisinya stabil. Sehingga, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium kedua dari pasien nomor 3 dan 10.

" Tadi rencana mau kita pulangkan hari ini, ternyata sampai hari ini labnya belum selesai dan kita belum mendapatkan hasilnya," kata dia.

 

1 dari 6 halaman

Jangan Berbondong untuk Besuk

Pasien harus lebih dulu dua kali melalui tahap pemeriksaan sebelum diperbolehkan pulang. Hasil laboratorium mestinya sudah keluar hari ini.

" Alhamdulillah semua baik sama seperti kemarin stabil tidak terjadi perburukan semua baik, tensi keadaan umum, kemudian interaksi, kemudian bisa melakukan kegiatan sehari-hari," ucap dia.

Dua pasien tersebut, harus perbanyak istirahat di rumah demi menjaga kesehatannya. Dia juga mengimbau, pasien ini tak bisa kontak langsung dengan masyarakat sekitar.

" (Boleh kontak langsung) Ya jadi gini, sama seperti penyakit lain saya kira ya, kalau kita abis dari rumah sakit samakan perlu istrahat di rumah jugakan ya. Jadi janganlah berbondong-bondong untuk besuk, kasihan dia biar istrahat," kata dia.

Kedua, kata Syahril, pemulihan kesehatan pasien. Mereka, akan menjalani self isolation.

" Tetapi jangan disebut dengan isolasi yang menakutkan, seolah-olah dia enggak boleh keluar tapi terbatas, pakai masker tetap," ucap dia.

Sumber: Merdeka.com/Nur Habibie

2 dari 6 halaman

Menkes Terawan: 3 Pasien Positif Virus Corona Dinyatakan Sembuh

Dream - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengatakan bahwa tiga pasien yang semula dinyatakan positif terinfeksi virus Corona Covid-19 telah sembuh.

" Hari ini saya sudah cek kondisinya, ada tiga yang kita nyatakan sembuh baik dari sisi laboratorium, baik dari sisi klinis," kata Terawan, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 12 Maret 2020.

Terawan mengaku telah mengecek langsung kondisi kesehatan tiga orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dia akan bertanggung jawab atas kesembuhan pasien.

" Saya bahagia, teorinya benar bahwa ini penyakit yang akan sembuh sendiri," ucap dia.

Sementara, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, ketiga pasien dinyatakan sembuh usai menjalani dua kali pemeriksaan laboratorium.

Adapun tiga pasien tersebut adalah pasien nomor kasus 06 (laki-laki, 39 tahun), kasus 14 (laki-laki. 50 tahun), dan kasus 19 (laki-laki, 49 tahun).

" Ada 3 pasien secara klinis sudah membaik tidak ada keluhan, secara laboratorium dua kali dilakukan pemeriksaan hasilnya negatif," kata Achmad. 

Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie

3 dari 6 halaman

Satu Pasien Isolasi Virus Corona Baru di RSPI Sulianti Saroso Meninggal Dunia

Dream - Dirut Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof dr Sulianti Saroso, Mohammad Syahril melaporkan satu pasien suspect virus corona yang dirawat di ruang isolasi meninggal dunia. Pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit pemerintah.

" Pagi tadi jam 8 itu ada yang meninggal 1, yang tadi malam dikirim itu," kata Syahril, Kamis, 12 Maret 2020.

Menurut Syahril, kondisi pasien tersebut sudah memburuk saat diterima RSPI Sulianti Saroso.

Pasien datang dalam keadaan ARDS (respiratory distress syndrome) atau pneumonia berat dan menggunakan ventilator.

" Tadi malam masuk dan sudah kita lakukan terapi maksimal ternyata tidak tertolong pagi hari ini," kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya dan RS yang menangani sebelumnya sedang memeriksakan sampel dari pasien itu untuk mengetahui yang bersangkutan positif atau negatif corona. Tetapi, hasilnya belum diketahui.

" Labnya belum ada hasil juga. Tetapi dari tracking pasien itu tidak ada kontak yang betul-betul erat didapatkan, jadi saat ini masih dipelajari betul oleh rumah sakit yang mengirim maupun dari kita. Mudah-mudahan negatif dan tidak ada apa-apa," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

4 dari 6 halaman

Ini Daftar 132 Rumah Sakit Rujukan Infeksi Virus Corona

Dream - Kementerian Kesehatan menyiapkan 132 Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu untuk menangani penyebaran virus Corona, Covid-19. 

Rumah sakit rujukan itu memiliki empat tugas. Di antaranya, melakukan penatalaksanaan dugaan kasus yang berpotensi kejadian luar biasa Penyakit Infeksi Emerging Tertentu dan memberikan pelayanan rujukan pasien dan rujukan spesimen yang berkualitas sesuai dengan standar.

Selain itu juga meningkatkan kapasitas sumber daya yang diperlukan dalam rangka penatalaksanaan dugaan kasus yang berpotensi kejadian luar biasa Penyakit Infeksi Emerging Tertentu. Kemudian, melakukan pencatatan dan pelaporan.

Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu tersebut nantinya mendapatkan penggantian biaya perawatan pasien penyakit infeksi emerging tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Daftar Rumah Sakit Rujukan Kementerian Kesehatan© Istimewa

Dalam melaksanakan tugas, rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging menyampaikan laporan secara berkala atau setiap ditemukan kasus suspect penyakit infeksi emerging tertentu kepada Menteri Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan.

5 dari 6 halaman

Jumlah Orang Terinfeksi Corona di Luar China Melonjak Tajam

Dream - Kenaikan angka penderita virus Corona, Covid-19, di luar China meningkat pesat. Menurut data The John Hopkins University-Center for Systems Science and Engineering (CSSE) awal Februari hingga 12 Maret 2020 jumlahnya melonjak hingga 45.027.

Menurut data, pada awal Februari 2020, kasus virus Corona di luar China tercatat 173 kasus. Angka tersebut terus meroket hingga hari ini mencapai 45,200 kasus.

Kasus terbesar di luar China terjadi di Italia. Di Negeri Pizza itu, terdapat 12.462 kasus. Kematian mencapai 827 jiwa.

Made with Flourish© Dream

Di bawah Italia, ada Iran dengan 9.000 kasus infeksi. Sebanyak 354 pasien meninggak dunia. Korea Selatan dengan kasus infeksi sebesar 7.755, jumlah kematian sebesar 60 orang, Prancis dengan kasus infeksi sebesar 2.284 dan total kematian 48.

Sementara itu di Spanyol, kasus infeksi telah mencapai 2.277 orang, 55 pasien meninggal dunia. Kasus Covid-19 juga terjadi di Jerman, dengan angka infeksi mencapai 1.966 dengan kematian tiga orang.

Di Negara Paman Sam, Amerika Serikat, kasus virus corona juga semakin meningkat jumlahnya. Pasien yang terinfeksi telah mencapai 1.312 dengan total kematian 38 orang.

Dari laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) negara yang sudah terinfeksi mencapai 114.

Data dari Kantor Staf Presiden (KSP) saat ini Indonesia menghadapi 34 pasien yang positif virus corona. Dua di antaranya dinyatakan pulih dan seorang pasien meninggal dunia.

Tim Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 793 orang telah diperiksa. Dari jumlah itu, 744 di antaranya dinyatakan negatif virus Corona dan 15 orang lain sedang dalam proses.

6 dari 6 halaman

Pakai 'Salaman Corona', Wapres KH Ma'ruf Amin Minta Maaf

Dream - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin melakukan `salaman corona` saat membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Covid-19.

" Saya minta maaf kalau terpaksa salamannya pakai `salaman corona`," kata Ma'ruf, Rabu, 11 Maret 2020.

'Salaman corona` yang dikenalkan Ma'ruf Amin yaitu salaman tanpa bersentuhan satu sama lain. Cara ini untuk menghindari pemaparan virus.

Ma'ruf mengatakan, biasanya dia kerap mendapat salaman dari orang-orang lain. Punggung tangannya juga kerap diciumin.

" Bisanya banyak yang ketemu saya ada yang cium tangan. Kali ini terpaksa salamannya tidak cium tangan untuk menangkal corona," ujar dia.

Di acara itu, Ma'ruf Amin juga berkelakar mengenai proses penangkalan virus corona menggunakan susu kuda liar. Diyakini, susu kuda liar memperkuat imunitas tubuh.

" Ternyata di sini ada yang bisa menangkal corona, seperti yang ditawarkan Pak Gubernur, yaitu susu kuda liar. Tetapi, kita juga harus berhati-hati, harus bisa menangkal dampak dari susu kuda liar itu," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Eko Prasetya

Beri Komentar