5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Setiap orang rela banting tulang demi bisa menjadi kaya. Mereka mengumpulkan rezeki sedikit demi sedikit, hingga tertumpuk harta yang melimpah.
Ada juga yang begitu giat bekerja demi punya harta. Pergi pagi pulang malam demi mengejar mimpi menjadi kaya.
Sayangnya, banyak dari kita mungkin lupa kekayaan bukanlah diukur dari banyaknya harta. Sebab, suatu saat harta pun akan habis dan lenyap.
Sementara Allah SWT tidak memandang kayanya seseorang dari materi yang dia miliki. Lantas seperti apa orang kaya di hadapan Allah SWT?
Dikutip dari Islami.co, dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,
" Tidak dikatakan kaya bila bergelimang harta namun yang dimaksud kaya adalah kaya akan diri dengan tak berharap dari pemberian orang lain."
Imam As Suyuti menjelaskan maksud hadis ini dalam kitabnya Adz Dzibaaj. Menurut Imam As Suyuti, hadis di atas menjelaskan orang kaya adalah mereka yang mampu mengarahkan diri kepada segala kebaikan.
Mereka tidak mengutamakan urusan materi. Merasa cukup dengan pemberian Allah SWT dan tidak tergiur kekayaan orang lain.
Saat orang mampu mengarahkan diri untuk tidak bergantung pada pemberian yang lain, dia sudah ridha dengan ketentuan Allah. Orang inilah yang termasuk kaya di mata Allah.
Untuk bisa sampai pada posisi itu, dibutuhkan keyakinan yang tinggi dalam diri akan rezeki dari Allah. Dia harus berusaha keras mencukupi kebutuhannya secara halal.
Sumber: Islami.co
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
