Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Madinah (Foto: Enjoy-wisata.com)
Dream - Keajaiban doa Rasulullah SAW untuk Kota Madinah sampai saat ini terus dirasakan oleh para jamaah haji dan umroh yang berziarah ke Kota Rasul tersebut. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Hijrah Rasulullah dari Kota Mekah menuju Madinah.
Panas di Kota Madinah begitu dirasakan umat Islam yang baru saja hijrah ke sana. Penduduk Mekah yang sudah terbiasa dengan panasnya Kota Mekah ternyata masih merasakan kepanasan di Madinah, tempat barunya itu.
Sebab derajat di Madinah lebih tinggi dibandingkan Mekah, pada waktu awal-awal Rasulullah berhijrah ke Madinah. Tidaklah heran, jika sejumlah sahabat yang menyusul hijrah ke Madinah banyak yang mengeluhkan tingginya derajat panas kota yang saat itu masih bernama Yatsrib.
Kala itu, penduduk Yatsrib dikenal memiliki kebiasaan buruk, yakni suka mengurangi timbangan, mencuri takaran dan sejenisnya. Bahkan, diceritakan bahwa tidak ada kelompok atau penduduk suatu daerah yang curang dalam hal timbangan, takaran atau ukuran, melebihi curangnya penduduk Yatsrib waktu itu. Oleh karena itu, surat pertama yang diturunkan di Kota Madinah adalah surat Al-Muthaffifin (83) ayat 1-4.
" Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan." [Al-Muthaffifin (83): 1-4]
Berkat doa Rasulullah dan juga teguran dari Allah melalui ayat ini, pada akhirnya para penduduk Madinah berubah menjadi penduduk dan umat yang sangat memperhatikan masalah timbangan, ukuran dan takaran. Komoditas yang diukur atau ditimbang dengan timbangan atau ukuran Madinah, akan mendapat berkah doa Rasulullah. Kini, di zaman sekarang, kita bisa membuktikan keajaiban doa Rasulullah bagi orang-orang Madinah Al-Munawarah.
Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Kitab Muwatta', ada lagi doa lain yang dipanjatkan Rasulullah untuk Kota Madinah.
Ulasan selengkapnya yuk baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya