Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi.
Dream – Nasib tragis dialami oleh lima warga Thailand di Malaysia. Mereka tidak hanya dikerahkan untuk mengemis lebih dari 10 jam sehari, tapi juga tak diberi makan jika gagal mengumpulkan sumbangan 100 ringgit atau sekitar Rp312.000 perhari.
Sebagaimana dikutip Dream dari laman Mynewshub.cc, Kamis 8 Juni 2017, Kepala Departemen Investigasi Kriminal Perak, Gan Tian Kee, mengatakan, kelima orang Thailand, yang berusia 18 hinga 28 tahun, itu diamankan saat mengemis.
Mereka mengaku meminta sumbangan di daerah Ipoh dan bazaar Ramadan untuk membangun masjid di Naratiwat, Thailand. “ Waktu korban meminta sumbangan itu pukul 06.30-17.00 pada hari biasa dan sepanjang Ramadan itu 06.30-19.00,” kata Gan Tian Kee.
Semua korban ini dibawa masuk ke Malaysia oleh seorang warga Thailand berusia 36 tahun yang bertindak sebagai penjaga mereka, dengan seorang lelaki yang dikenali sebagai ustaz atau Pok The, melalui Padang Besar, Perlis.
Gan Tian Kee menambahkan, kebiasaan ini sudah berlangsung sejak 11 bulan. Dalam operasi itu, ada seorang korban yang diselamatkan di daerah Gunung Rapat. Polisi mengambil berbagai macam barang dari korban, seperti tas ransel, berkas untuk keperluan donasi, telepon seluler, uang tunai 60 ringgit (Rp187.124), dan uang 200 baht (Rp78.131).
Dari pengakuan korban itulah, polisi mengawasi Bazar Ramadan Taman Perpaduan Tambun dan terlihat seseorang yang sedang meminta sumbangan.
“ Kira-kira pukul 21.50, polisi menyerbu di sebuah rumah di Lorong Sungai Choh, Taman Tanjung Dumai, Tanjung Rambutan, yang diduga tempat tinggal korban dan menyelamatkan empat lelaki warga Thailand dalam satu bilik,” kata dia.
Gan Tian Kee mengatakan, polisi juga merampas berbagai barang, termasuk mobil Volvo, uang tunai 924 ringgit (Rp360.968), lima telepon seluler, empat buku catatan hasil sumbangan, lima paspor, dan tiga resi kutipan Masjid Nurul Huda, selain menahan penjaga yang bersangkutan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya