Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 Dikawal Petugas Melihat Barang-barang Temuan Di Pelabuhan JICT 2, Jakarta, Rabu (31/10). 189 Orang Menjadi Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 Pada Senin (29/10) Lalu. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Dream - Harapan masih muncul di batin para keluarga korban kecelakaan Lion Air JT610. Perwakilan keluarga korban berharap Presiden Joko Widodo memperpanjang masa pencarian penumpang di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.
" Kami mewakili pihak keluarga yang belum ditemukan. Kami berharap kepada tim Basarnas dalam hal ini khususnya ke Pak Jokowi untuk bisa melanjutkan sampai semua ditemukan," ucap Dodi Widodo, dikutip dari Liputan6.com, Rabu, 7 November 2018.
Hingga saat ini, Sandi Johan Ramadhan, anak Dodi, belum ditemukan. Dodi mengatakan, dari bagian tubuh yang terdapat di 186 kantong jenazah RS Polri, tidak satupun yang identik dengan Sandi.
" Sampai hari ini ada 44 jenazah yang sudah teridentifikasi. Artinya, masih ada 145 jenazah yang belum teridentifikasi," ujar Dodi.
Dodi meminta Jokowi juga mengambil keputusan bisa menugaskan tim SAR gabungan dalam operasi tersebut. Setidaknya, hingga seluruh jenazah korban kecelakaan Lion Air ditemukan.
Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berencana akan kembali memperpanjang masa pencarian. Kepala Basarnas, Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengatakan, selama tiga hari mendatang operasi pencarian akan berjalan seperti biasa.
" Operasi tetap berjalan seperti biasanya, semangat tetap tinggi, sinergitas mantap. Setelah kembali, kami rapat dan evaluasi beberapa masukan dari lapangan, kami putuskan evakuasi pencarian korban ini diperpanjang tiga hari, khusus untuk Basarnas," kata Syaugi.
Syaugi mengatakan, alasan memperpanjang waktu pencarian yaitu masih ditemukannya potongan tubuh korban. Meski sudah tidak sebanyak hari-hari sebelumnya.
" Sekarang masih ada lagi di laut, belum tahu jumlahnya (korban) berapa, mengingat tren penemuan korban ini semakin menurun. Saya ingatkan lagi operasi perpanjangan ini khusus untuk Basarnas, kami tetap buka posko di sini, di lapangan tidak ada yang berubah," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahadi
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya