Kemenag Ingin Bawa Pulang 79.863 Benda Bersejarah RI dari Museum Belanda

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 26 Desember 2019 09:04
Kemenag Ingin Bawa Pulang 79.863 Benda Bersejarah RI dari Museum Belanda
Kemenag tengah mengupayakan repatriasi koleksi benda bersejarah milik Indonesia itu dari dua museum di Belanda.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) berupaya mengembalikan benda-benda bersejarah asal Indonesia yang masih tersimpan di Belanda. Benda-benda bersejarah itu diantaranya berada di Museum Volkenkunde, Leiden dan Toopen Museum, Amsterdam, Belanda.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi, Balitbangdiklat Kemenag, Muhammad Zain, mengatakan, rencana repatriasi koleksi bersejarah untuk mendukung kajian keagamaan dan sinergi dengan perpustakaan atau museum di Indonesia.

" Jika rencana repatriasi koleksi museum ini ditetapkan, Kemenag sangat mendukung dan sebisa mungkin menampung koleksi-koleksi yang berkaitan dengan keagamaan dan bersinergi dengan perpustakaan atau museum di Indonesia yang terkait," kata Zain, dilaporkan laman resmi Kemenag, Senin, 23 Desember 2019.

Zain mengatakan, jumlah benda bersejarah dari Indonesia yang tersimpan di museum di Belanda ini mencapai 79.863 buah. 

Sebanyak 3.329 benda berasal dari Bali, 13.685 dari Jawa, 5.931 dari Kalimantan, 5.453 dari Maluku, 1.005 dari NTB, dan 3.046 dari NTT.

Khusus untuk buku, terdapat 4.288 buku tentang Indonesia. Khusus tentang Nusa tenggara sendiri terdapat 152 buku yang tersimpan di museum ini. Koleksi dari Timor terdiri dari 41 buah dari Belu, 625 dari Kupang (termasuk Rote 425, Sabu 187).

 

1 dari 4 halaman

Tersimpan di Museum Etnografi Tertua Dunia

Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag, Abdurrahman Mas’ud menjelaskan tentang potensi kerjasama yang dapat dilakukan Litbang dengan museum tersebut.

" Kami berkepentingan untuk mengadakan riset, pelatihan dan semacamnya, sehingga kami tertarik dengan koleksi yang dimiliki museum volkenkunde ini," ujar Mas'ud.

Museum Volkenkunde merupakan salah satu museum etnografi tertua di dunia. Hingga saat ini, total koleksi benda museum Volkenkunde mencapai lebih dari 240.000 buah yang berasal dari berbagai penjuru dunia, mulai dari benua Afrika, Asia termasuk Indonesia, Jepang, Korea, China, kemudian dari Australia, Oceania, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Amerika Utara hingga Kutub Utara.(Sah)

2 dari 4 halaman

Alhamdullilah, Museum Rasulullah Segera Dibangun di Depok

 Alhamdullilah, Museum Rasulullah Segera Dibangun di Depok© MEN

Dream - Sosok Nabi Muhammad SAW adalah panutan utama umat Islam di seluruh dunia. Ajaran dan kehidupannya merupakan sumber tuntunan untuk mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Untuk itu berbagai negara di dunia berlomba mengajukan diri sebagai lokasi pembangunan museum perjalanan hidup dan syi'ar Nabi Muhammad SAW. Alhamdullilah, Indonesia dipilih sebagai yang lokasi pertama di luar Arab Saudi.

Museum tersebut akan dibangun bersamaan di tiga kota. Antara lain, Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy di Makkah, Museum Shirah Nabawiyah di Madinah, dan Museum Rasulullah di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

3 dari 4 halaman

Persiapan Indonesia

Ketua Yayasan Wakaf Assalam Dr. Nashir Az-Zahroni menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan delegasi Dewan Masjid Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), H. Syafruddin di Kota Makkah, Selasa 24 Desember 2019.

 Pembangunan Museum Rasulullah© Museum Rasulullah

Rapat tersebut juga dihadiri oleh wakil dari Liga Muslim Dunia yang akan membiayai pendirian museum, serta tim pembangunan Museum Rasulullah.

Menurut Nashir Az-Zahroni yang juga telah berkunjung ke calon lokasi museum di Indonesia, pihaknya telah melihat keseriusan pihak Indonesia menyiapkan pembangunan Museum Rasulullah.

" Kami tinggal menunggu kesiapan pihak Indonesia. Selepas pertemuan ini, seharusnya sudah langsung kerja. Kita semua sudah siap," kata Nashir yang akan menyiapkan materi isi museum.

 

 

4 dari 4 halaman

Disiapkan Selama 13 Tahun

Selama 13 tahun, Nashir dan tim telah mengumpulkan semua naskah, manuskrip, dan segenap benda peninggalan Nabi Muhammad SAW yang masih ada di berbagai belahan dunia, dan kini hendak menampilkannya dalam museum yang hendak dibangun di tiga kota tersebut.

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia, Syafruddin dalam pertemuan itu menayangkan rancangan awal Museum Rasulullah di hadapan hadirin melalui layar televisi besar. Rancangan tersebut dibuat oleh sebuah tim dari DMI.

 Pembangunan Museum Rasulullah© Museum Rasulullah

Sementara pihak Yayasan Wakaf Assalaam juga menayangkan konsep desain Museum Shirah Nabawiyah yang pembangunannya sedang berlangsung di sisi barat Masjid Nabawi.

Wakil Ketua DMI, H. Syafruddin menyampaikan, pihak Indonesia telah memgambil langkah nyata dan serius dalam persiapan pendirian Museum Rasulullah ini.

Di areal lokasi museum di Cimanggis, Depok, segera dilaksanakan pembersihan lahan. Semua pihak di Indonesia, telah bahu-membahu untuk bersama-sama mewujudkan berdirinya Museum Rasulullah.

" Kita sudah sangat siap memulai pembangunan museum," kata Syafruddin.

Beri Komentar