Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Credits : India Times
Dream- Mengingat sulitnya ekonomi masyarakat saat pandemi virus corona, seorang kepala sekolah di Malad, Mumbai, Maharashtra, India, membebaskan biaya sekolah untuk semua siswanya. Mirza Sheikh, kepala sekolah itu, merasa iba tatkala murid-muridnya bercerita bahwa orang tua mereka tak mendapatkan penghasilan selama India menerapkan lockdown.
Tak sampai di situ, Mirza juga rutin membagikan makanan kepada masyarakat yang kurang mampu. Mereka memastikan 1500 orang yang tinggal di daerah kumuh mendapatkan jatah makan dua kali sehari. Menurut laporan Indiatimes, mereka menghabiskan 4 lakh rupee atau sekitar Rp78 juta untuk kegiatan kemanusiaan ini.
Mirza Sheikh merupakan penduduk asli dari Malwani, Malad. Ia sehari-hari bekerja sebagai kepala sekolah di sekolahan lokal. Murid-muridnya mengatakan bahwa adanya penerapan lockdown di India membuat orangtua mereka tidak dapat membayar biaya sekolah. Namun Mirza mengatakan kepada mereka untuk tidak khawatir dan tugas mereka hanyalah belajar. Dia kemudian membebaskan biaya sekolah untuk 3 bulan ke depan.

Murid-murid di sekolah itu berasal dari keluarga yang tidak mampu, bahkan mereka hanya mempunyai satu ponsel yang digunakan oleh orang tua mereka. Akibatnya, mereka kesulitan untuk belajar secara daring.
Di samping itu, Mirza prihatin mengetahui bahwa ada banyak anak yang kesulitan memperoleh makanan karena orang tua mereka menganggur. Mengetahui hal itu, Mirza dibantuan teman-teman, dan pasangannya, Fayaz mulai membuat rencana untuk memberi makan orang-orang kurang mampu di daerah mereka.
Mirza bersama Fayaz mengorbankan tabungan mereka senilai 4 lakh rupee untuk membantu mereka. Mereka membagikan ransum dan makanan kepada sekitar 1500 orang di Malad dan sekitarnya.
Kebaikan Mirza inipun diakui hingga ke penjuru negeri. Beberapa orang yang kesulitan pun berhasil Mirza bantu, salah satunya merupan seorang sopir kendaraan yang bernama Sagir Ahmed. Selama lockdown pria itu mengalami patah di bagian tangannya sehingga Ia tak mampu bekerja untuk keluarganya. Dalam situasi seperti itu, Mirza yang mendukungnya dan membantunya keluar dari masalah itu.

Cerita lain datang dari seorang warga India bernama Shabana Sheikh, yang tinggal di Ambujwadi, Malad. Shabana mengatakan bahwa ia dulu bekerja sebagai pembantu rumah tangga di beberapa rumah. Tetapi semenjak adanya virus ini Ia tidak bisa bekerja kepada majikannya itu. Mengetahui hal itu Mirza pun tak segan membantunya. Sekali lagi Mirza terbukti sebagai penyelamat.
Sumber : Indiatimes
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya