Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Pizza.
Dream - Kerala menjadi negara bagian pertama di India yang menerapkan pajak lemak (tax fast) untuk makanan cepat saji (fast food) yang disajikan oleh waralaba restoran cepat saji seperti McDonald's dan Domino Pizza. Penerapan pajak lemak ini bertujuan untuk mengurangi penduduk obesitas di daerah tersebut.
Pajak ini juga membuat penduduk Kerala untuk mengubah pola makannya menjadi pola makan sehat.
Dilansir dari Nikkei, Kamis 21 Juli 2016, Kerala menjadi daerah kedua di India yang paling banyak penduduknya yang mengalami kegemukan. Dikatakan ada 28 persen penduduk wanita dan 19 persen penduduk pria mengalami obesitas di Kerala. Daerah pertama yang kasus obesitasnya paling tinggi adalah Punjab di mana ada 30 persen penduduk wanita dan 22 persen penduduk pria yang mengalami kegemukan.
Tingginya angka kegemukan itu menjadi perhatian pemerintah setempat. Menteri Keuangan Kerala, Thomas Isaac, mengumumkan pajak lemak sebesar 14,5 persen untuk makanan fast food seperti hamburger, pizza, taco, donat, dan sandwiches yang dijual oleh restoran-restoran ternama. Isaac menyebut pajak ini akan menambah pendapatan tahunan sebesar 100 juta rupee atau Rp19,5 miliar.
Selain menerapkan pajak lemak, Kerala juga menekan konsumsi minuman beralkohol. Caranya dengan melarang penjualan dan konsumsi minuman beralkohol pada tahun 2014. Hal ini disebabkan oleh tingginya konsumsi minuman beralkohol per kapita sebesar 8,3 liter per kapita per tahun.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan