Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Di masa-masa awal menyebarkan Islam, Rasulullah Muhammad SAW sering mendapat ancaman pembunuhan. Baik secara terang-terangan maupun tersembunyi.
Salah satunya ketika Rasulullah sedang beristirahat dan bersandar di dinding Kabah. Ada saja orang yang ingin membunuh Rasulullah dengan menjatuhkan batu besar dari atap Kabah.
Kisah ini tertuang dalam kitab Al Aqthaf An Daniyyah fi Mawa'idlil Ushfuriyyah. Pelaku percobaan pembunuhan tersebut yaitu Syihab.
Suatu hari, beberapa orang petinggi Suku Quraisy yang jahat berkumpul di rumah Abu Jahal. Mereka merencanakan pembunuhan kepada Rasulullah.
Salah satu petinggi Quraisy, Thariq As Shaidani, mengatakan Muhammad sangat mudah dibunuh. Caranya cukup dengan menjatuhkan batu besar dari atas Kabah tepat ke arah kepala Rasulullah.
" Muhammad tengah bersandar di dinding Kabah. Kalau saja salah seorang dari kita pergi membawa batu besar lalu melemparkannya dari atas Kabah, Muhammad pasti tewas seketika," kata Thariq.
Salah satu dari sekumpulan orang itu, Syihab, mengajukan diri. Dia lalu naik ke atap Kabah membawa batu besar untuk dijatuhkan ke arah Rasulullah.
Benar saja, Syihab menjatuhkan batu itu. Tetapi, yang terjadi sungguh di luar dugaan. Batu itu justru menjauh dinding Kabah dan tertahan di udara.
Beberapa saat kemudian, Rasulullah bangkit dari duduknya dan pergi. Barulah batu itu meluncur ke bawah lalu menggelinding dan berhenti di posisi semula.
Syihab melongo menyaksikan kejadian di luar kewajaran itu. Dia hampir tidak percaya melihat dengan mata kepalanya sendiri peristiwa itu.
Seketika, dia turun dari atap Kabah dan mendekati Rasulullah. Rasulullah sama sekali tidak marah atas percobaan pembunuhan yang dilakukan Syihab.
Syihab pun menyatakan memeluk Islam dan mendapat sambutan hangat dari Rasulullah.
Kejadian luar biasa itu juga disaksikan Thariq As Shaidani yang pada saat itu juga memutuskan menjadi mualaf. Langkah tersebut diikuti oleh para pria yang sempat merencanakan pembunuhan Rasulullah.
(ism, Sumber: NU Online)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya