Kimia Farma Akan Bawa Dugaan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta ke Jalur Hukum

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 20 September 2020 14:43
Kimia Farma Akan Bawa Dugaan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta ke Jalur Hukum
Kimia Farma menduga oknum petugas melakukan pemalsuan data.

Dream - PT Kimia Farta Diagnostika telah menggelar investigasi internal terkait dugaan pelecehan seksual yang dialami salah satu calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 18 September 2020.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadilah Bulqini, mengatakan pihaknya telah menghubungi penumpang yang bersangkutan.

" PT Kimia Farma Diagnostika telah menghubungi korban atas kejadian yang dilakukan oknum tersebut," ujar Adil, dikutip dari Liputan6.com.

Kasus ini mencuat setelah penumpang yang bersangkutan menceritakan kejadian tersebut di media sosial. Penumpang itu mengaku mengalami pemerasan dan pelecehan dari salah satu oknum petugas layanan medis Kimia Farma Diagnostika saat dia melakukan rapid test.

Kimia Farma Diagnostika sendiri adalah perusahaan penyedia layanan rapid test di Terminal 3 Bandara Soetta. Perusahaan tersebut menggelar investigasi internal dibantu Angkasa Pura II.

 

1 dari 5 halaman

Dugaan Pemalsuan Dokumen

Adil juga memastikan pihaknya akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Sebab, oknum yang bersangkutan diduga telah memalsukan dokumen.

" PT Kimia Farma Diagnostika akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum atas tindakan oknum tersebut yang diduga melakukan pemalsuan dokumen hasil uji rapid test, pemerasan, tindakan asusila dan intimidasi," kata Adil.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, mengatakan PT Angkasa Pura II sangat menyesalkan kejadian tersebut. Dia menyatakan pihaknya akan mendukung semua pihak dalam pengusutan kasus ini, termasuk untuk pengecekan CCTV.

" Kami sangat memberikan perhatian penuh terhadap adanya informasi ini. Kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak termasuk sudah berkoodinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai hal ini," kata Agus.

 

2 dari 5 halaman

Berharap Tak Terulang

Lebih lanjut, Agus berharap kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang.

" PT Angkasa Pura II sangat berharap hal ini tidak berulang kembali. Bersama-sama, PT Angkasa Pura II dan stakeholder harus menjaga reputasi Bandara Soekarno-Hatta," ucap Agus.

Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati

3 dari 5 halaman

Viral Penumpang di Bandara Soetta Mengaku Alami Pelecehan dan Diperas Rapid Test

Dream - Seorang wanita penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) mengaku menjadi korban pelecehan sekaligus pemerasan oknum mengaku dokter yang menjalankan pengawasan rapid test. Peristiwa yang viral di media sosial itu dilaporkan terjadi di Terminal 3 Bandara Soetta.

Akun tersebut selanjutnya menceritakan kronologis dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang pria yang dia panggil dokter pada Jumat pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Pria tersebut yang melakukan rapid test kepada dirinya.

" Sebenernya dari kemarin2 mau bikin thread ini maju-mundur, takut kenapa2. tapi karena laporan aku belum ada yang diproses, jadi yaudah lapor ke netizen aja," tulis pemilik akun @listongs saat membuat thread unggahan di Twitter Jumat, 18 September 2020.

Penumpang tersebut mengaku mendapat jadwal penerbangan pada pukul 6 pagi. Tak ingin terlambat, dia sudah sampai di Bandara pukul 4 subuh karena ingin menjalani proses rapid test.

" Aku test rapid-nya di tempat resmi yang sudah disediakan oleh bandara soetta," cuitnya.

 

4 dari 5 halaman

Alami Pelecehan sampai Menangis

Yakin dirinya tak terpapar Covid-19 meski baru pulang dari Australia 6 hari selumnya, wanita itu lalu menemui seorang pria mengaku dokter untuk menjalani tes rapid. Dia mengaku terkejut saat petugas itu memberi tahu jika hasil rapid test menunjukan reaktif.

Semula wanita itu mengaku pasrah dengan hasil tersebut dan hendak membatalkan penerbangannya ke Nias. Namun dia kembali terkejut saat petugas mengaku dokter itu bisa membantunya terbang asalkan mengikuti rapid test lagi dengan sejumlah uang yang harus dibayarkan.

Akun tersebut pun memberikan bukti transfer sebesar Rp 1,4 juta kepada seorang pria yang dia panggil dokter tersebut, untuk membayar rapid test kedua dengan hasil non-reaktif.

Tak sampai disitu, pemilik akun juga menceritakan bahwa dirinya mengalami pelecehan seksual dari orang yang dipanggil dokter tadi saat menuju departure area Terminal 3. Pelecehan tersebut membuat dirinya shock dan menangis histeris.

Setibanya di Nias, pria yang diduga melakukan pelecehan seksual tersebut masih mengirim pesan melalui aplikasi Whatsapp dan beberapa kali mencoba meneleponnya. Tangkapan layar pesan tersebut juga disertakan dalam thread atau utas di akun @listongs.

Cerita di thread twitter ini pun viral hanya dalam waktu beberapa jam akun @listongs mempostingnya.

 

5 dari 5 halaman

Polisi Mengaku Belum Terima Laporan

Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurico mengatakan, pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari terduga korban.

" Secara resmi belum. Akan tetapi Penyelidik Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta tetap bergerak pada tahap penyelidikan, minimal untuk awal kami mohon Pemilik Akun untuk dapat membuat Laporan secara Resmi," tutur Alex saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat.

Untuk tahap awal, kepolisian akan memeriksa CCTV untuk mendapatkan rekaman, apakah kejadian tersebut benar seperti apa yang diceritakan dan viral di media sosial.

" Pasti. Penyelidik Sat Reskrim akan bekerja sama dengan Operator CCTV di Bandara Soetta," katanya.

Beri Komentar