Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Cerita Bayi `Mati Suri` 20 Menit

Reporter : Idho Rahaldi
Kamis, 13 Juli 2017 10:13
Cerita Bayi `Mati Suri` 20 Menit
Kisah yang mendebarkan ketika dalam 20 menit anaknya kaku seperti tidak bernyawa....

Dream - Setiap pasangan yang menikah pasti menantikan saat-saat bahagia ketika dikaruniai keturunan untuk melengkapi kehidupan.

Dan sejak dari awal kehamilan, orangtua pasti juga mengharapkan yang terbaik untuk anak-anak mereka.

Namun bagi wanita Malaysia bernama Wiwie Darvienda Mazweena ini, adalah sebuah keajaiban ketika anaknya yang sudah tidak bergerak. Wajah si bayi yang berubah biru itu kembali bernapas.

Wiwie membagikan kisah yang mendebarkan ketika dalam 20 menit anaknya kaku seperti tidak bernyawa.

1 dari 4 halaman

Cerita Luar Biasa Kelahiran Anak

Cerita Luar Biasa Kelahiran Anak © Dream

Dream - Di Facebook, Wiwie mengisahkan cerita luar biasa tentang kelahiran anaknya Noah Khaleefa Bin Elya Amirul Naem.

" Hari ini genap setahun Noah, seorang anak yang hebat dari mamy dan dady. Banyak cerita luar biasa tentang kelahiran kamu.

" Seperti ibu hamil yang melahirkan, masuk rumah sakit dua malam baru Noah lahir secara ceaser sebab tertelan najis dalam perut mamy.

" Tapi Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan aman meskipun kamu ditahan di ruang perawatan intensif untuk bayi (NICU) sehari. Ketika mamy sadar sepenuhnya dari bius, kamu juga sudah bisa keluar dan temani mamy di ruang perawatan biasa.

" Melahirkan adalah pengalaman yang paling sakit dan menakutkan bagi mamy. Tapi itu adalah pengalaman yang terindah. Barulah mamy dapat merasakan dan ikut mengagumi kehebatan ibu-ibu lainnya.

2 dari 4 halaman

Di Ujung Masa Nifas

Di Ujung Masa Nifas © Dream

" Selama masa nifas, mamy sempatkan jalan-jalan bersama kamu. Kamu awalnya sehat walafiat. Tapi di penghujung masa nifas, kamu sakit pilek dan batuk.

" Tiga hari tubuhmu tidak sehat. Dan selama tiga hari itu juga kami bawa kamu ke klinik. Tapi dokter cuma beri obat tetes ke hidung untuk cairkan lendir.

" Pagi itu, mamy bangun dan siapkan kamu. Kamu nampak lemah, pucat dan tak mau menyusu. Mamy risau melihatnya, tapi mamy ingat dokter untuk terus memberikan ASI kepadamu.

3 dari 4 halaman

Tiba-tiba Nafas Kamu Berhenti

Tiba-tiba Nafas Kamu Berhenti © Dream

" Siang hari, ketika kamu masih tidur, dady yang salin popokmu. Tapi najis kamu keluar sendiri dan dady agak panik. Dady mencoba untuk menggendong kamu. Tapi kamu tak sadarkan diri tiba-tiba.

" Nafas kamu yang terakhir begitu panjang dan berbunyi sebelum akhirnya terhenti. Muka kamu jadi biru. Kami tak mendengar detak jantung.

" Tidak ada gerakan yang menunjukkan kamu bernapas. Kamu tidak respons ketika mamy panggil. Mamy takut kamu telah tiada.

" Mamy dan dady bawa kamu ke klinik bersalin terdekat. Tapi mereka menolak karena tidak mau menanggung risiko keadaan gawat darurat. Tiada kata yang keluar dari kami selain istighfar dan memanggil nama kamu.

" Kira-kira 10 menit semenjak keluar rumah, kami akhirnya berhenti di Klinik Dr Bahiah. Dokter terima kasus kami dan menolak pasien lainnya semata-mata ingin bantu Noah.

" Dr Bahiah dan suami (juga seorang dokter) lakukan segala usaha. Setelah beberapa menit, dokter beritahu mamy masih tidak melihat denyutan dan nadi.

" Mamy yang bersandar pada dinding masih diam membisu sambil tak melepaskan pandangan dari kamu.

" Tapi jerit hati mamy 'Bangun sayang. Bangun Noah Khaleefa'. Dokter masih terus berusaha 'bangunkan' kamu sambil sekali-sekali tengok mamy dan gelengkan kepala.

" Kami hanya bisa terdiam dan terus mengucap Istighfar. Hati kami terus menyebut nama Allah Yang Maha Berkuasa agar memberimu kesempatan.

" Namun kami percaya keajaiban itu datang. Akhirnya kamu merespons dan tiba-tiba bernapas. Kamu menarik satu napas yang panjang seolah-olah kamu merasa amat lega.

" MasyaAllah, Allah telah dengar rintihan hati mamy. Noah telah kembali. Tapi napasmu masih belum stabil dan harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan dengan bantuan alat pernapasan.

" Kamu seminggu berada di rumah sakit. Selama menungguimu, mamy tetap tak punya selera untuk makan.

" Tapi setelah alat bantu pernapasan dilepas dari tubuh kamu, baru ibu bisa makan dengan tenang.

" Kamu sekarang telah sehat sepenuhnya. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Berkat pertolongan-Nya dan doa dari orang-orang, Noah Khaleefa sekarang telah jadi anak yang sehat dan kuat.

" Sekarang, gantian mamy yang mendoakan kesejahteraan orang-orang di hadapan Kaabah. Hanya saja, mamy masih penasaran, ke mana kamu selama 20 menit itu?"

4 dari 4 halaman
Beri Komentar