Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(ohbulan.com)
Dream - Setiap pasangan yang menikah pasti menantikan saat-saat bahagia ketika dikaruniai keturunan untuk melengkapi kehidupan.
Dan sejak dari awal kehamilan, orangtua pasti juga mengharapkan yang terbaik untuk anak-anak mereka.
Namun bagi wanita Malaysia bernama Wiwie Darvienda Mazweena ini, adalah sebuah keajaiban ketika anaknya yang sudah tidak bergerak. Wajah si bayi yang berubah biru itu kembali bernapas.
Wiwie membagikan kisah yang mendebarkan ketika dalam 20 menit anaknya kaku seperti tidak bernyawa.
© Dream
Dream - Di Facebook, Wiwie mengisahkan cerita luar biasa tentang kelahiran anaknya Noah Khaleefa Bin Elya Amirul Naem.
" Hari ini genap setahun Noah, seorang anak yang hebat dari mamy dan dady. Banyak cerita luar biasa tentang kelahiran kamu.
" Seperti ibu hamil yang melahirkan, masuk rumah sakit dua malam baru Noah lahir secara ceaser sebab tertelan najis dalam perut mamy.
" Tapi Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan aman meskipun kamu ditahan di ruang perawatan intensif untuk bayi (NICU) sehari. Ketika mamy sadar sepenuhnya dari bius, kamu juga sudah bisa keluar dan temani mamy di ruang perawatan biasa.
" Melahirkan adalah pengalaman yang paling sakit dan menakutkan bagi mamy. Tapi itu adalah pengalaman yang terindah. Barulah mamy dapat merasakan dan ikut mengagumi kehebatan ibu-ibu lainnya.
© Dream
" Selama masa nifas, mamy sempatkan jalan-jalan bersama kamu. Kamu awalnya sehat walafiat. Tapi di penghujung masa nifas, kamu sakit pilek dan batuk.
" Tiga hari tubuhmu tidak sehat. Dan selama tiga hari itu juga kami bawa kamu ke klinik. Tapi dokter cuma beri obat tetes ke hidung untuk cairkan lendir.
" Pagi itu, mamy bangun dan siapkan kamu. Kamu nampak lemah, pucat dan tak mau menyusu. Mamy risau melihatnya, tapi mamy ingat dokter untuk terus memberikan ASI kepadamu.
© Dream
" Siang hari, ketika kamu masih tidur, dady yang salin popokmu. Tapi najis kamu keluar sendiri dan dady agak panik. Dady mencoba untuk menggendong kamu. Tapi kamu tak sadarkan diri tiba-tiba.
" Nafas kamu yang terakhir begitu panjang dan berbunyi sebelum akhirnya terhenti. Muka kamu jadi biru. Kami tak mendengar detak jantung.
" Tidak ada gerakan yang menunjukkan kamu bernapas. Kamu tidak respons ketika mamy panggil. Mamy takut kamu telah tiada.
" Mamy dan dady bawa kamu ke klinik bersalin terdekat. Tapi mereka menolak karena tidak mau menanggung risiko keadaan gawat darurat. Tiada kata yang keluar dari kami selain istighfar dan memanggil nama kamu.
" Kira-kira 10 menit semenjak keluar rumah, kami akhirnya berhenti di Klinik Dr Bahiah. Dokter terima kasus kami dan menolak pasien lainnya semata-mata ingin bantu Noah.
" Dr Bahiah dan suami (juga seorang dokter) lakukan segala usaha. Setelah beberapa menit, dokter beritahu mamy masih tidak melihat denyutan dan nadi.
" Mamy yang bersandar pada dinding masih diam membisu sambil tak melepaskan pandangan dari kamu.
" Tapi jerit hati mamy 'Bangun sayang. Bangun Noah Khaleefa'. Dokter masih terus berusaha 'bangunkan' kamu sambil sekali-sekali tengok mamy dan gelengkan kepala.
" Kami hanya bisa terdiam dan terus mengucap Istighfar. Hati kami terus menyebut nama Allah Yang Maha Berkuasa agar memberimu kesempatan.
" Namun kami percaya keajaiban itu datang. Akhirnya kamu merespons dan tiba-tiba bernapas. Kamu menarik satu napas yang panjang seolah-olah kamu merasa amat lega.
" MasyaAllah, Allah telah dengar rintihan hati mamy. Noah telah kembali. Tapi napasmu masih belum stabil dan harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan dengan bantuan alat pernapasan.
" Kamu seminggu berada di rumah sakit. Selama menungguimu, mamy tetap tak punya selera untuk makan.
" Tapi setelah alat bantu pernapasan dilepas dari tubuh kamu, baru ibu bisa makan dengan tenang.
" Kamu sekarang telah sehat sepenuhnya. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Berkat pertolongan-Nya dan doa dari orang-orang, Noah Khaleefa sekarang telah jadi anak yang sehat dan kuat.
" Sekarang, gantian mamy yang mendoakan kesejahteraan orang-orang di hadapan Kaabah. Hanya saja, mamy masih penasaran, ke mana kamu selama 20 menit itu?"
© Dream
(ohbulan.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya