Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Bocah Rela Panas-panasan Ngamen Jadi Badut Demi Bayar Uang Sekolah
Dream - Tidak semua anak terlahir di keluarga dengan kondisi finansial yang baik. Banyak di antara kita yang lahir dari keluarga pas-pasan sehingga harus berusaha lebih keras untuk bertahan hidup.
Banyak anak-anak yang harus merelakan amsa bermainnya dengan memeras keringat dan membanting tulang. Mereka harus membantu mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Seperti kisah bocah perempuan yang duduk di bangku SD ini. Menurut mStar, bocah bernama Riska itu menghabiskan setengah harinya menjadi badut berkonstum Pikachu di lokasi wisata terkenal di Kundasang, negara bagian Sabah, Malaysia.
Riska menghabiskan pagi harinya dengan pergi ke sekolah. Pada siang hingga malam, ia bekerja paruh waktu sebagai badut.
Jika beruntung, gadis yang bercita-cita sebagai dokter ini akan mengumpulkan cukup uang dari pengunjung yang ingin berfoto kepadanya.
Namun, jumlah yang diterima tidak selalu banyak. Mengingat para pengunjung dapat membayarnya dengan jumlah yang tidak ditentukan, seikhlasnya saja.

Riska mengaku ada tiga alasan utama dirinya memilih untuk bekerja di usia mudanya. Yang pertama adalah untuk membayar biaya sekolahnya.
Ke dua, dia ingin membeli ponsel impiannya. Dan ke tiga, dia ingin mengumpulkan uang untuk merayakan ulang tahunnya.
Riska memilih bekerja di daerah yang dekat dengan tempat ibunya bekerja. Ibunya sendiri bekerja sebagai pencuci piring di sebuah toko di daerah tersebut.
Riska merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Hal itulah yang membuat ibunya bekerja keras untuk menghidupi anak-anaknya.
“ Riska berasal dari keluarga miskin. Ketika saya bertemu Riska, ibunya mengatakan kepada saya bahwa dia tidak mampu membelikan Riska kue ulang tahun. Karena itu Riska ingin menjadi maskot, dia ingin mencari uang untuk membeli hadiah sendiri,” kata seorang aktivis, Adrian Edy, yang mengunjungi Riska dan ibunya.
Edy memutuskan untuk menghampiri Riska setelah kisahnya menjadi viral di media sosial.
“ Sebelum menjadi maskot, Riska bekerja paruh waktu berjualan sayur, membantu toko-toko di daerah itu. Dia rajin sekali membantu,” kata Edy.
Saat menemui Riska, Edy mengatakan bocah perempuan itu penuh dengan keringat saat membuka kepala maskotnya, padahal Riska baru saja menggunakannya selama lima menit.
Cuaca Kundasang yang cukup dingin pun tidak membantu Riska yang tetap saja merasa kepanasan saat mengenakan kostum badut tersebut.

Meski menghadapi tantangan dalam mencari nafkah, Edy menggambarkan Riska sebagai anak yang ceria, kuat, dan ramah meski baru pertama kali bertemu dengan orang asing.
" Riska adalah anak yang kuat hatinya. Dia pekerja keras dan mandiri. Walaupun baru bertemu, dia sangat ramah. Dia cepat bergaul dengan orang-orang," kata Edy.
Pada pertemuan itu, Edy memberikan ponsel kepada Riska demi membantu mewujudkan salah satu impiannya.
" Saat mendapat telepon, dia melompat-lompat sambil berputar, dia terlihat sangat senang," ujar Edy.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya