Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Airina Roslan Dan Amirul Salki (Foto: World Of Buzz)
Dream - Tragedi dialami seorang perempuan yang tinggal di Johor, Malaysia. Airina Roslan harus kehilangan sang suami, Amirul Salki, yang menikahinya pada September 2019.
Amirul dilaporkan meninggal di usianya 25 tahun saat bermain futsal dengan kawan-kawannya di Shah Alam. Yang paling sedih, Airina tak sempat melihat saat-saat akhir Amirul.
Airina hanya mengenang permintaan maaf dari Amirul. Sang suami itu tak bisa membawanya berbulan madu.
Dilaporkan World of Buzz, Airina bekerja di Johor. Usai menikah pasangan ini segera melakoni hubungan jarak jauh. Sekadar diketahui, jarak antara Johor dan Shah Alam yaitu 340,8 kilometer.
Airina terakhir kali bertemu Amirul pada 31 Oktober. Enam hari sebelum Amirul meninggal dunia.

Airina masih mengenang dan mengulangi catatan suara terakhir Amirul, sebelum latihan futsal.
" Ini adalah catatan suara terakhir yang kamu kirim kepada aku, dan itu adalah suara paling lembut yang pernah saya dengar. Anda (Amirul) tidak pernah selembut ini. Saya sudah mengulang ini selama ribuan kali! Ha ha!" ujar dia.
Airina berbagi perjalanan indah di akun Instagram-nya. Dia ingin mengenang perjalanan cintanya dengan Amirul.
Kisah ini, kata Airina, tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti publik tentang futsal. Sebaliknya, dia ingin mengingatkan masyarakat untuk menghargai sesama.
Dream - Chastity Patterson iseng mengirim pesan singkat ke ponsel mendiang ayahnya setiap hari selama empat tahun merasa terkejut setengah mati.
Bagaimana tidak? Pesan singkat yang selama ini dia kirim setiap hari tersebut akhirnya mendapat balasan.
Gadis 23 tahun itu memberi kabar setiap hari kepada ayahnya, Jason Ligons, yang sudah meninggal dunia.
Dia menceritakan tentang kehidupan sehari-harinya sebagai cara menjaga kenangan dengan sang ayah.
Seperti biasa, pada Kamis pagi, 24 Oktober 2019, Chastity mengirim pesan panjang lebar ke nomor ponsel ayahnya.
Dia mengungkapkan kesedihannya ditinggal pergi sang ayah. Chastity juga bercerita tentang keberhasilannya lulus ujian dan sembuh dari kanker.
Namun, tiba-tiba dia mendapat balasan dari pria bernama Brad. Chastity terkejut dan terenyuh membaca balasan tersebut.
Brad mengatakan dia kehilangan putrinya pada tahun 2014 karena mengalami kecelakaan mobil yang parah.
Anehnya, Brad mengaku selalu membaca pesan yang dikirim Chastity setiap hari. Kata Brad, pesan-pesan dari Chastity itu membuatnya tetap hidup.
" Hi sayang, aku bukan ayahmu. Tapi aku selalu membaca pesan-pesan yang kamu kirim selama empat tahun ini," tulis Brad dalam balasannya ke Chastity.
" Aku selalu menantikan pesan-pesan darimu pada pagi dan malam. Namaku Brad, dan aku kehilangan putriku pada Agustus 2014. Pesan-pesan darimu membuatku tetap hidup," tambah Brad.
Dalam balasan pesan yang panjang, Brad menulis bahwa dia sebenarnya ingin membalas. Tapi dia takut balasannya akan menghancurkan hati Chastity.
Brad tahu bahwa dirinya bukan ayah Chastity. Tapi Brad melihat sosok putrinya yang meninggal dalam kecelakaan pada Chastity.
" Saat kamu mengirim pesan kepadaku, aku tahu itu pesan dari Tuhan. Aku sebenarnya ingin membalas sejak lama, tapi aku takut menghancurkan hatimu," tulisnya.
" Kamu wanita yang sangat luar biasa, dan aku berharap putriku tumbuh seperti dirimu saat ini. Terima kasih atas berita yang kamu kirim setiap hari. Aku bangga padamu," tambahnya.
Chastity yang merasa terkejut sekaligus terenyuh membagikan percakapannya dengan Brad di Facebook. Bagi Chastity, percakapannya itu menandakan bahwa ayahnya baik-baik saja di sana.
Chastity mengatakan kepada Brad, meski Jason bukan ayah kandungnya, tapi dia sangat peduli padanya. Ayahnya tidak pernah ketinggalan untuk menemaninya di acara-acara sekolah.
" Aku menangis bersamanya, menceritakan segalanya dan bahkan menjadi sangat mandiri karena dia meluangkan waktu untuk mencintaiku dan menunjukkan kepadaku seperti apa kebahagiaan itu," pungkas Chastity tentang Jason, ayahnya.
(Sumber: Metro UK)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya