Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lianhe Wanbao, Wanita Yang Tinggal Di Bandara Changi Selama Delapan Tahun. (Foto: New Straits Times)
Dream – Bandara, terutama bandara internasional, memang dibuat sedemikian nyaman bagi para penumpang. Bandara tersebut dilengkapi oleh fasilitas-fasilitas seperti toilet, restoran, dan internet nirkabel (wireless fidelity/Wi-Fi).
Namun, tak jarang fasilitas ini digunakan oleh orang-orang untuk menjadikan bandara sebagai “ rumahnya”. Salah satunya penggunanya adalah Lianhe Wanbao.
Wanita ini tinggal di Bandara Changi selama delapan tahun.
Dilansir dari New Straits Times, Kamis 12 Januari 2017, kejadian ini bermula ketika Wanbao menyewa apartemen berkamar tiga di Tampines, Singapura, sekitar tahun 2008. Namun nasibya berubah saat krisis keuangan melanda.
Wanbao mengalami masalah keuangan dan putus asa.
Awalnya, wanita berusia 50 tahun ini berniat hanya menginap di Bandara Changi selama beberapa malam. Tapi, dia keterusan menginap di Bandara Changi selama delapan tahun.
© Dream
Sehari-hari Wanbao pun membawa satu troli belanja yang berisi pakaian, toiletries, makanan, dan kebutuhan sehari-hari. Kesehariannya, Wanbao makan di restoran di bandara dan tinggal lebih nyaman karena ada supermarket, showers, AC, dan Wi-Fi gratis.
Padahal, Wanbao ini punya pemasukan sebesar US$1000 (Rp13,31 juta) dari rental apartemennya. ternyata, selama ini Wanbao menyewakan apartemen tiga kamarnya kepada orang lain.
Itu menandakan wanita ini tidak dalam kesulitan finansial. Walaupun begitu, dia tetap berharap punya hunian sendiri.
“ Saya ingin menjual apartemen saya dan mengajukan pembelian untuk yang lebih kecil, yaitu dua kamar supaya hidup saya lebih mudah,” kata dia.
Changi Airport Group akan bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga Singapura untuk mengatasi masalah tunawisma ini. tujuannya untuk mencarikan jalan terbaik bagi mereka yang bermalam di Bandara Changi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya