Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Gelombang panas yang menyapu Pakistan sejak dua pekan kemarin menewaskan korban mencapai 1.300 orang. Kebanyakan dari mereka adalah para tunawisma.
" Dari 1.300 orang tersebut sebanyak dua per tiganya merupakan para tunawisma," ujar Menteri Kesehatan Pakistan Jam Mehtab Dahar, dikutip dari indianexpress.com, Selasa, 30 Juni 2015.
Suhu udara di Ibukota Pakistan, Karachi pada akhir pekan lalu mencapai 45 derajat Celcius. Padamnya listrik membuat situasi semakin mengerikan lantaran memakan semakin banyak korban.
" Sekitar 60 sampai 65 persen korban yang merupakan tunawisma meninggal di jalanan. Mereka tidak punya tempat untuk berlindung dari gelombang panas," kata dia.
Jenazah para korban diantarkan ke rumah sakit pemerintah maupun swasta secara berangsur-angsur. Bersamaan dengan itu, banyak orang mendatangi rumah sakit lantaran menderiat penyakit akibat panas yang terlalu ekstrim ini.
Juru bicara Edhi Foundation, Raza Kazim sejumlah ambulan dikerahkan dan kamar jenazah terus beroperasi menampung jasad-jasad korban. Sebagian dari mereka sudah dimakamkan, namun masih ada 160 jenazah yang belum dikenali.
Dahar mengatakan para korban kebanyakan terdiri dari wanita lansia dan pria yang meninggal di rumah lantaran penyejuk udara mereka mati.
" Sebagian besar kasus, mereka lemas dan mengalami kejang karena kurangnya ventilasi dan pendingin udara," kata Dahar. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya