Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Komisioner KPU
Dream - Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno untuk menetapkan pasangan calon (paslon) nomor 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin, sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024.
Komisioner KPU, Ilham Saputra mengatakan, KPU sudah mengundang pendukung paslon 01 dan 02, partai pendukung, Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Sekretaris Negara (Sesneg).
" Total ada 150, itu bisa dihitung jumlah pendukung paslon ada 20 masing dan saya sudah konfirmasi pendukung paslon 02 akan datang," ujar Ilham di Gedung KPU, Jakarta, Minggu 30 Juni 2019.
Ilham menjelaskan, dalam rapat pleno itu nantinya akan dibahas surat keterangan (SK) mengenai penetapan paslon 01 sebagai presiden dan wakil presiden.

Kemudian, KPU akan menyerahkan SK dan berita acara tersebut ke MK, MA, Bawaslu dan Sesneg.
" Kami akan bacakan dan disaksikan, di dengar oleh seluruh warga negara," kata dia.
Dream - Hari ini, 30 Juni 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno penetapan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Dikutip dari Merdeka.com, polisi melakukan penutupan jalan di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta.
Dua jalur di jalan ini tak bisa dilewati kendaraan bermotor, mulai dari gedung KPU hingga Gedung Graha Mandiri. Penutupan ini dilakukan sebagai antisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan saat penetapan presiden dan wakil presiden terpilih di kantor KPU.
Pantauan merdeka.com di lokasi, jalan ditutup dengan menggunakan kawat berduri. Selain kawat berduri, polisi juga menempatkan dua mobil barracuda dan mobil water canon.
Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir mengungkapkan, pihaknya memberlakukan rekayasa lalu lintas di lokasi tersebut.
" Rekayasa dan penutupan dilakukan di Jalan Imam Bonjol depan KPU dua arah," kata Nasir saat dikonfirmasi, Minggu 30 Juni 2019
Nasir menambahkan, kawat berduri dan barikade sudah dipasang sejak Sabtu 29 Juni 2019 malam. " Pemasangan mcb dan security barier dilakukan pukul 22.30-03.40 WIB tadi pagi dengan melibatkan juga 642 personel lalu lintas," ucap dia.

Hingga kini, sejumlah pasukan TNI-Polri masih bersiaga di KPU. Mereka tampak berjaga di dalam maupun di luar gedung KPU.
" Untuk tempat lain, belum dilaksanakan tutup jalan," ujarnya.
KPU akan menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih melalui rapat pleno terbuka yang dimulai pukul 15.30 WIB di Kantor KPU, Jakarta Pada rapat pleno tersebut, KPU mengundang masing-masing pasangan calon (paslon) beserta timnya, partai politik, dan lembaga penyelenggara pemilu seperti Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Rencananya pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dijadwalkan hadir dalam rapat pleno KPU tersebut. Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Verry Surya Hendrawan mengatakan, rombongan besar Jokowi-Ma’ruf Amin akan dipimpin oleh Ketua TKN, Erick Thohir.
Usai rapat penetapan paslon, KPU akan memberikan kesempatan kepada masing-masing pasangan calon untuk melakukan konferensi pers dan memberikan sambutannya.
Laporan: Nur Habibie/ Sumber: Merdeka.com
Dream - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar rapat pleno penetapan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019.
Menurut agenda, KPU akan menggelar rapat pleno pukul 15.30-17.00 WIB di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, ada 45 ribu personel gabungan TNI Polri untuk mengamankan rapat pleno.
" Standby, siap total hampir 45 ribu personel gabungan," ujar Tito.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengimbau, tidak adanya mobilisasi massa untuk melakukan aksi di depan KPU. Ia juga meminta masyarakat cukup menyaksikan pengumuman melalui media massa saja.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi belum menerima adanya surat pemberitahuan adanya aksi yang akan digelar hari ini.
" Belum ada (permohonan aksi), semoga lancar-lancar saja dan berjalan baik," ucap Argo.
Saat ini, polisi sudah memasang kawat berduri di depan KPU. Rapat pleno ini dilakukan untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruhnya guguatan sengketa pilpres kubu Prabowo-Sandi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya