Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Keripik Kentang. (Foto: Potatopro.com)
Dream – Harga kemasan dan permintaan keripik kentang meroket. Hal ini disebabkan oleh salah satu merek keripik kentang ternama di Jepang, Calbee, mengumumkan penghentian produksi untuk sementara waktu.
Dilansir dari Next Shark, Senin 24 April 2017, biasanya harga per kemasan keripik Calbee dijual seharga US$2 atau Rp26 ribu per kemasan. Namun, pertanian kentang di Hokkaido, Jepang—pemasok kentang ke Calbee—dilanda badai sehingga menyebabkan gagal panen.
Pengumuman ini menyebabkan terjadinya panic buying. Rak-rak produk Calbee di supermarket pun kosong. Tingginya permintaan Calbee membuat harga cemilan ini menggelembung hingga enam kali lipat, yaitu US$12 (Rp160 ribu) per kemasan.
Juru bicara Calbee, Rie Makuuchi, mengatakan solusi sementaranya adalah mereka harus memasok kentang dari Amerika Serikat. Atau, mereka mendorong petani kentang di Kyushu selatan untuk memanen kentangnya lebih awal.
Tidak hanya Calbeee, perusahaan keripik kentang yang masih merupakan bagian dari Calbee, Koike-ya, Inc., juga mengumumkan penghentian sementara produksi sembilan produk camilannya.
Hal ini disebabkan oleh mereka hanya mengandalkan kentang rumahan. Koike-ya juga tidak bisa memastikan apakah produksi keripik kentang akan berlanjut atau tidak.
Usaha rumah makan pun terkena dampak gagal panen kentang akibat badai. Mereka juga berpotensi kekurangan pasokan kentang untuk bahan makanan mereka.
Akibat kejadian ini, banyak pengguna Twitter di Jepang yang menyebut kejadian ini sebagai krisis kentang. Setelah itu, mereka menyadari mereka ketagihan keripik kentang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya