Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Diduga karena serempetan, oknum TNI AD menembak mati pengendara sepeda motor di Jalan Mayor Oking, Ciriung, Cibinong, Bogor, Selasa sore kemarin. Akibatnya korban meninggal di tempat.
Kepala Penerangan Kodam Siliwangi Kolonel Robertson mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut.
Bermula, sepeda motor Honda Supra nomor polisi B 6108 PGX yang dikendarai korban bernama Marsin alias Japra (40), terlibat serempetan dengan mobil Honda CRV warna Silver F 1239 DZ, yang dikendarai pelaku Serda YH di Jalan Ciriung.
" Pelaku tidak terima degan cara korban yang membawa motor secara zig-zag. Pelaku kemudian mengejar korban karena tidak berhenti maupun meminta maaf," kata Kolonel Robertson saat berbincang dengan Dream.co.id, Rabu 4 November 2015.
Sampai di depan SPBU Ciriung, pelaku berhenti ke pinggir dan terlibat adu mulut dengan korban dan teman-temannya.
Pelaku kemudian mengeluarkan senpi dan menembak korban pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Setelah itu, pelaku langsung naik ke mobil dan berencana menyerahkan diri ke Polisi Militer. Namun, teman korban memberhentikan kendaraan pelaku di depan Pos Polisi 9B, Jagorawi.
" Saat ini pelaku sudah diamankan ke Subdenpom Cibinong Kabupaten Bogor," ujar Robertson.
(Ism, Laporan: Maulana Kautsar)
© Dream
Dream - Ini kisah pilu yang dialami oleh pelaku tabrak lari di Kota Daye, Provinsi Hubei, China. Tindakan abai itu berujung kepedihan, karena korban yang ditabrak hingga meninggal itu ternyata adalah ibu kandungnya.
Xiong Ku. Dialah pemotor yang melakukan tabrak lari itu. Beberapa hari silam, Xiong menabrak dua perempuan di jalanan. Putranya, yang berusia 10 tahun, berniat menelepon polisi setelah insiden itu. Namun Xiong melarang. Dia malah menyuruh sang anak segera naik dan kemudian kabur dari lokasi.
Beberapa hari setelah insiden itu, polisi mengontaknya. Xiong langsung tahu maksud polisi. Telepon itu pasti soal kecelakaan malam itu. Demikian pikir pria berusia 45 tahun tersebut. Dan Xiong bersiap menanggung risiko.
Namun dugan itu keliru. Polisi yang menelepon itu tak menyinggung sama sekali soal tindakan tabrak lari yang dia lakukan. Polisi itu mengabarkan bahwa ibunda Xiong tewas akibat insiden tabrak lari.
Dalam percakapan itu, polisi membeberkan kronologi kecelakaan yang dialami ibu Xiong. Penjelasan itulah yang membuatnya sadar bahwa perempuan yang ditabraknya tempo hari adalah sang ibu. Dan keesokan harinya, Xiong menyerahkan diri.
Juru Bicara kepolisian setempat, Jian Hu, mengatakan, saat kecelakaan itu Xiong tengah dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke rumah mertuanya. Saat itu, Xiong yang membonceng putranya melaju dengan kencang. Sudah begitu, dia tak menyalakan lampu. Sehingga menabrak dua perempuan itu, yang satu di antaranya adalah sang bunda.
" Dalam keadaan panik, Xiong meraih anaknya, yang mencoba untuk membantu dua korban, dan kembali ke sepedanya sebelum melaju dari lokasi kecelakaan," kata Jian Hu sebagaimana dikutip Dream dari mirror.co.uk, Senin 10 Agustus 2015.
Saat tim penyelamat tiba di lokasi, mereka menemukan bahwa salah satu dari dua perempuan tua itu, yang tak lain adalah ibu Xion, telah tewas. Polisi yang menangani kasus itu sempat kesulitan menemukan pelaku tabrak lari itu. Mereka menyebar poster dan menawarkan hadiah untuk warga yang bisa memberikan informasi.
Namun, akhirnya polisi tak perlu susah-susah melakukan pencarian. Sebab, setelah mendapat kabar itu, Xiong kemudian menyerahkan diri dan mengaku bahwa dialah yang menjadi pelaku tabrak lari tersebut.
© Dream
Dream - Seorang pria tewas tertimpa batu nisan saat mendekorasi makam salah seorang kerabatnya.
Dikutip Dream.co.id dari laman Metro.co.uk, Kamis 2 April 2015, Stephen Woytack, 74 tahun dan istrinya pergi ke kompleks pemakaman St. Joseph di Scranton, Pennsylvania setiap tahun untuk menghias makam keluarga beberapa hari sebelum Paskah.
Namun saat Woytack berlutut di samping makam ibu mertuanya, nisannya justru lepas dan menimpa kepalanya sehingga membunuhnya seketika.
" Ini kejadian yang tak terduga. Kunjungan pasangan setia ini ke makam orang-orang tercinta sebelum perayaan Paskah bisa berakhir dalam cara yang tragis," kata Uskup Joseph Bambera dari Keuskupan Scranton.
Kemungkinan, nisan seberat 180 kilogram itu terjatuh karena tanah tidak stabil. Sebab, salju yang sempat membekukan tanah telah mencair pada musim semi ini. Imbasnya, tanah itu menjadi gembur dan tidak bisa menahan nisan yang berat tersebut.
Woytack, menurut rencana, akan dimakamkan di pemakaman yang sama di mana ibu mertuanya dikebumikan.
© Dream
diduga sengaja menaruh tas berisi uang tunai sebesar USD 150,000 atau sekitar Rp 2 miliar di pinggir jalan. Modusnya, lupa alias tertinggal.
Insiden yang sempat terekam kamera CCTV itu terjadi ketika sebuah mobil yang dikemudikan dua teknisi mesin ATM, terparkir di sebuah kawasan industri. Salah satu teknisi keluar mobil dan menuju ATM untuk mengisi mesin itu dengan uang tunai.
Teknisi itu kembali ke mobil sembari membawa tas berisi uang sisa. Tas itu diletakkan di trotoar dekat mobil dan dibiarkan beberapa lama.
Entah apa yang ada di pikiran si teknisi. Ia masuk mobil tanpa membawa tas berisi uang tunai tadi. Mobil tersebut kemudian melaju dan meninggalkan tas itu.
Sepintas insiden tersebut cukup konyol. Tetapi, polisi justru mengidentifikasi insiden tersebut merupakan modus perampokan baru.
Sebab, beberapa lama setelah tas itu tertinggal, ada satu unit mobil mendekat. Mobil itu kemudian menyambar tas yang berada di trotoar dan melaju kencang ke sebuah bengkel.
Polisi menduga teknisi ATM tersebut telah bekerjasama dengan perampok.
(Ism, Sumber: emirates247.com)
© Dream
Dream - Kisah tragis dialami pesepakbola muda Argentina, Emanuel Ortega, yang meninggal setelah mengalami cedera di bagian kepala karena membentur tembok di pinggir lapangan.
Peristiwa nahas itu dialami Ortega saat melakoni laga Divisi 5 Liga Argentina, antara San Martin de Burzaco vs Juventid Unida.
Ortega yang membela San Martin meninggal dunia setelah kepalanya menabrak tembok karena kalah berebut bola dengan pemain lawan, Alexis Valenzuela pada menit ke-21 babak pertama.
Ia meninggal dunia setelah lebih 10 hari dirawat di rumah sakit. Menurut dokter Ortega mengalami retak di kepalanya yang cukup fatal.
(Sumber: Mirror.co.uk/YouTube)
© Dream
Dream - Seorang pedagang buah di Hangzhou, Provinsi Zhejiang tak sengaja menabrak anaknya saat hendak menghindar dari chengguan (Satpol PP-nya Tiongkok).
Akibatnya, bocah berusia 4 tahun itu pun meninggal di lokasi kecelakaan. Menurut chengguan, kejadian yang terjadi pada sore 15 Januari, itu bermula saat pedagang sedang berjualan buah di atas truknya.
Pedagang itu kemudian melihat para chengguan berdatangan dan berbincang dengan pedagang lain 20 meter dari lapaknya.
Entah karena takut dirazia, pedagang ini tiba-tiba masuk mobil dan langsung tancap gas. Sayangnya, dia lupa bahwa anaknya sedang bermain-main di sekitar truk yang juga jadi tempatnya berjualan.
Dia melindas anaknya yang masih 4 tahun itu hingga meninggal di tempat kejadian. Polisi saat ini sedang mengatur lalu lintas di sekitar tempat itu dan peristiwa ini masih dalam penyidikan pihak berwenang.
(Ism, Sumber: shanghaiist.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya