Kutuk Pengeboman Gereja Katedral Makassar, Menag: Apapun Motifnya Tak Dibenarkan

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 28 Maret 2021 13:32
Kutuk Pengeboman Gereja Katedral Makassar, Menag: Apapun Motifnya Tak Dibenarkan
Menag Yaqut Cholil Qoumas menyatakan aksi pengeboman tersebut sebagai tindakan keji.

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengutuk keras aksi pengeboman di kompleks Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dia menyatakan aksi ini sebagai tindakan keji dan jauh dari ajaran agama.

" Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri juga sangat merugikan orang lain," ujar Gus Yaqut.

Gus Yaqut berharap Kepolisian dapat bisa segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan yang dilakukan di dekat tempat ibadah ini. Juga mengungkap tuntas aktor yang terlibat.

Dia memprediksi pengebom bunuh diri tidak sendirian. Sebab seringkali para pelaku ini digerakkan oleh jaringan yang bekerja dalam senyap dan rapi.

" Kepolisian juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusyuk dalam beribadah," kata Gus Yaqut.

 

1 dari 4 halaman

Dorong Peningkatan Pola Pengajaran Agama

Atas kejadian ini, Gus Yaqut mengimbau para tokoh agama untuk terus meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya beragama secara moderat. Dia menegaskan setiap agama mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan.

Kekerasan akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti merugikan banyak pihak. Kekerasan ini pulalah yang rawan mengoyak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik.

Gus Yaqut juga mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalaan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan lain sebagaianya. Jika cara itu ditempuh, diyakini akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi.

" Selain itu tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban dari kekerasan," terang Gus Yaqut.

2 dari 4 halaman

Detik-detik Terjadinya Ledakan di Depan Katedral Makassar

Dream - Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Merdisyam, menjelaskan kronologi ledakan yang terjadi di depan Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Insiden tersebut sempat terekam CCTV.

Merdisyam mengatakan sebelum ledakan, ada satu orang mengendarai motor. Orang tersebut berusaha masuk ke gereja namun sempat ditahan petugas.

" Ada orang naik sepeda motor, mau masuk ke parkiran tapi dilarang, enggak lama ada ledakan," ujar Merdisyam.

Dia memastikan ledakan tidak terjadi dalam gereja. Titik ledakan ada di tepi jalan raya persis depan gereja.

" Jadi bukan di dalam gereja, masih di jalanan, tidak masuk ke dalam gereja," kata dia.

 

3 dari 4 halaman

5 Petugas dan 4 Jemaah Gereja Terluka

Sejauh ini, terdapat lima petugas dan empat jemaah gereja yang terluka. Mereka terkena serpihan bom.

Satu orang meninggal di lokasi kejadian. Diduga adalah pelaku.

" Saat ini kita ada lima petugas gereja dengan empat jemaah terkena serpihan dan kita bawa ke rumah sakit. Korban meninggal diduga hanya pelaku," kata dia.

4 dari 4 halaman

Geger Ledakan Depan Gereja Katedral Makassar, Diduga Bom Bunuh Diri

Dream - Peristiwa ledakan terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Lokasi kejadian tepat di depan Gereja Katedral Makassar di Jalan Kajaolalida-RA Kartini.

Insiden yang diduga bom bunuh dini terjadi pada Minggu, 28 Maret 2021. Titik ledakan berada di gerbang Katedral.

Satu orang meninggal dalam insiden tersebut. Diduga orang yang meninggal adalah pelaku.

Belum ada informasi mengenai kronologis ledakan ini. Juga ada tidaknya korban lain.

Beri Komentar