Mahfud MD: Ujaran Kebencian Turun Pasca Prabowo Gabung Jokowi

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 27 Desember 2019 09:00
Mahfud MD: Ujaran Kebencian Turun Pasca Prabowo Gabung Jokowi
Mahfud berharap kondisi semacam ini dapat menjadi pelajaran berharga.

Dream - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud Md, mengatakan, angka ujaran kebencian menurun usai masuknya Prabowo Subianto ke dalam kabinet Indonesia Maju. Menurut dia, ujaran kebencian turun sebesar 80 persen.

" Alhamdulillah berdasarkan pantauan kami sekarang ini, tadi presiden mengatakan sekarang peristiwa-peristiwa ujaran kebencian yang sifatnya intoleran itu turun 80 persen," kata Mahfud, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 26 Desember 2019.

Mahfud menambahkan, salah satu dampak bergabungnya Ketua Umum Partai Gerinda tersebut yaitu amannya perayaan Natal. Dia berharap kondisi semacam ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tetap damai.

" Karena pilpres juga sudah selesai. Kemudian dua kubu sudah bersatu sehingga tidak ada lagi, kan itu bagus, kan," ucap di.

" Sejak pelantikan kabinet itu tidak ada peristiwa yang gaduh banget, Natal juga aman. Kenapa? Kan tidak usah mempersoalkan orang bergabung atau tidak bergabung, yang penting produknya aman, nyaman, tenang," ucap dia.

Sumber:

1 dari 5 halaman

Prabowo Beber Kelemahan Pertahanan Indonesia

Dream - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menggelar rapat kerja bersama Komisi I DPR, Senin 11 November 2019. Rapat kerja ini membahas sistem pertahanan nasional.

Pada rapat itu, Prabowo membeberkan beberapa keunggulan dan kekurangan sistem pertahanan yang dimiliki Indonesia, berikut di antaranya:

1. Bahan Baku Peluru dan Roket Bisa Dibuat

Prabowo mengatakan, Indonesia mampu membuat bahan baku peluru dan roket atau propelan. Dia mengatakan, semua bahan propelan ada di Indonesia.

Dia optimis Indonesia bisa menjadi industri pertahanan yang kuat.

" Ternyata kita mampu membuat propelan, bahan yang sangat penting untuk peluru dan untuk hampir semua roket dan sebagainya kita mampu membuat dalam negeri," kata Prabowo.

2 dari 5 halaman

2. Industri Pertahanan Banyak Kekurangan

 Ke Pindad, Prabowo Ingin Pertahanan Indonesia Tak Diremehkan© MEN

Prabowo mengatakan, industri pertahanan Indonesia punya banyak kekurangan. Informasi itu muncul setelah dia mengunjungi PT Pindad.

Meski demikian, Prabowo enggan merinci apa kekurangan industri pertahanan tersebut. Dia akan mencari solusi mengenai masalah pertahanan itu dengan Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono.

3. Pertahanan Indonesia, Defensif

Prabowo menyebut, sistem pertahanan Indonesia punya sifat yang defensif. Menurut dia, Indonesia tidak ingin mengganggu negara manapun, namun juga tidak ingin diganggu negara lain.

" Wawasan pemikiran, doktrin hankamneg yang kita susun dan rumuskan bersama, bahwa pertahanan bagi Indonesia bukan bersifat offensive, tapi defensive," kata Prabowo.

Sumber: 

3 dari 5 halaman

Ke Pindad, Prabowo Ingin Pertahanan Indonesia Tak Diremehkan

Dream - Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, dan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Wahyu Sakti Trenggono, mengunjungi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat. Mereka ingin mendorong kemajuan industri pertahanan Indonesia.

" Kalau ada masalah kita meski lihat, kan kita juga ingin mengembangkan industri pertahanan nasional. Supaya kita berperan dan berbicara di kawasan global," kata Trenggono, dikutip dari , Rabu 6 November 2019.

Menurut Trenggono, Prabowo ingin pertahanan Indonesia lebih dipandang di dunia internasional. Prabowo, kata dia, menilai pertahanan Indonesia saat ini belum cukup disegani.

Trenggono mengatakan, Prabowo rencananya tidak hanya meninjau PT Pindad. Dia juga akan menyambangi PT Pal dan PT Dirgantara Indonesia. " Itu kemampuan-kemampuan di bidang perkapalan dan lain sebagainya," kata dia.

Trenggono mengaku sudah berdiskusi dengan Prabowo mengenai kebutuhan alutsista Tanah Air. " Kita diskusi lagi soal kira-kira perkembangan ke depan dari sisi kebutuhan alutsista," ujar dia.

Diaa menyebut banyak sistem pertahanan yang harus dikembangkan. Mulai dari membangun kapal selam, senjata ringan, dan masih banyak lainnya.

" Tetapi untuk memastikan kapasitasnya apakah memadai dari sisi industri kan juga harus liat ke sana," kata dia.

4 dari 5 halaman

Terima Dubes China, Prabowo: 1.000 Kawan Sedikit, 1 Musuh Terlalu Banyak

Dream - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian di kantor Kementerian Pertahanan, Rabu, 30 Oktober 2019. Pertemuan bertujuan untuk mempererat hubungan diplomatik kedua negara. 

" Kita harus berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangga manapun. 1.000 kawan terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak,"  kata Prabowo, di akun Twitter resminya, Senin, 30 Oktober 2019.

Menurut Prabowo, Indonesia dan CHina sepakat bahwa kedaulatan antar dua negara adalah hal yang utama. Kedua negara juga memandang stabilitas dari sebuah negara dapat diukur jika rakyatnya merasa aman dan tidak hidup dalam ancaman, baik dari dalam maupun dari luar.

 Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian (Foto: Twitter/@prabowo)© Istimewa

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian (Foto: Twitter/@prabowo)

Usai bertemu Xiao, Prabowo melanjutkan agenda kerjanya dengan mengunjungi Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 30 Oktober 2019.

Melalui twitter resmi pribadinya, Menhan Prabowo disambut langsung Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Melalui foto yang dibagikan, tampak upacara penyambutan militer kepada Prabowo Subianto. Prabowo tampak memberikan hormat kepada prajurit yang meyambutnya.

5 dari 5 halaman

Ngantor di Kemenhan, Prabowo Pakai Mobil Pribadi Berpelat 1-00

Dream - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, tiba di kantornya menggunakan mobil Toyota Alpard. Meski milik pribadi, mobil Prabowo tersebut sudah terpasang logo Kemhan, 1-00.

Menurut , Selasa 29 Oktober 2019, mobil Prabowo dikawal anggota patroli dan pengawalan Direktorat Lalu Lintas Polri. Seorang petugas membenarkan mobil tersebut merupakan milik Prabowo Subianto.

Sebelumnya, mobil Prabowo tampak terlihat di Sidang Kabinet perdana di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. Kala itu, mobil Alphard putih tersebut masih memakai pelat nomor B 108 PSD.

Kepala Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara, Piping Supriatna, mengatakan, mobil dinas baru untuk menteri yakni, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive memang belum diserahkan. Dia berharap mobil dinas baru itu bisa segera dipakai para menteri.

" Belum, kami sedang menyelesaikan kelengkapan administrasinya. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama," ujar Piping.

Sumber:

Beri Komentar