7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Vaksin AstraZeneca (Shutterstock.com)
Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan mengkaji aspek keamanan dari vaksin Covid-19 AstraZeneca menyusul banyaknya negara yang menghentikan sementara vaksin tersebut. Ini disebabkan adanya temuan yang menyatakan terjadi penggumpalan darah pada pasien usai disuntik vaksin tersebut.
Ketua BPOM, Penny K Lukito, mengatakan data yang diterima WHO menyebutkan kasus penggumpalan darah dipicu bets tertentu dengan nomor ABV5300, ABV3025, dan ABV2856. Tiga nomor bets tersebut diduga berkaitan dengan vaksin AstraZeneca.
" Walaupun vaksin Covid-19 AstraZeneca dengan nomor bets ABV5300, ABV3025 dan ABV2856 tidak masuk ke Indonesia, namun untuk kehati-hatian, Badan POM bersama dengan tim pakar Komnas Penilai Obat, Komnas PP KIPI dan ITAGI melakukan kajian lebih lanjut sejak diketahui isu keamanan tersebut," ujar Penny, dikutip dari BPOM.
BPOM juga terus berkomunikasi dengan WHO serta Badan Pembuat Obat negara-negara lain untuk mendapatkan hasil investigasi kasus ini. Selama pengkajian berjalan, Penny menyatakan pihaknya merekomendasikan vaksin tidak dipakai.
" Selama masih dalam proses kajian, vaksin Covid-19 AstraZeneca direkomendasikan tidak digunakan," kata Penny.
Sebanyak 1,1 juta vaksin Covid-19 AstraZeneca sudah diterima Indonesia. Tetapi, vaksin tersebut merupakan buatan Korea Selatan dengan mutu yang dinyatakan sudah sesuai standar persyaratan global untuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
" Bets produk vaksin Covid-19 AstraZeneca yang telah masuk ke Indonesia tersebut berbeda dengan bets produk yang diduga menyebabkan pembekuan darah dan diproduksi di fasilitas produksi yang berbeda," terang Penny.
Dia juga menjelaskan vaksin tersebut telah melewati uji klinis di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan melibatkan total 23.745 subjek. Hasilnya menunjukkan efek samping yang muncul setelah suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca tergolong ringan hingga sedang.
" Berupa reaksi lokal dan sistemik, juga tidak ada efek samping yang sifatnya serius dan terkait dengan gangguan pembekuan darah," ucap Penny.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?