Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masyarakat Dunia Mulai Tidak Religius, Jokowi: 29 Persen Agnostik Dan Ateis (dok.Setkab)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat dunia saat ini semakin tidak religius. Kondisi inilah yang menyebabkan kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Peringatan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan acara pembukaan ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC) 2023 di Jakarta, Senin 7 Agustus 2023.
" Menurut Global Peace Index 2023, konflik global semakin marak," ujar Jokowi.
Di hadapan para pemimpin atau tokoh agama ASEAN, Jokowi mengungkap sejumlah data yang menunjukkan bahwa kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja.
Dia membandingkan kondisi di tahun 2008 yang dilaporkan terjadi konflik yang melibatkan 58 negara. Kini setelah 15 tahun berlalu, konflik yang terjadi melibatkan lebih banyak pihak yaitu 91 negara.
Dari konflik yang terjadi tersebut tercatat angka kematian sebagai dampak dari konflik global meningkat menjadi 238 ribu jiwa.
" Dampak kerugian ekonomi naik 17 persen, menjadi 17,5 triliun USD, setara dengan 13 persen GDP global," ungkapnya.
Di bidang keagamaan, kata Jokowi, masyarakat dunia mulai semakin tidak religius. Menurut survei IPSOS Global Religion terhadap 19.371 orang dari 26 negara, 29 persen menyatakan agnostik dan ateis.
" (Survei itu menunjukkan) 29 persen menyatakan bahwa mereka agnostik dan ateis. Menurut data Pew Research Center, jumlah kekerasan atas nama agama meningkat," katanya.
Dengan kondisi dunia yang memprihatinkan tersebut, Presiden menyambut baik peran konstruktif dari Forum ASEAN IIDC 2023 yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama.
Ia berharap ASEAN tak hanya mampu menjadi epicentrum of growth tetapi juga bisa berperan sebagai jangkar perdamaian dunia.
" Saya harapkan (forum ASEAN IIDC) ini menimbulkan kesaling-mengertian sebagai fondasi yang kokoh bagi ASEAN untuk epicentrum of growth epicentrum of harmony," ujar Jokowi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya