Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Megah Putra Perkasa, Pilot Airbus yang Jual Mie Ayam Akibat Pandemi

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 21 Februari 2022 15:19
Megah Putra Perkasa, Pilot Airbus yang Jual Mie Ayam Akibat Pandemi
Kebutuhan hidup memang tak bisa ditawar.

Dream – Hari pertama bulan Ramadhan tahun 2020. Kalender menunjuk hari Kamis, tanggal 23 April 2020, saat umat muslim Indonesia memulai puasa pertama. Ini bulan puasa di masa awal pandemi. Pada hari itu Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, tampil memberikan keterangan pers lewat kanal YouTube BNPB Indonesia.

Ahmad Yurianto mengungkapkan, dibanding data kemarin, kasus positif Covid-19 pada Kamis itu bertambah 357 kasus sehingga  kasus di Indonesia menjadi 7.775 kasus. Di antaranya, ada 647 orang yang sudah meninggal dunia. Dan, di hari itu kematian bertambah 11 orang lagi, sehingga menjadi 658 orang.

Tak disangka kasus positif Covid-19 menembus angka 7000-an ini berbuntut panjang. Esoknya, pada hari kedua Ramadhan, Jumat 24 April 2020, Pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara layanan transportasi udara penumpang komersil. Larangan penerbangan itu berlaku sejak 24 April 2020 sampai 1 Juni 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, menyatakan larangan terbang ini diberlakukan baik untuk perjalanan dalam negeri (domestik) maupun luar negeri (internasional).

Kabar itu tak ayal menguncang dunia penerbangan di Indonesia. Termasuk juga bagi Megah Putra Perkasa, 46 tahun, salah satu pilot penerbangan sipil swasta yang biasa membawa pesawat besar Airbus A320.

“ Saya ingat benar hari itu. Hari kedua Ramadhan ada larangan untuk terbang bagi semua pesawat komersial,” kenang Megah ke Dream.co.id yang menghubunginya pekan lalu.

Itu merupakan bulan-bulan awal saat pandemi Covid-19 menyerbu Indonesia. Pukulannya langsung dirasakan pertama kali oleh semua profesi di dunia penerbangan Indonesia, tak terkecuali Megah.

Ratusan pilot dan ribuan pekerja di sektor penerbangan terpukul akibat pandemi. Terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan.

***

Selama 13 tahun bekerja sebagai pilot komersil, membuat Megah Putra Perkasa awalnya cukup merasakan kemapanan ekonomi.

Namun kehidupan nyaman sebagai pilot, mendadak harus berubah begitu pandemi Covid-19 melanda.

Akibat kebijakan larangan terbang itu, Megah sempat dirumahkan. Sebagai pilot yang bisa dikatakan senior, gaji Megah dipotong banyak. Gajinya sempat dipotong 80 persen saat dirumahkan.

Walau tak mengungkapkan besaran gajinya, tapi Megah menuturkan gaji seorang pilot itu berkisar antara Rp 20 juta sampai Rp 50 juta.

Dengan pengalaman sebagai seorang pilot senior dan referensi berbagai sumber, Megah diperkirakan bisa menerima gaji sekitar Rp 44 juta sampai Rp 50 juta sebagai pilot senior.

Jadi, bila dia menerima gaji Rp 50 juta, dengan potongan sebesar 80 persen akibat pandemi, Megah setiap bulannya hanya menerima Rp 10 juta!

Jelas jumlah yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga Megah dan membiayai empat anaknya yang masih sekolah.

" Karena biaya hidup terus berjalan. Anak-anak harus tetap bayar sekolah. Apalagi di saat pandemi tidak ada pengurangan biaya sekolah. Biaya hidup juga harus tetap ada. Harus tetap makan,” kata Megah.

Sedih, tapi Megah sadar ia harus bergerak cepat demi istri dan keempat anaknya. Saat itu sulungnya masih duduk di bangku SMA, dua anak tengahnya di  SMP, dan yang paling bungsu masih di bangku SD.

Pendapatan yang terpotong banyak itu memaksa pria kelahiran Pekanbaru bulan Juni 1975 itu untuk berpikir lebih keras mencari usaha lain.  

Tak ubahnya seperti keputusan cepat seorang pilot pesawat ketika pesawat tengah menghadapi guncangan keras atau turbulensi di udara. Ia harus memutuskan secara cepat dan tepat.

Pengalaman menghadapi turbulensi di udara adalah sesuatu yang jamak dihadapi seorang pilot. Sebab, sejatinya Megah sudah jadi pilot selama 25 tahun.

“ Selama 10 tahun saya jadi pilot TNI AL,” ujarnya mengenang, bangga. Profesinya sama seperti pekerjaan Tom Cruise di film Top Gun,  menjadi pilot Angkatan Laut.

Menurut Megah, Angkatan Laut RI punya dua pangkalan pesawat. Satu di Surabaya, dan satu lagi di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.“ Pada tahun 2007 saya memutuskan pensiun dari TNI AL,” kata Megah.  

Saat memutuskan pensiun sebagai pilot TNI AL di tahun 2007, pangkat terakhir Megah adalah Kapten.

Ia lalu memulai karier menjadi pilot di salah satu maskapai swasta.  Jadi, sampai sekarang Megah sudah 15 tahun jadi pilot penerbangan sipil.

***

Melihat pendapatannya menurun drastis akibat pandemi, Megah berusaha mencari tambahan. Akhirnya Megah memutuskan menjajal bidang kuliner. Ia memutuskan berjualan mie ayam.

Saat ditanya, apakah dia tak malu beralih profesi dari seorang pilot Airbus A320 menjadi tukang mie ayam, Megah lugas menjawab: “ Tidak perlu malu. Apalagi saya suka masak. Jadi saya masak mie ayam untuk cari makan sekalian."

Pengalamannya sebagai pilot telah membawa Megah ke seluruh pelosok Nusantara. Membuat dia menjadi pengemar kuliner. Saat tiba di daerah, dia suka jalan-jalan untuk mencari kuliner enak. Salah satunya mencari makanan kesukaan dia: mie ayam. Itulah mengapa dia memutuskan untuk berjualan mie ayam.

“ Saya terinspirasi Mie Ayam Yunus di Tebet, Jakarta Selatan, dan Mie Ayam Tumini di Yogyakarta,” ujarnya.

Usaha mie ayam Megah dimulai April 2020 saat dia dirumahkan. Awalnya dia menjual mie ayam secara online. Salah satunya menggunakan Instagram dia pribadi di @navy_132 dan tempat usaha mie ayamnya @keptenkitchen.

Ia menjual mie ayam polos seharga Rp 18.000. Mie ayam pakai bakso atau pangsit Rp 20.000. Kalau paket lengkap pakai pangsit dan bakso menjadi 25 ribu rupiah.

Ia juga menggunakan WhatsApp Grup (WAG) sebagai media promosi. Termasuk WAG anak-anaknya yang masih sekolah. Satu anak, menurut Megah, paling tidak ikut empat WAG, seperti WAG orang tua murid, WAG kelas, dan sejenisnya. “ Jadi di situ saya mulai berjualan,” ujarnya.

Ketika masih berjualan via online, Megah pernah dalam sehari membuat 70 boks mie ayam  untuk dikirim ke pelanggan.

Melihat kegigihan Megah berjualan mie ayam secara online, seorang temannya sesama pilot kemudian menawarinya untuk membuka warung mie ayam secara offline. Ia menawarkan tempat gratis untuk usaha.

Maka, pada Juni 2020, Megah pun mulai mengumumkan berjualan mie ayam dengan merek Kepten Kitchen di sebuah ruko Granada Square BSD, Tangerang Selatan. Warung itu dia pakai dari Juli hingga November 2020.

Saat itu, Megah buka warung mi ayam pukul 10.00-20.00 WIB. Ia mengaku dalam sebulan mampu menghasilkan omzet Rp35 juta-Rp 40 juta.

Ia mengaku bangga dengan  pencapaian usahanya saat itu.

***

Instagram @keptenkichen, Kamis 17 Februari 2022.

Di Instagram itu tertulis nomer telepon yang bisa dihubungi. Tapi di bagian bawah Instagram itu ada keterangan bertulis: “ Pemesanan saat ini Open PO dan dikirim via kurir online dll. Warung tutup sementara ini, doakan bisa segera buka kembali.”

Megah memang mengakui kini tidak lagi berjualan mie ayam, baik online maupun offline. Gagalkah usahanya?

Bukan itu alasannya. Berita baik! Ia kini sudah mulai terbang kembali. Masih di maskapai yang sama seperti dulu.

“ Dulu saya dua minggu terbang, dua minggu di rumah, jadi saya masih bisa jualan saat saya di rumah. Tapi sekarang saya terbang full dan disuruh stand-by dan bisa terbang sewaktu-waktu. Jadi saya tidak bisa berjualan mie ayam lagi. Yang bisa masak mie ayam cuma saya. Istri saya  tidak bisa,” ujarnya.

Ia juga mengaku pada masa awal pandemi, gajinya tinggal 20 persen. Makanya dia memutuskan berjualan mie ayam.

Lalu setelah dia terbang dua minggu dan dua minggu di rumah, dia menerima gaji 30 persen.

Setelah terbang kembali, gaji yang dia terima pun bertambah. “ Sekarang saya baru terima gaji 50 persen. Belum pulih semua. Tapi sudah lumayan,” ujarnya, senang.

Saat dagang mie ayam, dia mengaku tidak merasa malu. Karena menurutnya hidup harus berani berubah. Apalagi saat gaji yang dia terima saat awal pandemi hanya 20 persen, “ Tidak cukup untuk biaya hidup dan biaya sekolah empat anak saya,” katanya.

Kini, anak pertama Megah sekarang sudah lulus SMA dan sedang ikut pendidikan calon pilot TNI di Magelang, Jawa Tengah. Mengikuti jejak Megah. Sementara anak keduanya duduk di kelas 1 SMA. Anak ketiganya di kelas 2 SMP. Sementara  anak bungsunya siswa kelas 5 SD.

“ Saya berdagang mie ayam karena harus realistis. Harus cepat berpikir dan bertindak demi keluarga,” ujarnya.

Ia sendiri mengaku belum melupakan usahanya berdagang mie ayam. Jika kelak dia pensiun atau sudah tak sanggup membawa pesawat terbang sebagai pilot, dia akan mencoba membuka kembali usaha mie ayamnya.

Ia merasa tak perlu gengsi. Hikmah terbesar saat pandemi menurutnya mengajarkan bahwa tidak ada yang abadi dalam hidup ini.

Semua yang di atas bisa mendadak jatuh ke bawah. Yang di bawah juga bisa naik ke atas. Tidak ada yang tetap. Semua berubah. Yang tetap adalah perubahan itu sendiri.

Seperti kata Herakleitos, seorang filsuf dari Yunani Kuno: panta rhei kai uden menei. Artinya, " semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tetap sama.”

Itulah barangkali sebabnya Megah Putra Perkasa menulis kalimat " All glory is fleeting" di status WhatsApp pribadinya.

Artinya: “ Semua kemuliaan itu cepat berlalu." (eha)

Beri Komentar