Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Dan Dirjen Bimas Islam, Muhamadiyah Amin (Foto: Kemenag)
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengajak perwakilan dari 14 negara untuk mewujudkan kalender hijriah global. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka seminar internasional bertajuk Peluang dan Tantangan Implementasi Kalender Global Hijriah Tunggal, di Hotel Aryaduta, Jakarta pada 28 hingga 30 November 2017.
“Ini adalah waktu yang tepat bagi umat Islam Indonesia dan global untuk menyatukan langkah dan membangun visi bersama, strategi dan tahapan untuk mewujudkan kalender Islam yang mapan dan dapat diterima semua pihak,” kata Lukman, dalam keterangan resminya, Rabu 29 November 2017.
Lukman mengatakan, seminar internasional merupakan respons dari banyak pertemuan mengenai kalender hijriah. “Saya berharap seminar ini tidak sekadar menyatukan komitmen bersama melainkan bisa ditindaklajuti oleh organisasi negara Islam,” ujar dia.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Muhamadiyah Amin, mengatakan agenda ini merupakan tindak lanjut dari seminar di Turki beberapa tahun lalu. “Seminar ini bertujuan untuk mencari titik temu dalam penyusunan dan penetapan kalender global hijriah tunggal,” kata Amin.
Sebanyak 14 peserta negara sahabat yang mengikuti seminar ini, antara lain, Malaysia, Brunai Darussalam, Turki, Maroko, Singapura, Arab Saudi, Mesir, Iran, Yordania, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Inggris, India dan Irlandia.
Dari Indonesia, tiga pembicara penting hadir yaitu Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin dan perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari