Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (dream.co.id)
Dream - Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin menandatangi kesepatakan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ombudsman Republik Indonesia, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk mencegah korupsi di lingkungan Kementerian Agama.
Menteri Lukman mengajak aparatur di lingkungannya untuk lebih berintegritas, profesional, inovatif, dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu Menteri Lukman juga menegaskan kembali jika korupsi adalah kejahatan yang berat. Untuk itu membasmi korupsi, menurutnya, ialah keniscayaan yang harus dijalankan.
"Memberantas korupsi adalah bagian dari upaya reformasi yang dijalankan oleh Kementerian Agama," ungkapnya di sela-sela penanda tanganan komitmen Kementerian Agama Berintegritas di Tenis Indoor Senayan, Senin, 15 Juni 2015.
Menurutnya masalah utama munculnya korupsi di suatu lembaga karena adanya empat kelemahan. Lemahnya birokrasi internal, sistem administrasi, kontrol publik, menjadi tiga diantaranya.
"Kosongnya pengawasan, ini yang berbahaya. Menjadi peluang untuk melakukan korupsi," jelasnya.
Langkah Menteri Lukman ini pun diapresiasi oleh Zulkarnaen, Wakil Ketua KPK. Menurut Zulkarnaen, usaha yang dilakukan Menteri Lukman ialah yang pertama diantara lembaga-lembaga lainnya. Dia pun turut menilai peran aktif kementerian ini dalam laporan harta kekayaan pribadi.
"Sejauh ini, kementrian ini laporan harta kekayaan pribadi 98 persen. Tapi sayangnya, yang update-nya hanya 64 persen," kata Zulkarnaen.
Sejauh ini Kementerian Agama mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pengelola Keuangan (BPK). Menteri Lukman menyatakan ingin mempertahankan opini itu dengan membangun zona integritas dan wilayah bersih melayani.
"Mari menegaskan diri dihadapan publik untuk peningkatan integritas," ajaknya dihadapan 4500 guru madrasah dan 500 orang petugas KUA se DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan serta perwakilan dari beberapa provinsi di Indonesia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari