Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
CTO Motiv, Curt Von Bodinski. (Foto: Oddity Central)
Dream – Kalau Anda termasuk orang yang mengeluh karena harus nglaju setiap kali bekerja, kisah ini bisa membuat Anda sedikit bersyukur. Ada seorang karyawan yang harus bekerja dan menempuh perjalanan selama enam jam.
Dilansir Oddity Central, Selasa 18 Juli 2017, Curt von Badinski, harus menempuh perjalanan sejauh 568,1 kilometer, dari Los Angeles ke San Fransisco. Curt pun tidak mau berlama-lama menghabiskan waktu di jalan. Untuk itu, dia menggunakan pesawat untuk berangkat dan pulang kerja.
Setiap harinya, Curt yang berprofesi sebagai insinyur mesin dan sebagai chief technology officer di sebuah perusahaan teknologi di San Fransisco, harus bangun jam 05.00, mandi, gantin baju, sarapan, lalu pergi ke Bob Hope Burbank Airport dengan mobilnya.
Kemudian, dia naik pesawat bermesin tunggal dan berangkat ke Oakland dengan waktu tempuh 1,5 jam. Dari Oakland, dia harus menyetir mobil ke San Fransisco, barulah dia sampai di kantornya, Motiv. Pria ini bekerja mulai pukul 08.30 dan pulang kantor pukul 17.00. Dia sampai di rumah sekitar jam 21.00.
“ Ketika saya memberi tahu orang-orang kalau saya nglaju ke San Fransisco setiap hari, mereka selalu bertanya tiga kali, ‘setiap hari?’ ‘setiap hari?’ ‘setiap hari?’,” kata dia kepada BBC Capital.
Perusahaan tempat Curt bekerja ini sebenarnya dibangun di Los Angeles, tapi pada suatu ketika mereka memutuskan pindah ke San Fransisco karena optimistis bisa menemukan talenta baru di wilayah yang kecil itu.
Karena satu dan lain hal, Curt tidak bisa memboyong keluarganya ke San Fransisco, tapi dia juga tidak bisa membawa kembali kantornya ke Los Angeles. Satu-satunya solusi adalah menjadi seorang penglaju.
“ Saya harus bertatap muka dengan perusahaan saya, tetapi saya juga ingin bisa membantu keluarga saya di Los Angeles,” kata dia.
Berbicara tentang biaya, dia harus mengeluarkan uang sebesar US$2300 atau sekitar Rp30,62 juta perbulan untuk penerbangan tanpa batas dan berbagi dengan delapan penglaju lainnya. Pria ini juga telah melakukan pemeriksaan badan sebelum masuk ke pesawat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang