Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mendagri Tito Karnavian (Foto: Liputan6.com)
Dream - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta kepala daerah memprioritaskan petugas medis dalam tes cepat, atau rapid test virus corona. Langkah ini diambil karena para petugas medis berada di garda depan penanganan Covid-19.
" Kelompok target yang paling utama dilakukakan rapid test adalah petugas medis kita, yaitu para dokter, perawat, petugas rumah sakit khususnya yang bertugas menangani Covid 19 berikut keluarganya," kata Tito, Selasa, 24 Maret 2020.
Tito mengatakan, tujuannya dari kebijakan ini agar menjaga kondisi kesehatan para petugas medis.
" Karena merekalah yang menjadi ujung tombak perawatan, mitigasi dan penanggulangan Covid 19, ujar Tito.
Sebelumnya, Tito juga meminta kepala daerah memperhatikan lokasi tes cepat Covid-19. Dia menyarankan jangan terjadi kerumunan massa saat rapid test berlangsung.
" Kami selalu memantau kegiatan di masyarakat yang menghimpun banyak orang, dan bila terjadi, langsung menelpon Gubernur atau Bupati untuk membubarkan sesegera mungkin," ujar dia.
Dream - Sebanyak 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan keluarganya akan menjalani tes cepat Covid-19. Rencananya tes tersebut akan dilakukan Kamis, 26 Maret 2020 atau Jumat, 27 Maret 2020.
" Kami baru menunggu alatnya besok baru sampai di DPR jadi kami perkirakan rapid test anggota DPR akan dilakukan sekitar Kamis atau mulai Jumat ini," kata Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, Senin, 23 Maret 2020.
Rencananya tes cepat itu akan berlangsung di kompleks perumahan anggota DPR di Kalibata dan Ulujami. Tes digelar secara massal di satu ruang serbaguna.
Indra memperkirakan akan ada 2.000 orang yang menjalani tes cepat. Jumlah itu, kata dia, termasuk orang yang bekerja untuk anggota dewan, misalnya sopir pribadi.
DPR menyiapkan empat dokter dan empat paramedis. Indra menjelaskan, anggota DPR dan keluarga yang negatif akan dirujuk ke rumah sakit untuk divaksin antiflu dan antipneumonia. Sementara, yang positif akan ditangani sesuai prosedur.
" Kita pada rumah sakit rujukan, kita sudah sampaikan nanti akan ditangani sesuai prosedur penanganan virus," ucap dia.
Indra mengatakan, dalam tes cepat ini akan diprioritaskan untuk orang berumur di atas 50 tahun yang memiliki resiko tinggi. Tes untuk dewan ini untuk memastikan tidak ada anggota atau keluarganya yang positif.
" Jadi itu sebenarnya keinginan kita semuanya untuk tahu supaya kita bukanlah tidak terpapar virus itu. Kan semua ingin tahu dengan sekarang epicentrumnya bukan lagi di masyarakat di mana mana pusat-pusat pemerintahan juga terkena dan mereka juga ingin memastikan juga," kata dia.
Adapun rapid test ini tidak menggunakan anggaran DPR. Melainkan sumbangan anggota dan pimpinan DPR.
Dream - Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Sucipto, itu bisa berbuat apa-apa. Dia kena makian anggota DPRD Blora yang tak mau dicek kesehatan usai tiba dari kunjungan kerja (kunker) di Lombok, Kamis malam, 19 Maret 2020.
Anggota DPRD Blora dari Fraksi Hanura itu bernama Warsit. Dia terus memarahi petugas kesehatan.
" Kita keberatan diperiksa di sini. Kita DPRD setingkat bupati, bukan anak gembala. Bagaimana ini SOP-nya, harus jelas. Jangan seperti ini," kata Warsit.

Anggota DPRD Blora memaki petugas kesehatan yang ingin mengecek kondisi Covid-19 (Foto: Liputan6.com/Ahmad Adirin)
Dilaporkan Liputan6.com, di tengah merebaknya virus corona Covid-19 Indonesia, DPRD Blora memaksakan diri menggelar kunjungan kerja ke Lombok.
Imbauan Presiden Indonesia dan Gubernur Jawa Tengah untuk mengurangi aktivitas yang tidak perlu, tidak digubris.
" Kalau bupati dari Jogja sana sama istrinya, kamu periksa tidak? Kami setingkat bupati. Wakil bupati sama anak istrinya dari Jakarta, mbok periksa kamu tidak?" kata Warsit.
Ketua DPRD Blora, Dasum juga menganggap cek kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan Blora tidak jelas SOP-nya.
" Ayo pindah ke RSUD (Cepu, Blora) saja. Jangan di sini," kata Dasum.
Setelah ditunggu petugas kesehatan dari Dinkes Blora di RSUD Cepu Kabupaten Blora sesuai permintaan, para anggota DPRD Blora itu pun tidak kunjung datang. Artinya, mereka langsung pulang dan mangkir dari prosedur cek kesehatan corona Covid-19.
Edi Sucipto mengatakan, akan tetap melaksanakan tugasnya untuk memeriksa para wakil rakyat itu di lain hari dengan mendatangi rumah mereka masing-masing.
Sumber: Liputan6.com/Ahmad Adirin
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya