Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Salah Satu Seorang Petapa (CNN)
Dream - Di zaman serba modern ini, ternyata ada manusia yang mencoba bertahan hidup layaknya seorang pertapa zaman baheula.
Mereka menjauhkan diri dari kemudahan yang ditawarkan teknologi dan memilih mengasingkan diri di pedalaman hutan-hutan di Ukraina dan Rusia--dulunya tergabung negara komunis Uni Soviet.
Fotografer Rusia, Danila Tkachenko, mencoba untuk mengabadikan kehidupan mereka melalui foto-fotonya.
Untuk melacak keberadaan pertapa bule itu, Danila bertanya kepada pihak berwenang, termasuk penjaga taman nasional dan cagar alam serta mencari informasi di surat kabar.
Ternyata sungguh sulit melacak orang yang sengaja menghilangkan dirinya itu.
" Seringkali informasi yang saya dapat kurang akurat, jadi banyak perjalanan yang saya lakukan menjadi sia-sia," kata Danila.
Para pertapa tersebut tinggal di rumah yang terbuat dari kayu. Mereka juga memanfaatkan liang bawah tanah atau gua sebagai tempat tinggal dan makan dari berburu atau mengumpulkan makanan.

Jika jatuh sakit, mereka akan terus hidup dengan kondisi tersebut atau mengobati diri dengan obat tradisional. Satu orang pertapa bahkan sampai kehilangan penglihatannya.
Kadang-kadang, para pertapa tersebut melihat turis atau kedatangan tamu seperti Danila.
" Mereka benar-benar telah meninggalkan kehidupan sosial di belakang mereka," tambah Danila.
Mengenai nama-nama mereka, Danila menganggap itu tidak ada relevansinya karena mereka secara sengaja menarik diri dari kehidupan sosial. Banyak dari mereka bahkan tidak memiliki kartu identitas atau dokumen lainnya.

Agar bisa mengambil foto-foto para pertapa tersebut, Danila menghabiskan beberapa hari untuk tinggal bersama mereka.
Danila menggunakan kamera konvensional (analog) untuk mengambil gambar mereka. Selain tidak terlalu menarik perhatian, hal itu dilakukan karena beberapa pertapa tidak suka teknologi digital.
Namun, meski hidup terisolasi, Danila menemukan bahwa mereka ternyata suka berbicara dan terbuka.
" Mereka dekat dengan alam dan hidup selaras dengan itu," kata Danila. " Bagi mereka, itulah arti kebebasan yang sebenarnya."
(Ism, Sumber: CNN)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya