Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kemacetan (Foto: Pixabay)
Dream - Macet sudah menjadi bagian dari kehidupan mayarakat kota besar. Terutama Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
Kemacetan tentu menyita banyak waktu. Harusnya bisa sampai di tempat tujuan dengan cepat, nyatanya harus molor hingga berjam-jam.
Tidak jarang, pengguna kendaraan roda empat atau lebih harus berlama-lama di jalanan. Mereka tidak bisa bergerak lantaran celah untuk berpindah tidak ada.
Bahkan jika sangat parah, kemacetan sampai bisa menyita waktu sholat. Mampir ke masjid tentu tidak memungkinkan lantaran padatnya jalanan.
Ketika terjebak dalam kemacetan parah, apakah dibolehkan melaksanakan sholat secara jamak?
Dikutip dari NU Online, menjamak atau menggabungkan dua sholat dalam satu waktu merupakan bentuk keringanan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan.
Tetapi, ada syarat yang harus dipenuhi yaitu jarak minimal perjalanan yaitu dua marhalah atau sekitar 80,64 kilometer.
Namun demikian, jamak boleh dilakukan bagi mereka yang terjebak kemacetan. Praktik jamak sholat tanpa alasan yang berat juga pernah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
hal ini dijelaskan Habib 'Abdur Rahman Al Masyhur dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin.
" Kami mempunyai pendapat yang membolehkan jamak bagi seseorang yang tengah menempuh perjalanan singkat yang telah dipilih oleh Syekh Albandaniji. Sebuah hadis mengungkapkannya dengan jelas, walaupun jamak dilakukan oleh hadirin (bukan musafir) seperti tercantum dalam Syarah Muslim. Dari Abu Ishak, Al Khatthabi menceritakan kebolehan jamak dalam perjalanan singkat karena suatu hajat. Hal ini boleh saja meskipun bukan dalam kondisi terganggunya keamanan, hujan lebat, dan sakit. Ibnul Munzir pun memegang pendapat ini."
Pendapat senada diungkapkan oleh Imam Taqiyudin Abubakar bin Muhammad Al Husaini Ad Dimasyqi Asy Syafi'i dalam kitabnya Kifayatul Akhyar. Imam Taqiyudin mengutip pendapat Imam An Nawawi.
" Dalam Shahih Muslim, Nabi Muhammad SAW menjamak sembahyang di kota Madinah bukan dalam kondisi terganggunya keamanan, hujan lebat, dan sakit. Menurut Imam Asna'i, pilihan Nawawi didasarkan pendapat Imam Syafi‘i yang tercantum dalam kitab Mukhtasar Imam Muzanni. Pendapat ini diperkuat oleh sebuah perbandingan di mana alasan sakit laiknya perjalanan jauh menjadi alasan sah orang untuk membatalkan puasa. Kalau puasa saja boleh dibatalkan, maka penjamakan sholat lebih mendapat izin. Bahkan sekelompok ulama membolehkan jamak bagi hadirin untuk sebuah hajat. Dengan catatan, ini tidak bisa menjadi sebuah kebiasaan. Abu Ishak Almaruzi memegang pendapat ini. Ia mengutipnya dari Syekh Qaffal yang diceritakan oleh Al Khatthabi dari ahli hadis. Ibnul Munzir Syafi‘i dan Syekh Asyhab Maliki menganut pendapat di atas."
Dua pendapat di atas cukup kuat jika dijadikan hujah atau dasar untuk melaksanakan jamak sholat tanpa disertai alasan yang berat. Sehingga, menjamak sholat akibat terjebak kemacetan dibolehkan selama tidak menjadi kebiasaan sehari-hari.
(ism, Sumber: NU Online.)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya