Menkes Ungkap Fakta Positif Angka Vaksinasi Indonesia

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 21 Maret 2021 16:25
Menkes Ungkap Fakta Positif Angka Vaksinasi Indonesia
Lihat pergerakan grafik cakupan vaksinasi di Indonesia hingga 19 Maret 2021.

Dream - Vaksinasi Covid-19 secara massal terus dilakukan. Dimulai dari para tenaga kesehatan, lalu berlanjut untuk golongan lanjut usia yang sudah 60 tahun ke atas, kalang pekerja publik dan wartawan, lalu PNS.

Pemerintah juga bekerja sama dengan banyak pihak agar vaksinasi bisa berjalan cepat. Cakupannya pun terus meningkat. Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin mengungkap fakta positif terkait angka vaksinasi di Indonesia.

Ia menunjukkan pergerakan grafik cakupan vaksin di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara di dunia. Data tersebut diambil dari OurWorldData.org, yang merupakan rekapitulasi dari 14 Desember 2020 hingga 19 Maret 2021.

Hasilnya, Indonesia berada di berada di peringkat 8. Peringkat pertama dipegang Brasil yang angka vaksinasinya sudah mencapai 12 juta. Sementara Indonesia nyaris 8 juta.

Grafik data vaksinasi tersebut diunggah Budi di akun Twitternya. Ayo sukseskan vaksinasi!

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 2 halaman

Vaksin Sinovac Tahap Satu Dipastikan Habis Sebelum Masa Simpan Berakhir

Dream - Pemerintah memastikan tidak akan memberi vaksin Covid-19 yang kadaluwarsa kepada masyarakat. Semua vaksin yang diberikan dipastikan aman dan belum melewati masa simpan berakhir.

" Pemerintah tidak akan memberikan vaksin yang masa simpannya habis. Hal ini untuk memastikan keamanan dan khasiat vaksin," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari Kemkes.go.id, Sabtu 20 Maret 2021.

Sebelumnya, beredaar informasi yang menyebut vaksin Covid-19 buatan Sinovac akan kadaluwarsa pada 25 Maret 2021. Namun, Nadya memastikan vaksin Sinovac yang masa simpannya hanya sampai Maret 2021 sudah habis direstribusikan untuk vaksinasi tenaga medis dan petugas pelayanan publik.

Vaksin Sinovac yang datang tahap pertama berjumlah 3 juta dosis: terdiri dari 1,2 juta dosis vaksin tiba awal Desember dan 1,8 juta dosis vaksin tiba pada akhir Desember 2020. Vaksin ini diproduksi September hingga November 2020 dengan shelf life atau masa simpan dari produsen selama 3 tahun.

Menurut dia, vaksin yang dipermasalahkan itu bukan kadaluwarsa, melainkan shelf life yang hanya berlaku selama 6 bulan sesuai dengan data stability produk dari BPOM. Ketentuan ini sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dengan tidak begitu saja menerima data dari produsen.

" Kemenkes mengikuti keputusan Badan POM. Sejak awal, kami menjaga agar penggunaan vaksin Sinovac dalam rentang shelf life atau masa simpan sesuai yang disampaikan oleh Badan POM,'' tutur Nadia.

Karena vaksin tahap pertama telah habis, vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan oleh pemerintah untuk vaksinasi tahap ke dua bagi kelompok lansia dan tenaga pelayanan publik, menggunakan vaksin produksi Sinovac yang datang di tahap berikutnya dalam bentuk bulk lalu diproses oleh Biofarma.

2 dari 2 halaman

Vaksin Tahap Dua

Adapun masa simpan vaksin yang 1,2 juta vaksin hingga 25 Maret 2021, sementara 1,8 juta dosis vaksin memiliki masa simpan hingga Mei 2021. Namun demikian, vaksin tersebut telah habis digunakan untuk vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

Untuk vaksin ke dua, memiliki tampilan fisik yang berbeda dengan vaksin pertama, karena yang sekarang ukurannya jauh lebih besar dari sebelumnya.

" Kemasannya berbeda dengan yang pertama. Sama-sama berbentuk vial, tetapi vial ini bisa disuntikkan untuk 9-11 orang dengan setengah cc," ucapnya.

Perbedaan kemasan ini sekaligus memastikan bahwa sudah tidak ada lagi vaksin COVID-19 tahap pertama dari Sinovac yang masih beredar.

" Masyarakat tidak perlu khawatir, karena Pemerintah tentunya akan menjamin keamanan, khasiat, dan mutu vaksin yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia," imbuh dia.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar