Menkominfo: Jangan Unggah Sertifikat Vaksin ke Medsos

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 4 Maret 2021 14:02
Menkominfo: Jangan Unggah Sertifikat Vaksin ke Medsos
Dalam sertifikat vaksinasi Covid-19 terdapat data yang sifatnya pribadi dan rawan disalahgunakan.

Dream - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengingatkan, masyarakat agar tidak mengunggah sertifikat vaksinasi ke media sosial. Juga tidak membagikan sertifikat secara sembarangan mengingat adanya data yang bersifat privat.

" Terkait privasi data, masyarakat agar tidak sembarangan membagikan sertifikat vaksin Covid-19 atau tiket vaksinasi yang mengandung kode QR ke media sosial," ujar Johnny.

Program vaksinasi Covid-19 secara nasional terus berjalan secara bertahap. Tenaga kesehatan menjadi prioritas pada vaksinasi tahap pertama, disusul lansia dan petugas layanan publik.

Prosedur vaksinasi dilakukan dengan lebih dulu mendaftar lewat laman maupun aplikasi PeduliLindungi. Pendaftar akan mendapatkan jadwal vaksinasi serta tiket elektronik mengandung kode QR.

Setelah disuntik vaksin, setiap orang akan mendapatkan sertifikat vaksinasi. Sertifikat akan diberikan dalam bentuk fisik di lokasi vaksinasi serta dalam bentuk digital lewat aplikasi PeduliLindungi.

 

1 dari 1 halaman

Berisi Data Pribadi

Pada sertifikat vaksin Covid-19, tertera data pribadi penerima vaksin mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, serta Nomor Induk Kependudukan. Sertifikat dilengkapi kode QR untuk memudahkan pembacaan.

Berdasarkan Pasal 58 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, terdapat setidaknya 26 hal yang ditetapkan sebagai data pribadi. Data tersebut masuk dalam kategori rahasia.

Sedangkan sertifikat vaksin Covid-19 memuat tiga data pribadi. Tiga data tersebut yaitu nama lengkap, tanggal lahir dan NIK.

Data tersebut potensial digunakan untuk kejahatan. Sehingga, sangat dianjurkan untuk tidak mengunggah sertifikat vaksinasi ke media sosial untuk melindungi privasi data.

Sumber: Merdeka.com/Raynaldo Ghiffari Lubabah

Beri Komentar