JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Dream - Menteri Susi Pudjiastuti mengaku takjub dengan penegakan hukum di sebuah negara kecil di Afrika bernama Sao Tome dan Principe. Negara yang tampak asing namanya di telinga masyarakat Indonesia itu dinilainya mampu menegakkan hukum dan kedaulatan laut dengan baik.
" Bayangkan saja, negara yang ukurannya tidak terlihat di peta itu mampu menindak korporasi dan para nahkoda kapal ilegal yang masuk ke wilayah mereka," ujar Susi di Gedung KKP, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2015.
Negara yang terletak di wilayah Samudera Atlantik dan Teluk Guinea itu, baru saja menjatuhkan hukuman penjara dan denda kepada nahkoda kapal Thunder yang dikejar selama 110 hari di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif mereka. Denda sebesar 17 juta euro mereka jatuhkan kepada terdakwa berkebangsaan Spanyol dan Chili.
" Ini berbeda. Kalau di Indonesia yang ditangkap cuma anak buah kapalnya. Tapi, ujung-ujungnya harus dideportasi karena negara tidak mau mengurusi mereka," katanya.
Susi berharap tindakan hukum yang berlaku di Sao Tome dan Principe akan menjadi contoh dalam penindakan Ilegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF) di dunia. Susi berharap tindakan Pemerintah Sao Tome bisa menjadi pembelajaran bagi Indonesia.
" Bandingkan dengan putusan Kapal MV Haifa yang hanya menjatuhkan hukuman Rp 200 juta dan kapal bisa berlayar kembali ke Fu Zhou, Tiongkok," pungkas dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
