Mengharukan, Pengantin Beli Gaun Murah Biar Tunawisma Tak Malu Datang ke Resepsi

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 15 November 2019 16:00
Mengharukan, Pengantin Beli Gaun Murah Biar Tunawisma Tak Malu Datang ke Resepsi
Para gelandangan itu diberi pakaian yang keren dan necis.

Dream - Ada banyak cara untuk berbagi kebahagiaan. Sepasang pengantin di Singapura, Peng Cheng Yu dan Abraham Yeo mengundang para tunawisma ke acara pernikahannya.

Alih-alih memilih untuk pernikahan mewah dengan gaun pesta mewah di tempat bergengsi, pasangan ini memilih menggelar resepsi bergaya karnaval dengan sajian makanan prasmanan. Alasan pernikahan ini muncul karena mereka ingin berbagi rasa pada teman-teman gelandangan ini.

 Pasangan yang mendidikasikan diri untuk kaum tak berpunya

Para tunawisma tersebut merupakan teman-teman Abraham yang berasal dari program pelayanan untuk kaum tak berpunya.

Pada awalnya, ketika Abraham memberikan kartu undangan, para tunawisma ini ragu-ragu hadir. Alasannya, mereka merasa tak punya pakaian yang cocok untuk acara tersebut.

" Mereka merasa malu dan bagi kita yang tidak pernah kekurangan pakaian, kita tidak akan pernah mengerti perasaan itu," kata Abraham, dilaporkan World of Buzz, Jumat, 15 November 2019.

1 dari 5 halaman

Gaun Pengantin yang Murah

Pasangan itu ingin memberi mereka pakaian untuk pernikahan tetapi anggaran yang disiapkan sudah maksimal. Untungnya, seorang teman menawarkan akan mengajak belanja dan membayar pakaian para tunawisma.

Di pesta pernikahan, semua orang tampak begitu bahagia. Para tunawisma membaur. Teman-teman pasangan ini secara sukarela menjadi pekerja karnaval dan fotografer.

Cheng Yu juga menginginkan pernikahan sederhana ini. Dia sangat sadar anggaran. Dengan alasan itu, dia membeli gaun pengantin dari situs jual beli, bukan dari butik.

 

2 dari 5 halaman

Bulan Madu di Gang Kumuh

Abraham menceritakan, ide pernikahan ini muncul ketika menjalani pelayanan gereja ke Jepang. Di Negeri Sakura, dia melihat para gelandangan berjuang untuk mencari makan.

Dia sendiri memiliki anggaran yang ketat, tetapi dia ingin melakukan sesuatu untuk mereka. Untungnya saat itu, seorang pendeta memberinya segumpal roti. Ketika kembali ke Singapura, dia mendirikan pelayanan dan bertemu istrinya di salah satu kegiatan yang mereka selenggarakan

Sekarang, setelah pernikahan, mereka memilih Jepang sebagai tempat bulan madu. Lagi-lagi bukan tempat biasa yang dipilih. Mereka mengunjungi daerah kumuh dan gang-gang belakang.

3 dari 5 halaman

Saat Pesta Pernikahan Memutar Lagu Cadas!

Dream - Acara pernikahan tentunya identik dengan lagu-lagu romantis, namun pernikahan satu ini tampaknya ingin keluar dari stereotipe itu.

Bagaimana tidak, alih-alih memasang lagu bertema cinta, resepsi pernikahan ini malah memutar lagu beraliran metal!

Lagu yang diputar pada resepsi pernikahan Adam Schwartz dan Katherine P-G itu merupakan lagu populer dari band thrash metal Amerika Serikat, Slayer.

Melansir Metal Sucks, pada awalnya pesta berjalan normal seperti pada umumnya. Namun kemudian, pasangan ini menginginkan sesuatu yang " spesial" untuk mengakhiri pesta.

4 dari 5 halaman

Minta Lagu Metal

Saat itulah sang suami yang juga seorang metalhead minta kepada DJ untuk diputarkan lagu " Raining Blood"  dari Slayer.

Terlihat dari rekaman video dimana para tamu yang awalnya kalem, mendadak moshing dan menjadi liar usai lagu diputar.

Bahkan, si pengantin wanita sampai terlempar keluar dari kerumunan karena terdorong-dorong. Ia pun terlihat sedikit shock.

Untungnya, nggak ada yang terluka dalam moshing dadakan ini. Pengantin dan tamu undangan pun kembali gembira dan tertawa bersama setelah melihat rekaman tersebut.

Berikut videonya:

5 dari 5 halaman

Ini Videonya

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik