Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sepeda Kini Tengah Jadi Tren Di Masyarakat Yogyakarta (Shutterstock.com)
Dream - Bersepeda tengah jadi tren yang banyak diminati. Pandemi Covid-19 membuat banyak orang sadar akan pentingnya kesehatan.
Hal sama terjadi pula di Yogyakarta. Masyarakat mulai beralih dari moda transportasi motor dan mobil ke sepeda dalam beraktivitas sehari-hari.
Pemerintah Kota Yogyakarta menangkap fenomena ini sebagai peluang. Untuk mengeliatkan kembali sektor pariwisata, Pemkot Yogyakarta membuat inovasi dengan meluncurkan gaya wisata keliling kampung dengan bersepeda.
" Minat masyarakat yang sedang hobi bersepeda ini adalah potensi atau momentum yang harus ditangkap untuk mengenalkan banyak daya tarik wisata di Yogyakarta," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang.

Gedung BNI 46 di titil Nol Kilometer Kota Yogyakarta, salah satu spot yang digemari untuk foto (Shutterstock.com)
Salah satu daya tarik wisata di Yogyakarta adalah suasana perkampungannya. Daya tarik ini akan dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik dan bisa diakses dengan cara bersepeda.
" Kampung-kampung wisata akan diarahkan ke sana. Selain bersepeda, wisatawan juga bisa mengetahui banyak potensi yang ada di kampung-kampung tersebut. Nantinya, akan ada paket wisata bersepeda," kata Maryustion.
Dalam pelaksanaan program ini, Dispar Yogyakarta akan melibatkan banyak pihak. Sehingga, peluang menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi wisata bersepeda dapat terealisasi dalam bentuk paket wisata.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Yogyakarta, Edy Muhammad, pihaknya menyiapkan 45 rute bersepeda berkeliling kampung. Sehingga, aktivitas wisata diharapkan tidak lagi terpusat di Malioboro.
" Harapannya, pesepeda tidak hanya terkonsentrasi di kawasan Malioboro saja, tetapi mereka juga bisa bersepeda berkeliling perkampungan sambil menikmati berbagai potensi yang ada," kata Edy.

Rute kampung di Yogyakarta cukup menarik disisiri dengan sepeda (Shuttertock.com)
Paket wisata sepeda nantinya akan dikerjasamakan dengan banyak pihak. Terutama dengan hotel dan penyedia jasa penyewaan sepeda.
" Tamu yang menginap di hotel bisa meminjam sepeda dan kemudian berkeliling kampung menikmati potensi di kampung dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung karena banyak wisatawan yang berkunjung," ucap dia.
Edy pun berharap rute wisata sepeda bisa diluncurkan tahun ini. Ini agar tidak kehilangan momentum meski pandemi Covid-19 masih berlangsung.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Agus Arif, mengatakan saat ini sudah ada sejumlah jalur sepeda di jalanan Kota Yogyakarta. Termasuk pula di perkampungan khususnya kampung wisata.
" Bahkan sudah ada penanda arah untuk jalur sepeda yang masuk ke perkampungan. Peta rute jalur sepeda ini sudah kami sampaikan ke Dinas Pariwisata untuk diolah menjadi rute wisata sepeda," ucap Agus.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya