Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi Ikan Mati (Foto: Shutterstock)
Dream - Para pembudidaya ikan di selatan Baghdad, Irak, dikagetkan dengan kematian puluhan ribu ikan di tepi Sungai Eufrat. Bersama tumpukan ikan itu ditemukan pula ban mobil dan kantong plastik, di bawah jembatan beton besar. Karena jumlahnya sangat banyak, tampak ikan-ikan itu menutupi permukana air.
Dikutip dari The New Arab, Selasa 6 November 2018, di peternakan ikan Saddat al-Hindiyah, Babilonia, 80 kilometer Baghdad, ikan mas yang diternak juga mati. Ditemukan gumpalan kecil pada bangkai ikan itu.
Pembudidaya ikan, Hussein Faraj, mengaku panik. Dia takut ikan-ikan miliknya diracuni. " Ada yang mengatakan itu karena penyakit, yang lain mengatakan itu karena bahan kimia," kata Faraj.
" Kami sedang menunggu solusi dari pemerintah atau tes air - kami takut air akan meracuni kami juga dalam beberapa hari mendatang," ujar dia.
Pencemaran air di Irak tahun ini telah meninggalkan bau tak sedap. Sekitar 100.000 orang dirawat di rumah sakit musim panas ini di kota selatan Basra.
Para peternak ikan di Saddat al-Hindiyah juga mencari tahu alasan puluhan ribu ikan mati. Mereka memeriksa insang untuk memeriksa tanda kematian itu.
" Penyakit ini adalah misteri. Itu tidak bisa dikendalikan," kata Jaafar Yassin, kepala unit pertanian kota.
" Sekitar 90 persen ikan di peternakan mati," kata dia.
Kematian puluhan ribu ikan itu membuat petani marah. Banyak dari keramba miliknya tak menghasilkan apa-apa.
" Saya memiliki 28 keramba dan 50.000 ikan di dalamnya. Saya memperkirakan bahwa saya kehilangan $80 ribu (sekitar Rp1,2 miliar) akibat dari penyakit itu," kata seorang peternak, Hussein al-Husseini.
Kementerian Kesehatan Irak mengatakan, akan mengambil sampel dari air dan ikan yang mati di provinsi Babilonia, tetapi tes belum selesai.
" Belum ada penyakit yang menyebabkan kematian ikan sejauh ini," kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Seif al-Badr.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun