Misteri Suara Dengungan Bumi Terungkap!

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 18 April 2015 17:03
Misteri Suara Dengungan Bumi Terungkap!
Biasanya manusia baru merasakan getaran dan dengungan Bumi jika terjadi gempa pada skala tertentu. Akan tetapi....

Dream - Misteri soal Bumi mendengung akhirnya terkuak. Peneliti berhasil menemukan penyebab mengapa Bumi selalu bergetar dan mendengung setiap saat. Biasanya manusia baru merasakan getaran Bumi jika terjadi gempa pada skala tertentu.

Akan tetapi sejak akhir tahun 1990-an, para peneliti baru mengetahui bahwa Bumi sebenarnya terus bergetar dan mendengung dalam frekuensi sangat rendah meski tidak terjadi gempa.

Dikutip Dream dari laman Live Science, Sabtu 18 April 2015, getaran dalam frekuensi sangat rendah yang tak terasa oleh manusia itu disebut dengan mikroseismik.

Dengan meneliti mikroseismik, peneliti kini tahu bahwa penyebab getaran dan dengungan Bumi yang terus terjadi adalah gelombang laut.

Sebelumnya, banyak ahli yang mengungkap teori kenapa Bumi bergetar dan mendengung. Salah satu teori menyebut, Bumi bergetar dan mendengung jika gelombang laut besar menghantam pegunungan dasar laut dan dasar benua bawah air.

Sementara teori lain menyebut tabrakan gelombang laut memicu getaran hingga menjadi gempa.

Namun tidak satu pun dari kedua teori itu yang mengindikasikan tentang getaran yang terlihat pada sensor gempa.

Setelah menggabungkan dua studi tersebut menjadi satu model, peneliti mendapat kesimpulan tentang sinyal mikroseismik.

Dengan menggunakan model komputer untuk laut, angin dan dasar laut, peneliti menemukan tabrakan gelombang laut bisa menghasilkan gelombang seismik. Gelombang tersebut butuh waktu 13 detik atau kurang dari itu untuk menghasilkan satu gemuruh.

Jika gelombang yang muncul lebih lambat, peneliti menemukan gelombang laut bergerak di atas dasar laut mampu menghasilkan gelombang seismik dengan frekuensi antara 13 sampai 300 detik.

Peneliti mengatakan gelombang laut panjang itulah yang menjadi pemicu dengungan Bumi. Tekanan gelombang laut yang lebih lama di dasar laut menyebabkan sebagian besar dengungan Bumi.

" Penelitian lebih dalam tentang dengungan ini bisa membantu peneliti menghasilkan peta interior Bumi yang lebih baik," kata Fabrice Ardhuin, pakar kelautan Perancis di French Research Institute for Exploitation of the Sea.

Masalahnya, gelombang seismik ini dapat menembus mantel Bumi dan berpotensi hingga mencapai inti Bumi. Dengan demikian, dengan menganalisis gelombang seismik ini, manusia bisa membuat struktur detail dari planet Bumi. (Ism) 

1 dari 3 halaman

Perputaran Bumi Melambat

Perputaran Bumi Melambat

Dream - Di tahun ini akan terjadi leap second atau penambahan waktu satu detik pada hari tertentu akibat Bumi berputar lebih lambat. Leap second dikhawatirkan memicu malapetaka di dunia internet.

Menurut ahli waktu, pada 2015 akan terjadi leap second untuk mengimbangi perputaran Bumi yang lambat.

Penyesuaian tersebut akan dilakukan tengah hari tanggal 30 Juni nanti oleh International Earth Rotation Service di Paris.

Menurut penjaga waktu di Paris tersebut, tambahan satu detik itu dibutuhkan karena rotasi Bumi secara bertahap akan melambat menjadi sekitar 2/1000 detik per hari.

Leap second terakhir terjadi pada 2012 lalu di mana situs-situs seperti Mozilla, Reddit, Linkedln dan lainnya mengalami crash.

Nick Stamatakos dari Observatorium Angkatan Laut Amerika mengatakan dengan leap seconditu maka hari pada tanggal 30 Juni nanti akan memiliki 86.401 detik, bukan 86.400 detik.

" Panjang hari di Bumi akan mengalami penambahan satu detik."

Google telah mengembangkan teknik untuk mengatasi hal itu dengan secara bertahap menambah milidetik untuk sistem jam mereka sebelum leap second resmi datang.

Leap second pertama dilakukan tahun 1972, sebelum internet mengalami kemajuan seperti sekarang. Tahun ini adalah leap second yang ke-26 dalam sejarah penyesuaian waktu ini.

Amerika ingin menghapuskan leap second karena menurut klaim mereka penambahan satu detik ini mengganggu sistem navigasi dan komunikasi, terutama transaksi bisnis yang bergantung pada jam.

Namun Inggris menentang penghapusan leap second karena bisa mengakhiri Greenwich Mean Time yang sudah menjadi standar waktu sejak 1847.

(Sumber: Mirror.co.uk)

 

2 dari 3 halaman

Misteri Lubang Raksasa di Ujung Utara Bumi Terkuak

Misteri Lubang Raksasa di Ujung Utara Bumi Terkuak

Dream - Teka-teki kawah raksasa yang tiba-tiba muncul di kawasan Siberia, Rusia bagian utara, akhirnya terkuak. Setelah melakukan penelitian, para ilmuwan menyimpulkan bahwa kawah misterius yang menganga dengan diameter 100 meter itu bukan disebabkan karena tumbukan meteorit.

Dikutip Dream dari laman Daily Mail, Sabtu 19 Juli 2014, kawah itu terjadi karena kelebihan tekanan gas, karena di daerah tersebut mengalami perubahan suhu. Peneliti dari Pusat Penelitian Ilmiar Artik, Andrei Plekhanov, mengatakan daerah di sekitar lubang itu memang kaya akan gas alam.

Karena suhu di sekitarnya berubah, maka terjadilah tekanan gas di dalam tanah dan menyebabkan letupan. Sebelum membuat kesimpulan ini, Plenkhanov dan peneliti lain telah melakukan observasi ke Semenanjung Yamal itu pada Rabu yang lalu.

Menurut Plenkhanov, 80 persen material di sekitar dari lubang itu adalah es. Sehingga temuan ini membantah dugaan kemungkinan tumbukan meteorit yang menyebabkan terbentuknya lubang raksasa itu.

Para ahli lebih berkeyakinan kawah itu terbentuk karena faktor pemanasan global. Gas di bawah permukaan tanah terlepas, yang kemudian meledak seperti gabus sampanye. Sementara aksen gelap di dalam lingkaran lubang itu mengindikasikan kebakaran hebat yang menghanguskan dinding-dinding lubang.

Sementara itu, Anna Kurchatova, ilmuwan dari Pusat Penelitian Sub-Artik, mengatakan material di sekitar kawah itu terbentuk dari campuran antara air, garam, dan gas, yang memicu ledakan di bawah tanah akibat pemanasan global. Gas terakumulasi di dalam es yang bercampur dengan pasir di bawah permukaan dan kemudian bercampur dengan garam.

Pada 10 ribu tahun silam, daerah ini merupakan lautan. Pemanasna global kemungkinan telah menyebabkan lelehnya es di bawah permukaan, melepaskan gas dan menyebabkan efek ledakan seperti gabus penutup boto sampanye. (Ism)

3 dari 3 halaman

Kutub Magnet Segera Berbalik, Kehidupan Bumi Terancam

Kutub Magnet Segera Berbalik, Kehidupan Bumi Terancam

Dream - Para ilmuwan menemukan data baru yang menunjukkan kutub medan magnet Bumi bisa membalik dalam waktu 100 tahun. Studi para ilmuwan itu bahkan menunjukkan pembalikan kutub medan magnet Bumi ini bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan tersebut.

Medan magnet bumi sejatinya telah berulang kali berubah kutub sepanjang sejarah Bumi. Jika prediksi para ilmuwan itu menjadi kenyataan, maka pembalikan kutub medan magnet ini membuat semua kompas akan menunjuk ke selatan. Bukan lagi ke utara sebagaimana berlaku sejak ribuan tahun lalu hingga sekarang ini.

Dua kutub magnet selalu dihubungkan oleh medan magnet yang menyerupai batangan-batangan. Magnet bumi memiliki intensitas yang tetap sama selama ribuan bahkan jutaan tahun. Namun, karena alasan yang belum bisa dijelaskan, kini intensitas medan magnet Bumi menurun drastis dan arahnya mulai berbalik.

Studi baru tim ilmuwan dari Italia, Prancis, Universitas Columbia, dan Universitas California, Berkeley, menunjukkan bahwa pembalikan terakhir kutub medan magnet terjadi pada 786 ribu tahun yang lalu. Kala itu terjadi sangat cepat. Kurang dari 100 tahun.

“ Ini sangat menakjubkan betapa cepat kita melihat pembalikan itu. Data paleontologi tersaji sangat baik,” kata sarjana Universitas California Berkeley, Courtney Sprain, sebagaimana dikutip Dream dari laman Daily Mail, Kamis 16 Okober 2014.

Data itu merupakan salah satu catatan terbaik untuk mengetahui bagaimana dan seberapa cepat pembalikan ini bisa terjadi. Para ilmuwan ini akan mempublikasikan hasil penelitian ini pada November mendatang dalam Geophysical Journal International. Sparin dan Direktur Pusat Geochronology Berkeley, Paul Renne, merupakan penulis dalam studi tersebut.

Para ilmuwan itu menduga pembalikan kutub magnet bumi ini akan terjadi lebih cepat karena bukti baru menunjukkan bahwa intensitas medan magnet Bumi menurun 10 kali lebih cepat dari biasanya.

Pembalikan kutub medan magnet merupakan peristiwa besar di planet yang didorong oleh konveksi pada inti besi Bumi. Namun tidak ada bencana yang didokumentasikan terkait dengan pembalikan kutub magnet yang terakhir kali terjadi. Meskipun banyak yang mencari catatan dampaknya terhadap geologi dan biologis.

Sekarang, pembalikan kutub medan magnet Bumi semacam itu berpotensi mengacaukan jaringan listrik di Bumi. Dan bahkan kemungkinan besar listrik di Bumi akan padam.

Medan magnet Bumi ini telah melindungi manusia dari partikel berenergi matahari dan sinar kosmik, yang keduanya bisa menimbulkan mutasi genetik. Sementara, melemahnya atau menghilangnya medan magnet untuk sementara menjelang pembalikan permanen kutub magnet Bumi bisa meningkatkan risiko kanker.

Bahaya bagi kehidupan di Bumi akan lebih besar jika pembalikan kutub magnet didahului dengan periode ketidakstabilan yang lama. “ Kita harus berpikir lebih terhadap efek biologis yang akan terjadi,” ujar Renne.

“ Yang luar biasa adalah bahwa Anda melewati pembalikan kutub magnet ke kondisi normal dengan tidak terjadi apa-apa, yang itu artinya itu harus terjadi dengan sangat cepat, mungkin kurang dari 100 tahun,” tambah Renne.

" Kami tidak tahu apakah pembalikan berikutnya akan terjadi tiba-tiba seperti yang terjadi kali ini, tetapi kami juga tidak tahu apakah itu tidak akan terjadi.”

Ada atau tidaknya dampak pembalikan medan magnet ini terhadap peradaban modern, yang jelas peristiwa ini akan membantu para peneliti untuk memahami bagaimana dan mengapa medan magnet Bumi secara periodik kutubnya berbalik.

Catatan magnetik yang diperoleh tim peneliti Italia menunjukkan pembalikan 180 derajat medan magnet Bumi secara tiba-tiba itu didahului oleh ketidakstabilan yang terjadi selama 6.000 tahun.

Ketidakstabilan itu termasuk interval kekuatan medan magnet rendah yang masing-masing berlangsung sekitar 2.000 tahun. Perubahan yang cepat medan magnet mungkin terjadi dalam interval pertama.

 

Beri Komentar